Birendra

Birendra
Si kembar


__ADS_3

Rendra nampak sangat cemas, dia tak pernah berpikir akan melihat istrinya kesakitan lagi, sumpah demi apapun dia akan menghukum Dokter yang menangani Arsy, karena perkiraan nya meleset dan berakhir dengan kesakitan Arsy saat ini.


"Cepat Roy!!! aku tak ingin anakku lahir di dalam mobil!!" ucap Rendra.


Sekarang bukan hanya Rendra dan Arsy yang tegang, namun juga Roy yang ikut menentukan kelahiran anak dari tuannya itu.Kalau sampai Arsy melahirkan di dalam perjalanan karena keleletan Roy, Maka habis lah Roy!!.Roy komat - Kamit sambil terus mengemudikan mobilnya, dia sudah berulang kali membunyikan klakson mobil padahal di depannya jarak mobil nya dengan mobil lain masih jauh, karena kepanikan nya Roy jadi terlihat bodoh sendiri.


"Tuan kita ke mana sekarang?"


tanya Roy dengan bodohnya, panik membuat Roy linglung sendiri.


"Dasar be*go!!! Bodoooh!! kita ke rumah sakit Roooyyyy" teriak Rendra sambil memukul kepala Roy biar encer otaknya.


"Oh Tuhan!! maaf tuan saya lupa!" kata Roy dengan entengnya, satu pukulan lagi mendarat ke kepala Roy


"Kopyor deh otak gue kopyor!!" teriak batin Roy


Dengan segera Roy mempercepat laju kendaraannya, sungguh dia ingin segera sampai ke rumah sakit selain untuk menyelamatkan Arsy istri dari majikan, Roy juga harus menyelamatkan kepalanya sendiri dari Rendra, entah sudah berapa kali Roy menjadi sasaran pukulan dari Rendra dan memang itu Rendra lakukan karena kebodohan Roy sendiri,Roy sama juga paniknya dengan Rendra sehingga dia menjadi linglung. beberapa menit kemudian Roy sudah memasuki area rumah sakit dan segera memarkirkan mobilnya tepat di depan lobby UGD, dengan cepat Rendra membawa Arsy keluar dari mobil dan seorang suster yang sudah menunggunya di sana juga dokter yang menangani kehamilan Arsy selama ini,dokter itu nampak sedikit gemetar melihat tatapan mata Rendra yang seolah-olah menusuk jantungnya.

__ADS_1


"Aku tunggu penjelasan mu dokter Anggun!" kata Rendra penuh penekanan.


"I-iya Tuan Rendra, sudah di siap kan ruang operasi untuk nyonya Arsy" kata dokter tersebut sedikit gemetar.


"Rendra!....sedang apa di sini?" tanya Dad Ferdi yang baru saja keluar dari mobilnya.


"Daddy sendiri ngapain di sini?" tanya Rendra heran


"Arra mau melahirkan, Wahyu membawa nya ke sini bersama Mom Raisya" jawab Dad Ferdi.


"Tuan Rendra Tolong tanda tangani berkas ini" kata seorang suster yang menyela perbincangan mereka.


Rendra akhirnya menunggu di depan ruang operasi sedangkan Dad Ferdi melangkah meninggalkan Rendra untuk melihat keadaan Arra.Roy berlari menghampiri Rendra dengan membawa perlengkapan bayi Arsy, saat di rumah tadi seorang pelayan memasukkan perlengkapan bayi Arsy ke dalam mobil.


"Bagaimana Tuan? apa sudah lahir?" tanya Roy terlihat berbinar


"Lahir kepala mu!!" kata Rendra dengan sebuah pukulan di kepala Roy.

__ADS_1


"Awwow Tuan!! kepalaku benar-benar bisa kopyor!!" pekik Roy kesakitan


"Karena kau benar-benar bodoh Roy!! sana menikah Roy dan aku doakan istrimu akan lebih menyeramkan dan merepotkan mu saat melahirkan nanti!"


"Tega banget Tuan!" kata Roy sedikit memelas.


Tak lama kemudian ruang operasi terbuka, nampak seorang Dokter keluar dengan dua suster yang membawa masing-masing bayi.


"Tuan Rendra, anak Anda sudah lahir dengan selamat, selamat Tuan" kata dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Rendra dengan cemas.


"Semuanya baik-baik saja, Nyonya akan segera di pindahkan ke ruang rawat"


"Dan ini adalah anak Anda Tuan, silahkan" lanjut sang dokter.


"Roy...si kembar lahir!" ucap Rendra dengan penuh haru.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2