Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 30


__ADS_3

Camelia terhenti di tempat,ketika mendengar suara celetukan teman-teman Faash, Faash hanya tersenyum miring melihat wajah panik dan cemas Camelia.


"Diem loe semua!!" ucap Faash menghentikan suara sumbang teman-teman tongkrongan nya.


"Lia...sini.." lanjutnya.


Masih dengan wajah cemasnya, dia mulai melangkah mendekati Faash, bukan tanpa alasan Camelia takut dan panik, dia seorang gadis yang terjaga di dalam rumah nya, tanpa pernah bergaul dan mengenal kalangan bawah, membuatnya takut kalau mereka berbuat yang tidak-tidak padanya.


"Sini..duduk!" pinta Faash sambil menarik tangan Lia karena terlihat banget Lia enggan duduk di kursi tersebut.


"Siapa Bos? cantiknya kelewatan banget" kata salah satu cowok yang di sana.


"Calon istri" jawab Faash santai.


"Wiiihh dapet dari mana Bos? hasil melet ya?"


"Sialan loe!! emang tampang gue, tampang tukang pelet?!!"


Banyak orang yang tak begitu tau akan jati diri Faash yang sebenarnya, kecuali si pemilik warung tersebut tentunya, karena Arga dan Faash memang teman semasa sekolah dulu, Arga yang berasal dari keluarga sederhana, Karena tidak bisa melanjutkan kuliah,Arga lebih memilih membangun usaha,dan dia mendapatkan pinjaman modal dari Faash, namun Arga tak mau mendapatkan nya dengan cuma-cuma, dia tetap bersikeras mengembalikan nya, dan Faash menolak permintaan tersebut, hingga membuat Arga begitu setia di setiap perjalanan hidupnya menjadi salah satu anak buah Faash.

__ADS_1


"Minum apa Li?" tanya Faash.


"Ehmm...gak usah aja Ash" jawab Lia,


Faash nampak tersenyum tipis, sepertinya rencananya untuk membuat Lia ilfill dan membatalkan perjodohan mereka akan berhasil, Faash memang mengambil kesempatan untuk keluar rumah dan juga bertujuan membuat Lia tau akan pergaulan nya, dia berencana membuat Lia menceritakan semuanya pada Mama nya, dan berharap Mama Lia akan membatalkan perjodohan mereka.


"Kenapa?" tanya Faash, dia mulai menyeruput kopi hitam pesenannya.


"Aku gak haus" saut Lia.


Lia nampak bergerak-gerak gelisah di samping Faash, sedangkan Faash tak begitu mempedulikan Lia yang ada di samping nya, dia asyik berbincang dengan teman -temannya.Lia benar-benar tak nyaman berada di sana, hampir satu jam, nyatanya Faash tak mempedulikan dirinya sama sekali.


"Nanti " saut Faash dan kembali meneruskan perbincangan nya dengan teman-temannya, bahkan kemana arah pembicaraan mereka saja, Lia sungguh tak paham.Lia gadis yang memang sangat penurut, di rumah segala sesuatu nya serba di atur oleh kedua orangtuanya, mulai dari hal terkecil sekalipun, dan bahkan, ketika orang tua nya menjodohkan nya dengan Faash, anak dari rekan bisnis sang Papa, Lia pun dengan tanpa pikir panjang menerimanya, Lia tak tau siapa sebenarnya Faash, bagaimana sifatnya, sikapnya, kehidupan nya, atau bahkan teman pergaulannya, namun ketika sang Mama mengatakan bahwa Faash adalah lelaki yang baik, sopan dan dari keluarga yang baik pula, membuat Lia menerima perjodohan itu, dan Mama nya bilang, sekali menerima nya maka,Lia tak akan pernah bisa membatalkan nya, dan Lia pun menyanggupi nya.


"Kenapa? bosan? atau tidak suka dengan pergaulan ku?" tanya Faash yang melihat Lia sudah tak nyaman.


"Iya bosan, aku cuma diam aja, gak ada yang bisa di kerjakan" jawab Lia.


"Tapi kalau kamu masih ingin di sini, gak papa..aku temani kok" lanjutnya.

__ADS_1


"Kamu gak ilfill lihat aku sama teman-teman aku?" tanya Faash,karena sedari tadi dia hanya melihat Lia bosan namun tak menangkap rasa tak suka Lia, Lia hanya terlihat bosan.


"Gak"


"Masih mau di jodohkan sama aku? walaupun pergaulan aku kayak gini?" tanya Faash,sungguh dia sangat penasaran.


"Masih....memang Faash gak suka sama Lia?" tanya Lia yang secara tiba-tiba berada tepat di depan wajah Faash.


"Suka" jawab Faash cepat, entah mengapa hatinya berdebar kencang ketika melihat wajah Lia sedekat itu, dia bahkan lupa tujuan nya membawa Lia bertemu dengan teman-temannya, agar Lia membatalkan perjodohan nya.


"Cie...cie...cie...otw bucin!!"


"Oohhh Mak jleb atiku!!"


"Maaaa....aku jatuh cinta!!"


"Bau-bau kawin nih!!"


Begitulah celetukan teman-teman Faash yang gak ada akhlak,ketika melihat dua insan manusia yang saling bertatapan dengan sangat dekat.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2