Birendra

Birendra
kebahagiaan keluarga Ferdi


__ADS_3

Mendengar Arsy sudah melahirkan, dad Ferdi dan Mom Raisya datang ke rumah sakit, tak lupa Acca juga datang, Namun Arra harus berdebat dulu dengan Wahyu hanya karena Wahyu yang sok-sok an akan menjemput nya di kampus ternyata mobilnya ngadat dijalan.


"Huh!! Dasar mobil kaleng-kaleng!! baru juga di ajak jalan sama calon pacar udah K.O!!' umpat Wahyu yang begitu kesal sambil menendang ban mobilnya.


Arra yang cemberut akhirnya bisa tertawa cekikikan demi mendengar perkataan Wahyu.


Wahyu memang lebay plus suka gombal dan bahkan kadang asal-asalan, namun Wahyu banyak menghibur Arra, hanya karena manisan beberapa hari yang lalu di rumah Dad Ferdi, Wahyu dan Arra semakin dekat, walaupun mereka beda versi, versi Wahyu ini adalah awal mul pendekatan untuk menjadikan Arra sebagai pacarnya, namun beda dengan versi Arra yang hanya menjadikan Wahyu sebagai salah satu temannya yang juga kenal dengan kakak kembarnya dan juga kakak iparnya.


"Apa perlu ke bengkel?" tanya Arra,sambil melihat jam di tangannya.


"He'eh! aku dah telepon orang bengkel!! kita naik taksi online saja!" kata Wahyu merasa tak enak dengan Arra.


"Hehehehhe maaf ya!" lanjut Wahyu sambil memperlihatkan deretan gigi putih nya


"Dasar mobil peot!! besok ya aku ganti kamu sama yang baru!!"


umpat Wahyu lagi sambil menunjuk pada mobil miliknya, lagi-lagi Arra cekikikan melihat wajah kesal Wahyu.


"Aku temenin beli deh" goda Arra,karena dia tau gak mungkin Wahyu mengganti mobilnya dengan yang baru dalam waktu dekat.


"Ya jangan dong Rara sayang! kan Abang belum dapat duit buat gantiin nya!" kata Wahyu dengan lembut


"Arra...A R R A?! Arra....Wahyu!!" kata Arra kesal


"Biasa aja sayang, aku kan manggilnya pakai nama kesayangan! Rara! cantik kan? cantik dong!!" kata Wahyu sambil terus berceloteh dengan gombalan nya di tepi jalan, sampai sebuah mobil melewati mereka dan berhenti di depan mereka walaupun tak tepat di depan nya.


Akhirnya Arra dan Wahyu naik taksi online tersebut dan pergi ke rumah sakit di mana Arsy di rawat.


Sedang di ruang rawat Arsy, sudah berkumpul dad Ferdi dan seluruh keluarga.Tawa lepas mereka mendengar curhatan Eno,tapi tidak dengan Mom Raisya yang merasa ini adalah kesalahan sang anak Rendra, Padahal Eno asyik bercerita tentang bagaimana cara Arsy melahirkan, Eno bahkan memuji kehebatan Arsy yang bisa melahirkan sendiri tanpa bantuan dokter atau pun bidan.


"Aduh Ar,kok bisa kamu melahirkan sendiri? ini pasti gara-gara Rendra!!" kata Mom Raisya


"Kok Re sih Mom?" kata Rendra tak terima


"Ya iyalah kamu! sudah tau istri perutnya segede itu, malah di suruh wira-wiri ke kantor! kecapean dia,trus belum waktunya brojol eh dia udah brojol duluan!!" kata Mom Raisya.

__ADS_1


"Emang ada yang seperti itu?? Mom ini ngawur, Arsy memang waktunya kontrol Mom, dan dokter juga bilang kalau perkiraan melahirkan kurang 5 hari lagi, wajar dong kita gak tau kalau dia udah mau brojol!!" kilah Rendra yang tak mau kalah dari mommy nya.


"Alasan aja kamu Re!!"


"Aduh aunty udah ya..., pokoknya Arsy the best deh!" kata Eno menengahi perdebatan anak dan ibu itu, karena Dad Ferdi dan Acca malah asyik dengan bayi tersebut tanpa berniat melerainya.


