Birendra

Birendra
Terpisah 2


__ADS_3

"Dad....gak bisa gini dong!!! pokoknya aku mau ketemu Arsy!!" kata Rendra di ruangan kerja sang Daddy entah untuk ke berapa kalinya.


Sudah 3 hari dia tak bertemu dengan Arsy, istri nya. bahkan di rumah Opa Kenan pun Re tak di ijin kan masuk, bukan apa-apa, Daddy nya telah mengatakan pada Opa Kenan tentang kejadian di pinggir jalan dan di kantor polisi, pertama kali mendengar,bahkan Opa sudah menjewer telinga Rendra dengan sangat kuat.


3 Hari yang lalu....


"Apa?? Oohh Birendra!!! mesum sekali kamu!!" kata Opa Kenan sambil menjewer telinga Rendra kuat-kuat, Omanya bahkan sudah membawa Arsy ke kamarnya Rendra yang ada di rumah tersebut.


"Opa...bukan seperti itu! Dad..... cerita kan yang benar!" kata Rendra merasa jengkel dengan sang Daddy.


"Trus cerita yang benar apa lagi Re? kamu emang mesum sama Arsy kan? di pinggir jalan lagi!!" kata Dad Ferdi yang memang ingin mengerjai anaknya.


"Papa tau! seorang polisi memberi saran nama untuk anak Rendra!!" lanjut Dad Ferdi pada Opa Kenan.


"Benarkah? emang apa namanya Fer?" tanya Opa Kenan antusias, Rendra bahkan sudah terlihat cemberut melihat dua orang gesrek itu duet.

__ADS_1


"Trotoar!!! hahahhahahaahah!" jawab Dad Ferdi sambil tertawa lepas.


"Kenapa gak Traffic light aja Fer, biar ala-ala Inggris gitu hahahahha!!"


Opa Kenan dan Dad Ferdi sudah tertawa terbahak-bahak membayangkan bagaimana anak Rendra dan Arsy di beri nama.


Dan setelah 3 hari,Rendra berada di hadapan sang Daddy saat ini di kantor Dad Ferdi.


"Dad....gak bisa gini dong!!! pokoknya aku mau ketemu Arsy!!" rengek Rendra.


"Daddy gak tau sih! rasanya tidur sendiri!!"


"Pernah!!! sebelum menikah dengan mom kamu Daddy juga tidur sendiri!! malah lebih lama Daddy tidur sendiri nya dari pada kamu!!" saut Dad Ferdi.


"Itu kan sebelum menikah Dad!!! sekarang lain!!" kata Rendra

__ADS_1


"Udah Re pergi sama...hush....hush ...hush..... urusin tuh perusahaan kamu!! ngapain kamu nongkrong di sini!" kata Dad Ferdi, dan benar saja, hal itu sukses membuat Rendra pergi dengan hati kesal pada sang Daddy.


Rendra yang berotak cerdas memang tak pernah kehabisan akal, setelah konsultasi dengan Eno dan juga Farel, akhirnya Rendra menggunakan ide gila Eno untuk masuk ke dalam rumah sang Opa. Dengan pakaian serba hitam dan ala-ala pencuri kelas kakap di film-film Hollywood, Rendra memulai aksinya malam ini, dengan mengelabuhi pak satpam tua yang memang sedang berjaga saat ini, karena satpam satunya sudah di kecoh Eno dengan dalih membelikan makanan kesukaan Eno.


Eno melenggang masuk ke dalam rumah sang Opa setelah meminta pak satpam membelikan makanan.Rendra yang berhasil masuk gerbang rumah besar itu merasa puas karena sekarang berada di bawa balkon kamar Arsy. Dengan cekatan Rendra naik dengan alat yang dia bawa, dan dalam hitungan menit, Rendra sudah berada di depan pintu kamar Arsy yang terhubung dengan balkon


tok...tok...tok....


Arsy yang kebetulan baru saja masuk mendengar suara ketukan dari balkon kamarnya, dia merasa takut, siapa malam-malam begini mengetuk pintu. Rendra memanggil namanya pelan tapi masih terdengar oleh Arsy.


"Abang??" kata Arsy terkejut, kemudian dia membuka pintu dengan segera.


"Hallo Ar...kamu kangen kan sama Abang? ya kan?? sudah Abang duga!!" kata Rendra dengan kepercayaan diri yang tinggi, sedangkan sang istri hanya mengedip-ngedipkan matanya tak percaya dengan apa yang di dengar nya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2