
Siapa yang menyangka, kalau Arvan sebenarnya sudah lama mengincar Aluna, dan pada akhirnya dengan sedikit paksaan Aluna bisa menjadi istrinya saat ini.Arvan yang mendapatkan nasehat sang Papi pun, tak mau kehilangan Aluna, dengan membuat gengsi turunan dari sang Papi, Arvan akhirnya mengungkapkan rasa cinta nya pada Aluna. Dan kini, bukan pihak perempuan yang di paksa, Namun dari pihak lelaki, alias Faash yang sedang di paksa Mama nya untuk segera berdandan, karena sebentar lagi, Mereka akan menghadiri pesta perayaan pernikahan Papa dan Mama Camelia.Hati Faash sudah mulai tak tenang, dia merasa masuk ke dalam kandang buaya yang siap menerkamnya setiap saat.
"Halah Kak, gitu aja gugup!! Kakak gak akan di paksa nikah sekarang kok!!" kata Faisha, adik kembarnya.
"Bisa diem gak??!!" ucap Faash dengan penuh penekanan.
Bram dan sang istri hanya bisa geleng-geleng kepala saja, mereka sekarang tengah berada di dalam mobil, dan kali ini Tarjo yang menjadi sopir nya.Karena di dalam pesta tersebut,banyak sekali para penjabat dan pebisnis, Tarjo mendapatkan tugas untuk bisa mendapatkan klien baru.Berbekal nama besar perusahaan nya, Bram yakin Tarjo bisa melakukan nya dengan baik.
"Ash, Mama kan udah bilang berulang kali, Camelia itu gadis yang baik, sopan santun nya dapat, dari keluarga baik-baik dan yang jelas, Mama suka karena dia gadis yang baik" tutur sang Mama,yang sedari awal selalu membanggakan Camelia.
"Kalau tidak suka, nanti kita bicara kan dengan Papa nya Camelia" saut Bram. Sepertinya Bram tak tega melihat Faash tertekan, dia yang menjodohkan mereka, dia pula yang akhirnya menyerah.
"Beneran pa?" tanya Faash antusias.
__ADS_1
"Apaan sih pa!!! Gak ya... Mama tetap pada pendirian Mama!! Mama gak mau mantu selain Camelia!!" ucapan sang Mama adalah hasil akhir dari perbincangan mereka,dan seperti itu lah keputusan selalu di buat, Bram yang Papa yang terkenal,seram,galak dan tegas, nyatanya tetap kalah dari sang istri.
Faash akhirnya lebih memilih diam daripada harus berdebat dengan sang Mama, hingga mobil mereka memasuki sebuah pelataran rumah yang cukup megah, melihat bagaimana megahnya rumah tersebut membuat Faash semakin tak menyukai perjodohan mereka, Faash tau betul bagaimana peraturan orang-orang kaya. keluarga besar Hardiansyah juga merupakan keluarga yang terkenal dan kaya raya di kota itu, namun Faash sangat beruntung karena mempunyai ayah seorang lelaki yang datang dari kalangan bawah, hingga Bram menjadi menantu dari keluarga tersebut. Bram memberikan kebebasan kepada Faash dan juga Faisha, kedua anaknya, walaupun masih dalam pengawasannya hingga Faash hidup dengan bebas dan berteman dengan siapa saja tanpa larangan dari kedua orang tuanya.
Beberapa saat kemudian, Bram sampai bersama keluarga nya, dia di sambut dengan hangat oleh keluarga Camelia. Faash sedikit tak peduli dengan keadaan sekitarnya, Bahkan di sana sudah ada Camelia dengan penampilan cantik nya, Camelia memperhatikan Faash, sayangnya Faash tak mempedulikan nya. Sampai mata sang Mama memberi isyarat padanya untuk mengajak Camelia berbincang, untungnya pesta di adakan di dalam dan di luar ruangan, hingga Faash lebih memilih untuk mengajak Camelia ke taman di luar, di mana beberapa orang juga sedang berbincang di sana.
"Kamu beda banget kalau kayak gini" Camelia memberanikan diri membuka percakapan, karena sedari tadi Faash hanya sibuk dengan ponselnya.
"Kamu tau kalau kita akan bertunangan sebentar lagi?" tanya Camelia yang sukses membuat Faash kaget.
"Hah? kata siapa? kapan?" tanya Faash penasaran, pasal nya dia tak pernah membicarakan nya dengan sang Papa.
"Mama kita, mereka berbincang beberapa hari lalu" jawab Camelia.
__ADS_1
"Kamu gak suka ya?" tanya Camelia selanjutnya.
"Hemmmm, ya.....kita gak saling kenal Lia, dan kita gak saling cinta, aku ingin hidup bersama dengan orang yang aku cintai " jawab Faash dengan menatap lekat mata Camelia.
"Bagaimana kalau kita turuti saja kemauan mereka?" ucap Camelia.
"Aku tidak berminat!!" ucap Faash dengan dingin dan datar.
"Aku tidak bisa menolak Mama" kata Camelia, Faash terlihat tak suka.
"Biarkan aku menuruti kata Mama ku, dan aku akan melepaskan mu ketika kamu bertemu dengan orang yang kamu cintai"
bersambung
__ADS_1