
Arvan nampak sangat senang mendapatkan mainan baru dari sang Mami. Ya...Aluna menjadi mainan baru untuk Arvan, setidaknya itulah yang dipikirkan Arvan.melihat Aluna yang tiba-tiba marah, terlihat menyenangkan bagi Arvan. dia menjadikannya sebagai hiburan tersendiri. Apalagi Aluna menjadi gadis yang bersifat berbanding terbalik jika di hadapan sang Mami, Arsy. Aluna menjadi gadis yang baik,lembut dan penurut, bahkan terkesan manja di depan Arsy,beda lagi jika menghadapi dirinya, jika mereka hanya berdua, Aluna seperti singa betina dengan tatapan mata tajam terhadap Arvan.
Aluna terpaksa memenuhi permintaan Arsy untuk datang ke rumah, kali ini mereka akan mengadakan makan malam bersama untuk membahas tentang pernikahan Arvan dan juga Aluna,sungguh beberapa hari yang lalu Aluna sudah mondar-mandir ke perusahaan Arvan, bukan untuk memperkenalkan diri sebagai calon istri Arvan, namun mencoba bernegosiasi dengan Arvan agar pernikahan mereka tak terlaksana.
Entah apa yang ada di otak Arvan, yang jelas dia tidak mau memenuhi permintaan Aluna untuk membatalkan pernikahan mereka, cinta kah Arvan pada Aluna? dan jawabannya adalah tidak!namun Entah mengapa Arvan merasa senang jika menikah dengan Aluna,setidaknya ada mainan baru yang bisa dia jahili setiap saat, Arvan benar-benar menjadi manusia rese' dari kecil sampai seusia nya yang sudah matang.
"Beneran kamu mau nikah sama gadis itu?'' tanya Dad Ferdi,sang Opa.
"Beneran Opa, pilihan Mami tuh" jawab Arvan sekenanya.
"Gak bakalan nyesel? emang kamu gak punya pacar? atau cewek incaran?" tanya Dad Ferdi pada sang cucu.
"Heleh!! Mana ada yang mau Dad lelaki modelan kayak gini!! Rese'..!!!" setelah sekian lama jadi pendengar saja diantara mereka kini Rendra mulai mengecek sang anak.
"Papi!!! anak ganteng gini di bilang gak laku!! kalau dari segi ketampanan!! jelas lah aku masih jauh di atas Papi!!" ucap Arvan dengan nada ketus dan angguh nya bersamaan.
__ADS_1
"eh Rese'!!! kamu pikir, wajah yang kamu bilang tampan itu warisan dari siapa?? Jelas lah warisan dari ketampanan Birendra!!...itu Papi kamu ini!!" saut Rendra dengan sombongnya sambil menepuk dadanya, Arvan jelas mencebik
Dad Ferdi sudah memijit pelipisnya sendiri, entah mengapa, anak dan cucunya itu tak pernah sekalipun ada yang mengalah, Bahkan mereka seakan bersaing sejak Arvan masih belum bisa berbicara sama sekali, ya.... kasih sayang yang mereka tunjukkan memang sangat aneh.
"Ya tetap saja, aku yang paling tampan di antara kita!" ucap Arvan yang tak mau kalah.
Hampir saja Rendra membuka mulutnya, dan dengan cepat Dad Ferdi melerainya.
"Sudah-sudah!! Daddy pusing mendengar perdebatan kalian!! ayo kita makan saja!" ucap Dad Ferdi sambil berdiri dan berjalan ke meja makan, kebetulan sekali semuanya sudah siap, dan dengan segera mereka mengawali acara makan malam mereka, Malam ini Thisa yang tidak bisa hadir, karena dia mengatakan dalam misi demi masa depannya, entah apa itu.
Aluna nampak berpikir, dia menatap ke arah Arsy yang penuh dengan harapan, ke arah Rendra yang sedikit tersenyum,tak lupa Mom Raisya dan juga Thika, sungguh melihat wajah mereka, Aluna sangat bersyukur di terima di keluarga yang terbilang cukup terpandang dan kayak raya, Namun ketika dia menoleh ke arah Arvan, senyum kejahilan dan kemenangan yang di tunjukkan oleh Arvan, membuat Aluna ingin sekali menolaknya.Namun beberapa saat kemudian.
"Dengan satu syarat Tuan" ucap Aluna
"Lho, ngapain pakai syarat segala!!" saut Arvan sambil menenggak kan tubuhnya.
__ADS_1
"Arvan!! dengar kan Luna dulu!" ucap Rendra.
"Apa syarat nya Luna?"
"Syaratnya adalah........"
Deg
Deg
Deg
Jantung Arvan berdetak lebih kencang, dia tau Aluna sedang bermain peran di depan keluarga nya, dia pasti bertujuan membalas Arvan, begitu lah setidaknya pikiran Arvan.
bersambung
__ADS_1