
Meninggalkan kisah Arsy dan Rendra yang sudah mendapatkan bayi lelaki mungil,namun masih berdebat tentang nama yang akan di berikan pada bayi mungil tersebut, dan beberapa hari yang lalu, Arsy beserta bayinya sudah berada di rumah besar keluarga Ferdi.
Opa Kenan dan Kenzo yang mendapatkan cicit lelaki sangat senang, hingga mereka memutuskan untuk menginap beberapa hari di sana.
Hari ini Eno menyempatkan diri untuk menemui Celia, pagi sekali dia sudah berada di depan gang kos-kosan yang calon kekasih, Namun setelah menunggu lama, Celia tak kunjung datang, rupanya tanpa sepengetahuan Eno, Celia yang mengetahui keberadaan Eno, akhirnya memilih jalan kecil keluar dari gang nya dan berjalan menuju ke kantor Rendra.
Eno merasa menunggu terlalu lama, hingga ada seorang anak yang sering dekat dengan Celia.
"Eiit.... berhenti dulu dek!" kata Eno
"Hai bung!! Tristan!! namaku" saut si anak kecil sambil menepuk dadanya sendiri yang terlihat songong di mata Eno.
"Okey bung kecil! kak Celia sudah berangkat kerja?" tanya Eno
"Tak ada yang gratis bung di dunia ini" kata Tristan anak yang berusia 7 tahun itu sambil mengamati penampilan Eno.
"Orang kaya nih!!....wah cuan nih!!" batin Tristan
"Gila... kecil-kecil matre!! gak papa deh daripada gak dapat info soal Celia!" gumam Eno sambil mengamati anak lelaki dengan seragam merah putih itu.
"Nih.... 100 ribu! mahal nih infonya!" kata Eno
"Waahh kaya bener bung!" kata Tristan sambil mengipaskan uang tersebut di depan wajahnya.
"Kak Celia mana?" tanya Eno tanpa basa-basi
"Udah berangkat!" sautnya cepat
"Bohong!! dari tadi aku di sini, kak Celia gak lewat kok!" kata Eno merasa kalau Tristan bohong.
"kak, anda tak tau saja, kalau kak Celia melihat kakak trus dia langsung lewat jalur tikus!" kata Tristan menjelaskan.
"Hah??" Eno merasa kaget dengan apa yang dikatakan oleh si anak kecil itu.
"Ini kah hubungi Tristan bila kakak butuh informasi tentang kak Celia" kata Tristan menyodorkan sebuah kertas yang di ambilnya dari dalam tas sekolah nya.
"Emang kamu boleh pegang HP?" tanya Eno penuh selidik.
"Tenang Kak!! aku ini anak yang pintar, sehabis les sore dan belajar aku boleh pegang HP" jawab Tristan.
__ADS_1
"udah ya kak, aku sekolah dulu, jangan lupa chat aku, daripada keduluan sama bang Johar kak Celia nya!" kata Tristan sambil berlalu dari sana.
"Eiitt....mau kemana?" kata Eno sambil menarik tas ransel Tristan dari belakang.
"Masa' 100 ribu cuma dapat informasi itu doang!" lanjut Eno
"Kak, negara ini memang negara mahal! apa-apa butuh duit!!"
"Siapa Johar?" tanya Eno penuh selidik.
"Aku telat sekolah Kak!" kata Tristan mengulur waktu.
"Ya udah kita ngobrol di dalam mobil aja, aku anterin ke sekolah,tapi ingat itu gak gratis!" kata Eno sambil membuka pintu mobilnya untuk Tristan.
"Siap kak!!"
Di dalam mobil Eno, Tristan menceritakan tentang siapa Johar, Johar adalah anak pemilik kost di mana Celia ngekost, Johar bekerja di sebuah bank swasta sebagai manajer, Johar terlihat mendekati Celia akhir-akhir ini, walaupun Celia jarang menanggapi nya.Eno juga mendapatkan informasi tentang jam berapa saja Celia biasanya makan malam atau keluar membeli makanan sesukanya nya yaitu martabak manis dengan toping tiramisu.
"Trus kayaknya si Johar itu suka banget sama Celia gak?" tanya Eno entah mengapa dia jadi termakan omongan Tristan.
"Depan berhenti Kak" ucap Tristan tanpa menjawab pertanyaan Eno.
