Birendra

Birendra
Lamaran Wahyu- Arra


__ADS_3

Acara lamaran Arra dan juga Wahyu akhirnya terlaksana juga malam ini, dan tanpa menunggu lebih lama, Wahyu yang diundang oleh keluarga Dad Ferdi pada pukul 7 malam datang dengan seenaknya saja, Wahyu bahkan datang satu jam sebelum undangan itu, Wahyu menjemput sang Papa dari kantor lebih awal, bahkan Papanya saat itu sedang meeting dengan distributor barang-barang untuk kebutuhan restoran dan hotel mereka yang tersebar di berbagai kota. Wahyu tak mau datang terlambat,dia bahkan datang dengan Papa, Mama nya dan rela menunggu di depan pagar rumah Dad Ferdi, Tante Mira berulang kali mengumpat Wahyu,bagaimana tidak! undangan makan malam pukul 07.00 serta acara lamaran dadakan yang diadakan oleh keluarga Dad Fredi tapi dengan seenaknya Wahyu mengajak mereka satu jam sebelum acara.


"ya udah Wahyu, ayo kita masuk aja, ngapain kita berdiri di depan pagar seperti ini, seperti orang minta-minta aja!" ucap Tante Mira dengan ketusnya.


"jangan dong ma,persiapan mereka mungkin belum matang jadi kita sebagai tamu harus menghormatinya kita di sini aja ma"


ucap Wahyu dengan santainya berdiri di samping mobil dengan memainkan ponselnya.


"Wis lah ma...kok ribut! santai wae lah!" kata Papa Wahyu, yaitu Om Sakti.


"Iihh anak sama bapak sama saja!"


Entah mengapa melihat tante mira marah-marah merupakan mood booster tersendiri untuk mereka berdua,mereka sering cekikikan berdua jika tante mira sudah ngomel-ngomel tidak jelas, di rumah pun sama saja jika tante mira sudah ngomel-ngomel,hal itu merupakan suatu hiburan tersendiri untuk Om sakti dan juga Wahyu.


"Radio rusaknya mulai on" bisik Om Sakti


"Hihihihihi...makanya pa..radionya di benerin biar gak rusak" balas Wahyu dengan berbisik pula.


setelah menunggu hampir 40 menit akhirnya tante mira Tak sabar untuk masuk ke dalam rumah, dia benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan Wahyu, Pak satpam yang sedari tadi sudah memperhatikan mereka dan sebenarnya sejak tadi sudah menawari mereka masuk, namun Wahyu masih menolak, kini satpam tersebut menghampiri mereka lagi.


"Sudah waktunya masuk belum mas Wahyu?" tanya Pak satpam yang memang sudah kenal dengan Wahyu, dia tersenyum sendiri melihat ke-absrud-an keluarga Wahyu.


"Sudah pak!" jawab Wahyu


"dari tadi kek!!!mama kan sudah kepanasan di sini" ucap Tante Mira ketus


"lha mama kan bisa masuk mobil! ngapain nemenin Wahyu di luar?!" tanya Wahyu


"Iya..ya...ngapain aku tadi berdiri di luar?"


gumam Tante Mira yang masih bisa di dengar jelas


Sontak saja anak dan suaminya cekikikan berdua, apalagi sekarang di tambah pak satpam yang ikut cekikikan.


"Diam kalian!!"

__ADS_1


Karena tak mau menimbulkan keributan, akhirnya Wahyu dan juga Om Sakti mengikuti Tante Mira masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju masuk ke pekarangan rumah Dad Ferdi. di teras sudah ada seorang pelayan yang menunggu kedatangan mereka, Om Sakti, Tante Mira dan juga Wahyu segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah,Wahyu benar-benar terlihat tidak sabar.


"Jangan malu-malu in Mama ya kepiting rebus!!! kamu harus terlihat tenang dan berwibawa!" kata sang Mama sedikit pelan.


"Ya Wahyu! kita ini keluarga ningrat, sopan santun dan tata Krama adalah nomor satu!!atur cara bicara mu dengan benar, apalagi terlihat jelas kalau keluarga ini keluarga terpandang!"


wejangan sang Papa tiba-tiba keluar, Wahyu hanya bisa mangut-mangut saja, benar apa kata sang Papa, Wahyu tak boleh terlihat kampungan dan tidak sopan.


"Beres pa..ma...!" kata Wahyu.


Beberapa saat kemudian Mom Raisya dan Arsy nampak keluar dan menyambut mereka dengan senang hati, sedangkan Dad Ferdi dan Rendra masih di dalam karena masih berganti baju.Acca menemani Arra yang nampak gugup di dalam kamarnya.


"Mari silahkan tuan dan nyonya" kata Mom Raisya mempersilahkan mereka.


