
Beberapa kali Farel memberikan ide pada Wahyu untuk mendekati Rendra,mulai dari datang ke kantornya membantu pekerjaan Rendra bahkan sampai mengirimkan makan siang hampir setiap hari ke kantor Rendra dari restoran yang Wahyu kelola, namun semuanya benar-benar tak semudah yang Wahyu bayangkan, Arra yang mulai dijaga ketat oleh seorang sopir bila pulang dan pergi ke kampus juga, hal ini tentu saja tidak lain adalah ulah dari Rendra, Rendra bener-bener ingin menguji bagaimana perasaan Wahyu pada sang adik kembarnya, Rendra berusaha menjaga semua orang, anaknya, istrinya, dan juga adik-adiknya, Rendra ingin mendapatkan yang terbaik untuk Arra apalagi Arra memang masih tergolong sangat muda untuk menikah,kalau dia menikah hanya karena sebuah janji yang Dad Ferdi ucapkan untuk mantan asistennya walaupun pada akhirnya Rendra hidup bahagia dan saling mencintai dengan Arsy namun Rendra tak ingin Arra menikah muda dengan Wahyu, Rendra takut niat Wahyu hanya untuk main-main saja, Rendra ingin melihat bagaimana perjuangan Wahyu untuk mendapatkan seorang Arra, apalagi Dad Ferdi sudah mengetahui semua usaha yang dilakukan oleh Wahyu dan jangan tanyakan bagaimana tanggapan Dad Ferdi terhadap apa yang dilakukan Rendra,dia bener-bener menyetujui apa yang Rendra inginkan yang terbaik untuk sang adik.
"Makin berat!" kata Wahyu dengan lemas.
"Hehehheeh makin berat ya?" tanya Rania dan Arsy saat mereka berkumpul di restoran Wahyu.
hari ini adalah hari perpisahan Rania dengan Arsy dan juga Wahyu, tanpa terasa mereka sudah lulus kuliah S1 mereka dengan berbagai banyak hal yang dilakukan Rania dan Wahyu untuk Arsy,akhirnya mereka bisa lulus bersama walaupun Arsy benar-benar sangat dibantu oleh Wahyu untuk bisa lulus dan kali ini Rania mendapatkan pekerjaan di luar negeri tepatnya di Singapura sebuah restoran sudah menanti Rania untuk bekerja di sana,dan ia memutuskan untuk tidak membuka usahanya karena dia merasa manajemennya sangat buruk bila membuka usaha sendiri,yang ada di otak Rania hanya memasak, memasak,dan memasak!cita-citanya untuk menjadi chef sungguh sangat tinggi,dia ingin memulainya di luar negeri dan dukungan penuh diberikan kepada Rania dari Wahyu dan juga Arsy.
"Kamu jadi ikut mengelola restoran Tante Rania?" tanya Wahyu pada Arsy
__ADS_1
" Kayak enggak dulu deh, aku fokus saja pada Arvan dulu, Arvan sedang aktif-aktifnya sekarang jadi Abang minta aku untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah terlebih dahulu tapi aku tetap membuat resep-resep baru untuk kue kue"
"Iya..hemmmm gimana kak Arra?"
"Dia kerja di perusahaan Hardiansyah bersama kak Eno!"
"Arvan mana kok gak ikut?" tanya Rania
"Arvan ikut sama Mommy ke rumah Opa Kenzo, dan aku sudah ijin Abang buat kumpul sama kalian!"
__ADS_1
"Rania... semoga sukses di sana ya! aku tau kamu gadis yang hebat!" ucap Arsy
"Iya kami percaya sama kamu Rania! kamu pasti sukses!" kata Wahyu
"Terimakasih! kalian adalah teman terbaik!!" ucap Rania sambil memeluk kedua sahabatnya.
tak terasa hari ini adalah perpisahan yang harus di lalui oleh Rania, begitu banyak kenangan yang ditorehkan oleh Wahyu dan juga Arsy,namun masa depan yang ingin Rania raih yang membuat dia harus terpisah dengan teman-temannya, tapi Rania yakin bahwa perpisahan kali ini akan membawa kebahagiaan untuknya dan juga Wahyu serta Arsy, bila mereka ketemu suatu hari nanti dan akan menceritakan bagaimana kisah remaja mereka pada anak-anak mereka suatu hari nanti, Rania beranjak terlebih dahulu karena beberapa menit lagi pesawatnya akan berangkat, namun Wahyu bersikeras mengantarkan Rania sampai ke bandara,Arsy juga tak mau ketinggalan untuk mengantarkan Rania ke bandara dan akhirnya atas izin Rendra, Arsy pun ikut Wahyu untuk mengantarkan Rania ke bandara melepas sahabatnya itu untuk terakhir kali sebelum suatu saat nanti bertemu kembali,setidaknya itulah harapan Arsy.
bersambung....
__ADS_1