"Lain kali sambung lagi Kak, tarifnya sudah habis buat menjawab pertanyaan kakak'' kata Tristan enteng sambil keluar dari mobil Eno. Entah mengapa Eno hanya bisa melongo saja melihat lelaki kecil itu keluar dari mobilnya.
"Sialan!! gue ketipu sama bocah ingusan!!" sungut Eno,
namun sedetik kemudian dia tersenyum, ada hal baru yang dia tau tentang Celia. Eno melajukan mobilnya ke perusahaan Opa Kenan yang masih di pegang Dad Ferdi, namun Eno sudah harus mulai mempelajari tentang semuanya karena sebentar lagi dia lah yang harus memimpin perusahaan besar tersebut. Rio sang kembaran sudah menjadi pimpinan di perusahaan Dawson,milik Papinya, sedangkan cucu lelaki opa Kenan yang lain sudah punya porsi nya masing-masing, seperti Nawfal anak Naina yang memimpin perusahaan Ayah nya yaitu Krisna,. sedangkan Rendra, sejak remaja Rendra malah sudah berambisi mempunyai perusahaan sendiri, terbukti sekarang dia sudah mempunyai perusahaan nya sendiri walaupun belum terlalu besar, Rendra tak mau memimpin perusahaan karena merasa bukan cucu kandung opa Kenan, walaupun alasan itu tak pernah dia ungkapkan,karena takut sang Opa akan merasa kecewa. Karena seperti telah di ketahui banyak orang, bahwa Dad Ferdi hanya anak angkat Kenan Hardiansyah, yang akhirnya memimpin perusahaan besar Hardiansyah.
Di sisi Celia......
"Hosh...hosh....hosh....." Celia mencoba mengatur nafasnya yang tersengal hanya karena main petak umpet dengan Eno.
"Neng Celia kenapa?" tanya salah satu satpam perusahaan Rendra.
Celia hanya mengangkat tangan sambil terus mengatur nafasnya.
"Gak papa pak! tadi di kejar-kejar anjing komplek" tutur Celia bohong.
"Untung neng bisa lari!" kata pak satpam
__ADS_1
"Ya capek pak kalau harus lari terus! kalau di hadapi saya yang babak belur juga! susah kan pak" kata Celia nampak kesal.
pembicaraan mereka berbeda alur, si bapak satpam beranggapan bahwa itu benar-benar anjing komplek, sedangkan Celia sedang membayangkan Eno yang dengan nekat menunggu nya di ujung gang.
"Ya bilang sama pemilik nya aja Neng, kalau Eneng lewat, tuh anjing di tali aja!" kata si bapak memberi nasihat
"Anjing nya gak mau nurut pak! jadi kesel!! pengen di sianida aja!" ucap Celia sambil nyelonong masuk ke perusahaan.
Celia dengan cepat naik ke lantai di mana tempatnya bekerja, dia segera melihat jadwal Bos nya hari ini.
"sekertaris Celia....tolong persiapan acara syukuran untuk anak ku Minggu depan! dan undang semua karyawan termasuk cleaning servis,satpam dan karyawan yang lain....bagi menjadi dua bagian jam kedatangan mereka!"
kata Rendra sambil berjalan ke ruangan nya di ikuti oleh Celia
"Dan.....tolong kirim ini ke perusahaan Dawson! kontrak kerja sama yang baru dengan tuan Rio,dan kamu wajib hari ini mendapat tanda tangannya!" kata Rendra yang mulai bekerja sama dengan Rio.
"Baik Bos!" saut Celia
"Apa aku ada meeting hari ini?" tanya Rendra setelah duduk di kursi kebesaran nya.
"Hari ini anda ada meeting setelah jam makan siang bersama pak Farel Bos" saut Celia.
"Baiklah.... keluar lah!" kata Rendra
"Bos..... untuk undangan acara syukuran, tolong sebutkan nama anak anda Bos, itu akan di tulis dalam surat undangan nya" kata Celia menanti sambil memegang polpoin dan siap menulis nama anak Rendra.
"Nama anakku?...." Rendra nampak berpikir...
krik....
krik....
krik.....
"Oh ya sekertaris Celia, aku belum mendapatkan nama anakku!" ucap Rendra, Celia nampak melongo dengan apa yang di dengar nya.
bersambung.....
Ada yang mau nyumbang nama anak Rendra???
__ADS_1
Dan satu bab lagi agak malam untuk bayar yang kemarin bolong🤭🤭