Birendra

Birendra
Kekesalan Rendra


__ADS_3

"Anak nakal!!! sini kamu!!!" sentak Dad Ferdi dengan menjewer telinga Rendra dan menarik Rendra keluar dari kamar.


"Awwwoww.....!!!! dad sakit!!!" teriak Rendra.


"keterlaluan kamu ya!! mana pernah Daddy melarang mu berbuat yang enak-enak sama Arsy heh!!???" kata Dad Ferdi menahan kesal.


"Tapi bukan begitu caranya Re!!! Daddy sengaja menghukum mu agar kamu tau tanggung jawab!!! Perbuatan kamu tempo hari,sudah cukup Daddy toleransi ya Re!!! bukannya diperbaiki malah nekat jadi maling kamu!!"lanjut Dad Ferdi.


"Awwow Dad!!! Re bukan maling!!"


kata Rendra yang masih di bawa Dad Ferdi turun ke bawah sambil di jewer telinga nya, Eno hanya diam sambil menahan tawanya agar tak meledak, dan Mila yang takut di amuk oleh Daddy Ferdi memilih untuk masuk ke dalam Arsy.


"Naik ke balkon dengan tali seperti maling!! apa namanya kalau bukan maling!!! Daddy mana bisa percaya sama kamu Re!!! Daddy yakin kalau kamu sudah mencuri sesuatu dari Arsy!!!!" ucap Dad Ferdi.

__ADS_1


"Sakit Dad!!! Re kan gak mencuri Dad!! Arsy yang ngasih!!!" jawab Rendra, Eno sudah tak bisa lagi menahan tawanya, namun dia hanya mampu cekikikan di belakang ayah dan anak dengan percakapan ambigu mereka. Jeweran di telinga Rendra semakin keras ketika mendengar jawaban dari Rendra.


"Iya Dad, Re ngaku salah!! tapi lepasin Dad!! Re pake baju dulu!!" pinta Rendra yang pada akhirnya,dengan lembut Re meminta pada sang Daddy, berharap sang Daddy melepaskan nya, karena dia sudah melihat gelagat yang tak enak, sudah bisa dipastikan dia tak akan menang dari sang Daddy. Namun Re merasa malu kalau harus pulang ke rumah dengan hanya memakai celana boxer nya, apa kata Acca dan Arra nanti, kalau sampai mereka masih terbangun dan melihat tampilan Rendra, namun sayangnya Dad Ferdi tidak peduli dengan semua nya.


"Eno!!! kamu sopirnya!! kita pulang sekarang!!" perintah Dad Ferdi, setelah melepaskan tangannya dari telinga Rendra.


"I-iya uncle!" kata Eno sambil sedikit berlari melewati Rendra dan Dad Ferdi, Eno berlari keluar dan mengambil mobil Dad Ferdi yang tadi di lempar oleh Dad Ferdi padanya.


"Uncle!! kenapa duduk dibelakang semua?" tanyanya bingung.


"Sudah jalan No!!"


Sentak Dad Ferdi dan Rendra bersama an. Eno yang kaget segera menancapkan gasnya.

__ADS_1


"Sial!!! kenapa gue jadi takut sama mereka berdua!!" batin Eno.


Eno bertanya karena dia merasa menjadi sopir pribadi dadakan ayah dan anak yang sedang bersitegang tersebut, setelah mereka tiba-tiba masuk ke bangku belakang.Setelah perjalanan beberapa saat , akhirnya mereka sampai di sebuah rumah besar, Dengan cemberut Rendra turun dari mobil, Eno yang berniat pamit pun di urungkan,lebih baik dia menginap di sini, di rumah uncle nya. Dad Ferdi berjalan santai menuju pintu utama, Rendra yang sudah kedinginan, akhirnya berlari kecil menyusul Daddy nya.


ceklek...... pintu di buka oleh Mom Raisya, dia merasa heran melihat keadaan anaknya.


"Ketahuan Daddy lagi?" kata Mom Raisya dengan isyarat mulutnya tanpa mengeluarkan suara.


"Iya... Daddy resek!!" jawab Rendra,yang melakukan hal sama pada sang mommy.


Mommy nya hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala, hingga akhirnya, tatapan mata Rendra begitu tajam yang di tuju kan pada dua saudara kembarnya,siapa lagi kalau bukan Acca dan Arra. Mereka sudah cekikikan berdua, sambil tangan Acca merekam setiap gerak-gerik Rendra,dan jangan lupakan kalau Rendra sedang memakai boxer merah milik nya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2