Birendra

Birendra
Bram terbangun


__ADS_3

Setelah menyelesaikan urusannya dengan Veri dan juga Monica, serta sudah menyerahkan mereka ke pihak kepolisian,namun Veri rupanya harus mampir dulu ke rumah sakit, beberapa tulang nya yang retak dan satu patah tulang akibat perkelahian nya dengan Roy.


Kini Roy sudah menyusul Rendra ke rumah sakit, di depan ruang ICU, Acca dan Rendra tengah menunggu perkembangan dari Bram, Bram baru saja sadar dan di nyatakan keluar dari masa kritis nya, tentu saja hal itu menjadi berita yang cukup menggembirakan untuk semuanya.


"Bagaimana Dok?" tanya Rendra ketika melihat dokter keluar dari ruangan ICU.


"Kami akan memindahkan pasien Tuan, pasien sudah melewati masa kritis, namun sekarang pasien kembali berisitirahat karena efek obat yang kami berikan!" jelas si dokter.


"Tempatkan dia di ruang VVIP Dok" kata Rendra


"Baiklah Tuan, kami akan mempersiapkan nya karena sebentar lagi pasien memang berencana di pindahkan" kata sang dokter.


"Terimakasih Dok"


Setelah menyalami Rendra,dokter tersebut akhirnya pergi dari hadapan Rendra, Acca merasa lega dengan penjelasan dari dokter yang menangani Bram.Roy pun menghubungi anak buahnya untuk membebaskan para begal tersebut dan menyerahkan nya pada pihak berwajib, tentu dengan iming-iming uang satu koper tersebut di berikan pada anak istri si begal.Rupanya mereka menyerah tanpa perlawanan, karena walau pun masuk penjara tapi mereka merasa tenang, anak dan istrinya terpenuhi kebutuhan nya.

__ADS_1


Kini Bram sudah mendapatkan kamar rawatnya, Roy dan Acca setia menunggu Bram sadarkan diri, Rendra berencana kembali bersama para bodyguard nya dan meninggalkan Roy dengan dua bodyguard yang di tinggalkan Roy.Namun sebelum pergi Rendra menunggu Bram tersadar, dia ingin melakukan video call dengan Ayah Bram agar pak Surya, ayah Bram merasa lega anaknya dalam keadaan baik-baik saja.Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya Bram terbangun dari tidurnya, orang yang pertama dia lihat adalah Acca, gadis itu mengenggam erat jari jemari Bram.


Perlahan Bram melepaskan genggaman tangan Acca, namun Acca tak membiarkan itu terjadi.


"Bram....kamu sudah bangun?" tanya Rendra ketika melihat Bram membuka matanya.


"Tuan Rendra" sapa Bram dengan lirih dan berusaha bangun untuk memberi hormat


"Sudah Bram! berbaringlah, syukurlah kalau kamu baik-baik saja! dokter juga bilang kalau kamu hanya perlu perawatan dan pemulihan setelah melewati masa kritis" kata Rendra menjelaskan.


"Bram, Om Surya ingin berbicara dengan mu, maaf terpaksa aku memberitahu nya, karena aku tak tau bagaimana keadaan mu, akan bertahan atau tidak! kalau pun tak bertahan setidaknya Om Surya tau bagaimana keadaan anaknya" Rendra memberi tau Bram


Rendra mencoba menghubungi pak Surya namun tatapan matanya tertuju pada tangan Bram yang di genggam adiknya,dan Bram sibuk melepaskan tangannya dari genggaman Acca.


"Ca!! lepaskan dong!" kata Rendra yang tau Bram merasa tak nyaman

__ADS_1


"Gak!! nanti dia kenapa-kenapa lagi!! kalau gini kan gue tau dia masih bisa bergerak buat ngelepasin genggaman tangan gue!!"kata Acca dengan entengnya.


"Tapi Bram gak nyaman Ca!" kata Rendra lagi


"Ya di buat nyaman aja kek!! biasanya dia gue marahin dan gue cuekin, nyaman-nyaman aja tuh!" kata Acca lagi dengan nada datar nya.


"Tapi ini beda Ca!!Ntar Bram bisa baper Ca!! Bram kalau udah baper, suka sadis sama cewek! mau loe di unboxing sama Bram??"


Kata Rendra menakut-nakuti Acca, Bram bahkan sudah melotot sempurna mendengar perdebatan kakak beradik itu, di sofa, Roy sudah menutup mulutnya agar tawanya tak meledak.


"Emang Bram berani unboxing gue?" saut Acca dengan nada mengejek.


"Loe bakal benar-benar di unboxing Bram kalau dia gak sakit Ca" batin Rendra sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Nona Acca!! Anda berusaha membangunkan macan tidur!! saat ini aku sungguh berharap Bos tidak sakit!! aku pengen tau apa Nona Acca masih bisa berkata seperti itu!!" batin Roy

__ADS_1


Sedangkan Bram sudah memejamkan matanya pelan, dia benar-benar tak tau jalan pikiran Nona yang di jaganya itu saat ini.


bersambung


__ADS_2