Birendra

Birendra
Semua harus Celia


__ADS_3

"Cepat cari dong Celia! kamu kan cewek! pasti kamu lebih ngerti carinya dimana!!!''


"Gitu aja gak dapat Celia!!! apa gunanya kepintaran kamu!!"


"Aku memang bilang bebek!! tapi bukan bebek hidup juga Celia!!!"


"Nasi goreng nya harus pakai telor Celia,, telornya harus dua dan gak boleh pecah!! ini kenapa pecah semua!!"


"Celia!! beliin es cendol dong!"


"Celia!! martabak manis isi kacang dong!"


"Celia!! coklat hangat dong!!!"


"Celia!!! makan jagung manis pakai keju enak kali ya!!"


"Aaaarrrgggghhhh"

__ADS_1


teriak Celia di taman kantor nya, ketika dia mengingat bagaimana Rendra dengan seenaknya saja memerintah Celia untuk menuruti acara ngidam Rendra. ya sejak kehamilan Arsy terkuak hal itu justru berdampak pada Rendra,Entah kenapa Arsy tak lagi meminta sesuatu kepada Rendra, setelah acara makan belalang krispi kemarin yang pada akhirnya terpenuhi oleh Rendra, sekarang sindrom ngidam simpatik di alami oleh Rendra.


"Masih untung loe kehamilan simpatik nya gak yang mual muntah!! banyak yang istrinya hamil, suami mual dan muntah, nah loe? loe malah aneh, ngidam loe aneh-aneh!!" kata Farel beberapa hari yang lalu.


Farel yang melihat Celia duduk di taman sendirian datang menghampiri sekertaris Rendra tersebut, dia merasa simpati dengan Celia, bukan apa-apa, Rendra yang harus menyusahkan Celia tak tau bahwa kondisi Celia juga sedang tak baik, lebih tepatnya hatinya yang tak baik.disaat itu Celia sedang menghadapi masalahnya sendiri, Celia baru saja memergoki pacarnya selingkuh di sebuah hotel, saat itu Celia yang tak sengaja melihat sang kekasih datang bersama seorang wanita yang benar-benar sangat dikenalnya, yaitu sepupunya sendiri,mereka datang ke hotel dengan bergandengan mesra bahkan sesekali pacarnya mencium kening sepupunya tersebut, Celia melihatnya sendiri, saat itu Celia sedang mengadakan rapat bersama farel untuk bertemu dengan klien yang sedang menginap di hotel tersebut.


"Kopi?" kata Farel menyerahkan kopi panas pada Celia.


"Terima kasih pak" jawab Celia.


"Udah gak usah di tanggapi bos Rendra, nanti aku tambahin modus bulanan kamu!" kata Farel mencoba menghibur Celia.


"Ya udah, aku tinggal dulu, udah di jemput tuh sama Mila" kata Farel ketika melihat Mila melambaikan tangan nya.


"Kamu cepet pulang!" lanjut farel


"ya pak.. makasih"

__ADS_1


Celia akhirnya melangkah gontai melewati pos satpam, sebenarnya, biasanya dia di jemput sang kekasih, mobil yang di belikan Celia untuk Roky kekasih nya diambil oleh sang kekasih dengan tak tau malunya.


"Pulang neng?" kata pas satpam


" iya pak!"


Celia memutuskan untuk mencari kost untuk tempat tinggal nya, sudah satu bulan sejak putus dengan sang kekasih, dia menempati tempat kost yang tak jauh dari perusahaan, Celia tak mau tinggal serumah dengan Tasya sepupunya yang tega merebut Roky kekasih nya. Ya selama ini Celia tinggal bersama sang nenek yang serumah dengan Tante, Om dan sepupunya,karena Ayah Celia yang sudah menikah lagi, tinggal di luar kota bersama istri dan anaknya.


Celia berjalan dengan pelan menuju ke kosnya,karena memang jaraknya tak seberapa,hingga sekitar 10 menit berjalan ponsel yang ada di tas Celia berbunyi, dengan malas Celia melihat siapa yang menelpon nya. Celia terlihat menatap ponselnya dengan mengigit bibir bawahnya, dia sudah sangat deg-deg an dengan apa yang akan dia dengar lagi.


"Ha-halo...." ucap Celia setelah menekan ikon hijau pada ponsel nya.


"Celia..." suara lembut Rendra terdengar jelas, suara lembut namun sudah seperti suara malaikat maut bagi Celia.


"Iya Bos" jawab Celia yang sudah menghentak-hentakkan kakinya di tanah karena kesal.


"Eehmmm....ada tukang mie tek-tek di sebelah kostmu! enak lho, bisa beliin kan? heheheheh!"

__ADS_1


Aaaarrggghhh........... suara teriakan hati Celia


bersambung


__ADS_2