Birendra

Birendra
Kebahagiaan keluarga Bram


__ADS_3

"Waaahhh Tuhan!! Daddy kita dapat 5 cucu sekaligus!!"


pekik Mom Raisya saat berada di ruang rawat Acca, dia bayi yang berada di dalam box bayi sedang tertidur dengan nyenyak, para preman teman-teman Bram sudah bergiliran masuk untuk sekedar mengucapkan selamat dan melihat dua malaikat kecil yang mereka nobatkan sebagai pimpinan para preman suatu saat nanti, tentu saja tanpa sepengetahuan Bram dan Acca.


"Iya sayang...... Daddy akan minta pensiun dini lebih cepat!" kata Dad Ferdi


"Apa kamu akan tinggal di rumah Daddy dulu Ca? setidaknya sampai anak-anak berumur satu bulan" kata Dad Ferdi menawarkan diri.


"Tidak Dad, mas Bram akan mempekerjakan baby sitter,dan kasihan ayah bila harus di tinggal" kata Acca mencoba menolak dengan halus.


"Benar juga Dad, kasihan pak Surya nanti, masa' pas hamil besar tinggal di rumahnya, eh pas bayinya keluar di bawah ke rumah kita! gak papa Ca.....kamu bawa aja ke rumah kamu sendiri.......masih ada bayi Arsy dan bayi Arra, kita akan sibuk juga dengan si rese' juga kan"

__ADS_1


kata Mom Raisya yang mengingat bagaimana rese'nya Arvan, apalagi setelah punya dua adik kembar, rasanya keresekan Arvan semakin menjadi.


"Oh iya, kita akan sibuk dengan tiga bayi sekaligus kan sayang" ucap Dad Ferdi.


Mereka asyik berbincang,dan Wahyu masuk mengingat dia masih ada di rumah sakit itu untuk menemani sang istri, yang ada rencana pulang dari rumah sakit besok pagi. Maka saat Arra istirahat dan Wahyu mendapatkan kabar bahwa Acca melahirkan di rumah sakit yang sama, Wahyu menyempatkan diri.


"Bram.....itu kenapa banyak sekali orang?" tanya Wahyu yang memang tidak tau soal serangan preman ke rumah sakit dalam rangka mengantarkan Acca.


"Emang ada apa sih Mom?" tanya Wahyu lagi ketika pertanyaan nya pada Bram tak mendapatkan jawaban, Bram malah meninggalkan ruangan tersebut.


"Itu teman-teman preman Bram, mereka semua sejam yang lalu mengegerkan rumah sakit karena mengantarkan Acca" kata Mom Raisya, namun sayangnya Wahyu belum paham.Akhirnya Acca menceritakan seluk beluk kejadian se jam yang lalu, dan bagaimana mereka semua bisa ada di sini.

__ADS_1


"Hahahhahaha, bagus Ca!! belum besar aja anakmu sudah di nobatkan jadi kepala preman! hahahahahaha"


tawa Wahyu membahana di ruangan tersebut, Dad Ferdi ikut cekikikan sendiri membayangkan cucunya berada di barisan terdepan preman-preman tersebut. Sedang kan di luar, Bram memerintahkan Tarjo dan kawan-kawan nya untuk pulang, seperti tadi Tarjo menolaknya, dan akhirnya Bram meminta 4 orang saja yang berjaga di sana,dan mereka akhirnya mau, Bram memberikan kartu kredit milik nya pada Tarjo,dan meminta Tarjo untuk membagikan sejumlah uang sebagai ucapan syukur Bram atas kelahiran anak-anaknya, juga sebagai bentuk terimakasih karena sudah mengawal Acca sampai ke rumah sakit dengan selamat.


"Terimakasih untuk kalian semua!" kata Bram sebelum membubarkan mereka


"Jangan sungkan Bos! kami selalu ada buat Bos!" kata salah satu dari mereka.


"Ya... baiklah, untuk selanjutnya tidak perlu berjaga terlalu banyak di rumah, tapi sesekali kalian boleh main di rumah bukan untuk menjaga rumah ku!" kata Bram, karena sebagian dari mereka memang tidak bersedia bekerja dengan aturan-aturan Bram, mereka ada yang ikut perintah Bram sebagai bentuk toleransi saja, walaupun Bram tak pernah berdiam diri, Bram selalu membagikan uang kepada preman-preman tersebut.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2