Birendra

Birendra
Hilang nya Arsy


__ADS_3

Setelah pertemuan nya dengan Rendra, Arsy melanjutkan perjalanan nya ke pemakaman. hampir setiap dua minggu sekali Arsy membersihkan makam sang ayah, kali ini juga, Arsy membersihkan makam yang ayah, bahkan bunga yang dia tanam di pusara ayahnya sekarang tumbuh subur, setelah berdoa, Arsy sedikit bercerita tentang kehidupan nya


''Sore ayah, Ar datang lagi! apa ayah sudah bertemu ibu? apa ibu baik-baik saja? Ar di sini juga baik-baik saja Ayah. Ar hanya kangen Ayah!" ucap Arsy semakin lirih, dia benar-benar tak mau terlihat sedih di samping makam ayahnya. Arsy bercerita banyak hal, tentang kuliah nya yang tak terbayangkan sebelumnya, tentang kegiatan nya di restoran dan tentang banyak hal.Malam mulai beranjak,entah mengapa dia enggan beranjak dari sana.


"Neng Arsy! gak pulang?" tanya bapak penjaga makam.


"Nanti aja pak!''


''Udah petang ini neng?" seru si penjaga makam.


"Iya pak..gak papa nanti saja!'' saut Arsy, akhirnya si penjaga makam tersebut berlalu meninggalkan Arsy.


Arsy duduk bersandar di batu nisan Ayah nya, memang tempat pemakaman itu bersih dan terawat,hingga ada beberapa lampu juga di makam tersebut. Tanpa terasa Arsy yang lelah perlahan mengantuk, dia menutup matanya pelan dan tertidur di sana.


Rendra dan Farel sedang membahas tentang pekerjaan nya, proyek nya sudah dalam tahap kerjasama walaupun berlangsung alot, namun Rendra akhirnya memenangkan tender proyek tersebut.


"Gak pulang Bos? ini sudah jam 9 malam!" kata Farel yang bersiap hendak pulang.

__ADS_1


"Nanti aja! ini belum selesai! Apa Celia sudah pulang?" tanya Rendra.


"Dia hanya lembur sampai jam 7 malam tadi!'' saut Farel.


"Ya udah pulang aja dulu!" kata Rendra.


Farel ingin mengingatkan bahwa dia sudah hampir satu bulan pulang malam, apa tidak kasihan dengan Arsy, namun telepon dari sang Daddy menghentikan omongan nya. Farel akhirnya pamit terlebih dahulu, dia sudah di jemput oleh Jhon Daddy nya.


Beberapa saat kemudian, jam menunjukkan pukul 11 malam, Rendra memutuskan untuk pulang, dengan santai seperti biasanya Rendra memasuki rumah besar nya.


Di ruang tamu yang gelap,sebuah suara menghentikan langkahnya.


"Daddy?? ngapain Daddy gelap-gelapan?" kata Rendra santai saja sambil menghampiri Daddy nya.


"Dari mana kamu?" tanya Dad Ferdi mengulangi nya


"Dari kantor! dari mana lagi!" Jawab Rendra sambil membuka jas dan melonggarkan dasinya.

__ADS_1


"Di mana Arsy?" tanya Dad Ferdi


"Arsy? ya di kamar lah dad! di mana lagi?" jawab Rendra yang bingung dengan perkataan Daddynya.


"Apa yang kau cari Re?apa yang kau cari?apa yang kau cari dengan membesarkan perusahaanmu tanpa tau waktu!! Daddy masih bisa memenuhi hidupmu! Daddy masih bisa memberikan kamu sesuatu yang kamu butuhkan!! sekalipun kamu sudah berumah tangga!!! apa yang kamu cari sehingga kamu mengabaikan istrimu akhir-akhir ini?jangan pikir Daddy diam karena Daddy tidak peduli pada kalian!! Daddy diam karena Daddy menganggap kamu sudah dewasa!!sudah menjadi seorang suami!!!tapi ini keterlaluan!! kamu keterlaluan memperlakukan istrimu seperti ini Re!! setidaknya kalau kau tidak mencintainya lepaskanlah dia!!!" kata Dad Ferdi panjang lebar.


"Bahkan ini hari di mana ayahnya meninggal dan hari peringatan satu tahun pernikahan kalian!!" lanjut Dad Ferdi.


Deg............


Rendra merasa tertampar dengan kata-kata Daddy nya, benar saja! ambisinya untuk membesarkan perusahaan nya sungguh besar hingga dia melupakan Arsy, Tanpa mempedulikan Daddy nya lagi, Rendra berlari ke lantai dua, sesampainya di depan kamar nya, kamar itu gelap, tidak biasanya Arsy tidur dalam keadaan gelap-gelapan karena dia tak berani. Di bukanya perlahan kamar tersebut karena tak ingin membangun kan sang istri.


Gelap!! bahkan Rendra tak bisa melihat apa-apa lagi di kamar tersebut, segera dia mencari saklar lampu dan menyalakan nya. Ranjang rapi bahkan terlihat belum tersentuh sama sekali, Rendra berteriak memanggil Arsy.


"Ar.....Arsy.....!!! Ar!!!" teriaknya di berbagai sudut kamar nya bahkan sampai ke balkon kamarnya.


Tidak.... Ar.....jangan membuatku takut!!! batin Rendra

__ADS_1


bersambung


__ADS_2