Birendra

Birendra
Lupa sesuatu??


__ADS_3

Setelah tahu bahwa Arsy hamil, Rendra dengan segera menyuruh Farel mengambil uang tunai di ATM,dan membagikan uang tersebut hampir ke seluruh suster dan dokter di rumah sakit, bahkan setiap orang yang di lewati Rendra langsung dia beri uang, Rendra mengatakan sebagai rasa syukur atas kehamilan sang istri.


Mereka bersuka cita di rumah sakit tersebut, Rendra juga tak lupa mengabari sang Daddy dan mommy nya tentang kabar kehamilan Arsy.Arsy harus istirahat terlebih dahulu setelah dinyatakan lebih baik, setelah nya dokter baru boleh mengizinkan Arsy untuk keluar dari rumah sakit,Arsy terbukti memakan terlalu banyak cabe sehingga menyebabkan perutnya sakit,namun itu tak berpengaruh pada janin yang dikandung oleh Arsy.


Eno, Farel,Mila dan juga Rendra sedang berada di ruang rawat Arsy, Mereka terlihat berbahagia! sangat bahagia,apalagi Rendra yang mulai terlihat posesif terhadap Arsy, Arsy bahkan dilarang bergerak seinci pun dari ranjang rumah sakit, karena mulai lapar, Farel membelikan makanan untuk Mila, kekasih barunya itu, Farel membelikan beberapa makanan di cafe dan membawanya ke ruang rawat Arsy,dengan lahap dan enaknya mereka memakan semua makanan yang ada di sana, Mereka lupa atau bahkan sangat lupa, ada seorang lelaki tampan dan gagah yang sedang berjualan bakso, ya Wahyu dengan segala umpatan dari mulut nya sedang hilir mudik melayani pelanggan dan sesekali mencuci piring.


"Waduh pak, yang bantu jualan gagah amat" celetuk seorang ibu-ibu bersama temannya.


"Iya, adiknya apa anaknya pak?" lanjut temannya.


"Anaknya Bu" jawab Wahyu, padahal si bapak sudah mau menjawab


"Gila aja, kalau sampai gue di bilang pegawai dadakan karena makan gak bayar! mau di taruh mana muka gue!" batin Wahyu kesal

__ADS_1


"Ya Bu, anak angkat!" ucap di bapak tukang bakso terdengar sedikit kesal.


"Pantesan pak, muka nya gak mirip! gantengan si mas nya" kata si ibu di barengi suara cekikikan dari temannya, si tukang bakso tambah kesel saja,


"Cuci mangkuk sana! di luar udah numpuk!" ucap si bapak, Wahyu yang tak mau identitas nya terbongkar langsung ngacir ke belakang untuk mencuci mangkuk bakso.


"Sialan!!! gue bakalan balas loe rendraaaaaaa!!!" teriak Wahyu, saat membuang sampah yang lokasinya agak jauh dari warung.


uhuk...


uhuk...


uhuk...

__ADS_1


"pelan-pelan Re, gak akan ada yang minta kok" kata Eno sambil mengambil minuman nya karena makanan di depannya sudah habis.


"Siapa sih yang lagi bicarain loe, kata orang jaman dulu, kita lagi di bicarain seseorang" saut Farel


''Emang ada yang seperti itu sayang?" tanya Mila, entah sejak kapan panggilan sayang itu tiba-tiba saja terlontar dari bibir mungil Mila, dan nampak dengan jelas,farel salah tingkah dan terlihat merona demi mendengar panggilan sayang padanya. Eno yang di cap play boy merasa kesal, bagaimana bisa? di antara mereka bertiga yang ada di ruangan tersebut, hanya si playboy saja yang tak punya kekasih, cap play boy nyatanya hanya sebagai hiasan saja.


Rendra masih sibuk minum dan menetralkan tenggorokannya, Untung saja makanan yang Rendra makan tidak pedas, sehingga tidak sampai membuat tenggorokannya terasa panas, setelah bisa menetralkan tenggorokannya Entah kenapa tiba-tiba Rendra, Eno dan Farel berhenti dengan kegiatan mereka masing-masing,


"Apa kita lupa sesuatu?" tanya Farel


mereka saling pandang sebelum ketiganya memekik secara bersamaan.


"Wahyu!!!!"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2