Birendra

Birendra
Masih nasib Wahyu


__ADS_3

"Bikin dedek bayi yuk... biasanya kalau udah hamil, pasti di kawinkan!" kata Wahyu asal.


"Ehh....lhooo!!''


Arra kaget bukan kepalang, bukannya mendapatkan restu, sudah bisa di pastikan Wahyu akan di buang ke antariksa oleh Rendra kakaknya, bila Wahyu berani menyentuh Arra.


Duuggh.....


Arra menendang senjata penerus Wahyu,karena kesal dengan kekonyolan Wahyu.


"Awwwoww sayang.....tega deh!! kalau dia kenapa-kenapa kamu yang repot nanti!" kata Wahyu yang langsung memegang senjata miliknya, walau tak terlalu kencang,namun masih cukup terasa.


"Syukurin!! makanya jangan punya otak mesum!!" kata Arra yang sudah berdiri sambil merapikan baju dan rambutnya.


"Trus aku musti gimana lagi?? Rendra keterlaluan tau!!" kata Wahyu yang terdengar sepeti rengekan dan sudah memeluk Arra dari belakang.


"Usaha kamu kurang kali!" jawab Arra asal


"Kurang apalagi sayang.....udah dua tahun ini!! jangankan menikah,bahkan kita belum juga pacaran" kata Wahyu sambil mengeratkan pelukannya.


"Iihh lepas!! katanya kita belum pacaran!! kenapa situ nempel mulu'!!!" kata Arra ketus.

__ADS_1


"Hehehehehe Biarra Hardiansyah....mau kan kamu jadi pacar aku? belahan jiwa aku? teman hidup aku?"


kata Wahyu sambil mendudukkan Arra di tepi ranjang dan berjongkok di depan nya.


Arra memang mencintai Wahyu, namun sang Daddy dan kakaknya memberikan pilihan agar mereka sama-sama lulus kuliah terlebih dahulu, Arra sudah lulus sejak dua tahun lalu, sedangkan Wahyu yang memang terlambat masuk kuliah,baru beberapa Minggu yang lalu lulus.


Arra mengangguk memberi jawaban atas pertanyaan Wahyu, karena Arra tau, batas waktu yang di berikan Rendra sudah selesai, namun Arra juga tau bahwa kesibukan Rendra yang semakin padat karena perusahaan nya berkembang pesat membuat Rendra tak ada waktu untuk mempertegas hubungan Arra dan Wahyu.


"huuuuuuu...ye...ye ..ye.....!!" teriak Wahyu di dalam kamar, dia bahkan melompat kegirangan.


"Wahyu hentikan!!" kata Arra yang melihat Wahyu kegirangan.


Bukannya berhenti, Wahyu berlari ke arah balkon kamarnya, dan berteriak sekencang mungkin.


Bughhhh.......


Sebuah lemparan sepatu mendarat di kepala Wahyu, Wahyu sampai menjerit kesakitan karena ulah sepatu nyasar tersebut.


"Brengseekk!!! siapa yang berani melempar sepatu ke kepala gue!!" teriak Wahyu yang celingukan melihat ke bawa balkon kamarnya. Wahyu memperhatikan sepatu yang dia pegang.


"Sepatu mahal nih" gumam Wahyu yang mengamati sepatu di tangannya.

__ADS_1


"Heh Yuyu.... Wahyu siaaallan!!!! turun loe!!"


Teriak Rendra dari bawah, spontan Wahyu melihat ke bawah dan betapa kagetnya dia ketika melihat Rendra dan juga Bram bodyguard Rendra yang sering dibawah Rendra kemanapun bila dia memerlukan Bram,jangan lupakan beberapa orang yang lain yang terlihat di belakang Bram, Wahyu tahu betul bagaimana akibatnya kalau berurusan si Bram, Rendra memang sabar dan baik tapi tidak dengan Bram, hanya dengan memanggil namanya saja Bram sudah tau maksud dari Rendra, dan Rendra selalu diam bila Bram sudah bertindak.


"Mampus gue!!" gumam Wahyu ketika melihat tatapan tajam mata Rendra.


Wahyu hanya membalas nya dengan senyuman manis sejuta watt agar Rendra tak terlalu marah padanya.


"A-aku terkunci di kamar Re!! benar deh!! aku tidak mengarang!" kata Wahyu yang terlihat gugup.


"Tuan Re, apa perlu saya robohnya rumahnya? agar tuan Wahyu mudah di tanggap?" kata Bram, namun bukan memandang ke arah Rendra, melainkan ikut menatap ke atas di mana ada Wahyu di sana.


"Sialan!!!! dasar Bos sama bodyguard sama saja!!"ki batin Wahyu


"Wahyu.... pintunya ke buka tuh!" syara Arra membuat Wahyu sedikit terjingkat.


"Eh... benar sayang?"


Belum juga Wahyu dan Arra keluar dari kamar tersebut, Rendra dan Bram sudah berada di depan kamar tersebut.


"Apa ini yang namanya terkurung dalam kamar.....WAHYU!!!" kata Rendra penuh penekanan.

__ADS_1


"Ya....nak Rendra, sebaiknya mereka segera di nikahkan...hiks....saya takut adik anda...sudah...hiks...sudah...!!" ....


bersambung..


__ADS_2