"Jangan seperti itu Nyonya, panggil saja saya jeng Mira, tidak usah pake nyonya segala!" kata Tante Mira dengan sopan.


"begitu ya jeng Mira, baiklah...mari silahkan duduk! sebentar suami saya sedang ganti baju!" kata Mom Raisya.


"Ah tidak apa-apa jeng......"


"Raisya...." jawab Raisya


Beberapa orang-orang yang di bawa Tante Mira berdatangan dengan membawa berbagai bingkisan dan berdiri di ambang pintu menunggu perintah tuan nya.


"Kalian sini...." kata Tante Mira


"Jeng Raisya Maafkan karena kedatangan kami tidak membawa apa-apa ke sini,hanya ada beberapa bingkisan untuk calon menantu kami Arra" kata Tante Mira.


Mom Raisya dan Arsy hanya bisa melongo saja ketika melihat bingkisan yang mereka bawa untuk Arra,tante mira bilang hanya beberapa tapi di situ nampak ada 30 orang membawa masing-masing bingkisan dan antri menunggu giliran meletakkan bingkisan di tangan mereka.


"ini banyak sekali jeng Mira, ini bener-bener banyak" kata Mom Raisya terlihat sungkan karena calon besannya membawa begitu banyak bingkisan.


"mohon diterima Nyonya Raisya ini adalah tradisi di keluarga kami,seluruh keluarga kami akan melakukan hal yang sama seperti ini bila melamar seorang gadis, mohon diterima nyonya Raisya"


Kali ini Om Sakti yang berbicara, dan dan akhirnya dengan senang hati Mama Raisa menerima bingkisan tersebut memerintahkan kepada 30 membawa bingkisan untuk untuk memasuki ruang keluarga dan menyimpannya di sana karena beberapa pelayan pun sedang membantu untuk menerima bingkisan tersebut.

__ADS_1


"Ini apa Ar?"


tanya Opa Kenan yang baru saja keluar bersama dad Ferdi, karena Opa Kenzo sedang tak enak badan, akhirnya hanya Opa Kenan dan Oma syila yang ikut datang ke acara malam ini.


"Bingkisan Opa, dari keluarga Kak Wahyu, sebagai tanda Kak Wahyu melamar Kak Arra" kata Arsy menjelaskan.


"Kok sebanyak ini?" tanya Dad Ferdi


"Katanya sudah tradisi keluarga Dad!" jawab Arsy sambil ikut meletakkan beberapa bingkisan, dan kemudian memerintahkan para pelayan untuk memindahkan nya


"Ya udah pa...ayo keluar menyambut mereka!" kata Dad Ferdi di ikuti oleh Opa Kenan.


sesampainya di ruang tamu Opa Kenan yang berjalan terlebih dahulu akhirnya dikenalkan oleh Mom Raisya sebagai Opa nya Arra dan kemudian Dad Ferdi yang ada di belakangnya, namun melihat Dad Ferdi, Om Sakti langsung berdiri tegak dan nampak melihat Ferdi dengan begitu lekat.


"Seperti kenal?" gumam Om sakti.


"Kenapa pa?" tanya Wahyu yang sudah nampak cemas karena Papa nya memandang Dad Ferdi tanpa berkedip.


"Ingat pa!!kita ini keluarga ningrat, sopan santun dan tata Krama adalah nomor satu!!" bisik Wahyu pada Papa, menirukan wejangan sang Papa beberapa menit yang lalu.


"Kamu Ferdi kan?" tanya om Sakti, Dad Ferdi mengerutkan keningnya sambil mengingat-ingat siapa lelaki di hadapannya ini.


"Ferdi kan?? ingat gue gak?? gue Sakti!!! loe bilang anak ningkrat saat SMA!!" kata Om Sakti senang karena bertemu teman lama.


"Sakti??? Sakti mandraguna, si ningrat sialaaaannn itu!!!!?" kata Dad Ferdi mengingat nya dan terlihat senang.


"Bukan mandraguna bangsaaat!! kemana aja loe....gila!!! ningkrat an loe sekarang daripada gue!!"


kata Om Sakti sambil berpelukan dengan Dad Ferdi teman lamanya.


mereka bercanda kesana kemari tanpa menghiraukan beberapa orang di antara mereka, akhirnya Mom Raisya mendekati sang Papa mertua.


"Pa...ini gak papa kita besanan sama temen Dad Ferdi, kayaknya sama gesrek nya deh" bisik Mom Raisya.


Tak berbeda dengan Mom Raisya, Wahyu juga menempel pada sang Mama.

__ADS_1


"Ma, ini Papa bukan sih? kata nya harus terlihat sopan, ningrat!!! ningrat apaan ini??!! jangan-jangan gara-gara ulah Papa,Wahyu bisa di tolak jadi mantu ma!!" bisik Wahyu dengan cemas.


bersambung....


__ADS_2