"Iya No... untung Arsy hebat, soalnya suaminya kurang siaga!!" kata Mom Raisya.


"Sindir teroos...teroos aja sindir!" kata Rendra.


Mom Raisya hanya bisa mencebikkan bibir nya saja menanggapi anak lelakinya tersebut.


"Trus kamu kapan nyusul No? itu si Rio sebulan lagi udah nikah! nah...Mila aja yang gak pacaran udah langsung nikah sama Farel!" kata Mom Raisya mengalihkan pembicaraan.


Memang benar beberapa waktu lalu Farel dan Mila pada akhirnya menikah, dan sebulan lagi Rio kembarannya Eno akan menikah dengan tunangan nya.


"Bentar lagi aunty! calonnya di kejar susah banget! nolak mulu'!'' kata Eno.


"Emang dasar kamu aja kak, gara-gara gelar play boy abal-abal kamu itu yang bikin kamu gak laku-laku!!" saut Acca yang duduk mendekati Eno dan Mom Raisya di sofa.


''Emang benar kan? wajah aja Ok, tapi sayang gak ada hoki nya!" kata Acca lagi.


"Udah ah...mau pulang aja! kena terus di sini!" pamit Eno.


"Re juga ikut gak! di sindir mulu' ntar!" kata Rendra sambil melirik Mommy nya, kemudian dia mendekati Arsy, mencium kening sang istri dan berpamitan pada istrinya.


Eno akhirnya pamit pulang, Rendra mengikuti Eno karena di sana sudah ada Dad Ferdi dan Mom Raisya yang menemani Arsy, Rendra sudah dari kemarin tak pulang ke rumah, dia ingin mandi dan kembali ke rumah sakit lagi.?


"Kak anterin gue pulang dulu ya!" kata Rendra sambil duduk di sebelah bangku kemudi.


"Heemmmm!" jawab Eno


"Gak semangat banget sih?" tanya Rendra heran.


"Tau nih! gue lagi males aja!" kata Eno

__ADS_1


"Masalah sekertaris Celia?" tebak Rendra


"Tepat Re!! gue akui loe jenius!!" kata Eno.


"Setahu gue kak, dia trauma sama seorang cowok, mantan pacarnya udah selingkuh sama sepupunya sendiri!"


Kata Rendra,yang jelas tau gosip tersebut dari Farel, karena pekerjaan Celia yang berantakan selepas mengetahui perselingkuhan kekasihnya,dan akhirnya membuat Farel mengintrogasi Celia, hingga pada akhirnya Celia menceritakan semuanya pada Farel.


"Beneran Re? aku pikir dia cuma ada masalah aja sama keluarga nya, kemarin ketemu sama tantenya, dan kayak Nay kurang nyaman gitu!" kata Eno.


"jangan-jangan kemarin itu anak dan menantu tantenya adalah mantan pacar dan sepupunya?" lanjut Eno


"Bisa jadi!"


"Makanya!! kelihatan canggung banget!"


"Dia menjadi pribadi yang susah di dekati kak! tapi kepribadian dia berubah kak, dia lebih terlihat sopan dan pendiam! gaya berpakaian nya juga lebih baik!" kata Rendra


"Pacarnya dulu baik banget! penyayang tapi tiba-tiba dia bisa selingkuh sama sepupunya,dan mobil milik Celia juga di bawa pacar nya! karena itu mungkin yang membuat Celia trauma! lelaki yang dari awal baik dan penyayang,bisa tiba-tiba menikam dia dari belakang!!" lanjut Rendra.


"Kerja keras dong Re gue!!" kata Eno yang terlihat setengah putus asa.


"Justru yang gak gampangan gini kak,yang kalau kita dapatkan, gak mudah untuk kita lepaskan kembali!!"


kata Rendra menyemangati.


"Jangan nyerah sebelum berjuang dong!!"


"Eh Bambang!! loe gak liat perjuangan gue beberapa bulan ini??" saut Eno ketus.


"Rendra kak!! bukan Bambang!!!" saut Rendra.


"Pokoknya kakak musti semangat!! dia gadis yang baik!" lanjut Rendra.


"Ya.....gue yakin, dia bakalan bisa gue dapatkan!!" kata Eno dengan semangat.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2