Birendra

Birendra
Arsy salah paham


__ADS_3

"Arsy janji pada Abang Dad, Kalau Abang sudah mendapatkan wanita yang dicintainya, Arsy harus rela melepaskan Abang demi wanita itu, Dan kini Abang sudah mendapatkannya dad!" tutur Arsy masih dengan tertunduk. Daddy Ferdi sampai melotot mendengar penuturan Arsy menantu nya.


''Apaa?????" teriak Rendra sambil berdiri dan menatap tajam ke arah Arsy.


"Kamu menuduh Abang selingkuh Ar?" kata Rendra sedikit meninggi.


Rendra tak terima Arsy menuduh nya selingkuh, dia memang lalai karena melupakan Arsy dan lebih mementingkan pekerjaan nya, tapi Rendra tak pernah sekalipun menyelingkuhi Arsy,pikir Rendra.


"Jawab Ar!!!" bentak Rendra, dia tipe lelaki setia dan tak mungkin menduakan wanita yang dicintainya, walaupun Rendra memang tak pernah mengungkapkan perasaan nya pada Arsy, Tuduhan Arsy yang mengatakan dia selingkuh sudah keterlaluan menurunkan Rendra. Arsy kaget mendengar bentakan dari Rendra dan akhirnya hanya bisa diam, ini kali pertama dia di bentak oleh Rendra, tiba-tiba....


"Huaaaaaaa haa.....hiks....hiks......!!" Arsy menangis dengan keras.


Dad Ferdi sampai di buat kaget, jangan lupakan tatapan tajam mata nya yang di tujukan pada anak lelaki satu-satunya. Rendra hanya menghela nafasnya pelan ketika melihat sang Daddy, sungguh dia tak tega melihat Arsy yang menangis keras.


"Ar.....!!" ucap Rendra lirih.


"Abang jahat!!!" ucap Arsy sambil berdiri di depan Rendra.


entah mengapa tatapan mata Arsy membuat Rendra menelan salivanya dengan susah payah, sekian lama mengenal Arsy, baru kali ini dia melihat sosok tegas dan marah sang istri. Kemana tadi kemarahan dan keberanian Rendra? entahlah, setelah melihat Arsy yang matanya berkobar karena marah, nyali Rendra menciut dengan sendirinya.

__ADS_1


"Abang gak selingkuh??? kalau begitu dengan siapa Abang kemarin ke toko bunga?" Arsy maju satu langkah mendekati Rendra, dan reflek Rendra mundur satu langkah.


"Kapan Ar? Abang gak ke sana!!" ucap Rendra


"Gak ke sana??? Abang yakin gak ke sana??"


"Abang beli bunga mawar putih bersama seorang wanita!!!"


"Aku bahkan di sana!! saking terpesonanya Abang dengan gadis itu, Abang sampai gak bisa melihat ada Arsy di sana!!!"


"Padahal hari itu adalah hari peringatan setahun pernikahan kita bang!!!'"


"Orang cemburu itu menyeramkan ya Ca!" bisik Arra pada Acca


"Iya padahal Arsy polos gitu!! bisa kayak singa betina!!" Acca menimpali dengan berbisik pula.


"Ma-mana ada Ar!!! a-abang tidak........!" Rendra dengan gugup menjawab kata-kata Arsy, hingga dia mengingat kemarin sore dia mampir ke toko bunga bersama Celia.


'Ooh Tuhan Ar,....itu Celia......!!" ucap Rendra yang terpotong dengan omongan Arsy

__ADS_1


"Celia!!! jadi pelakor itu namanya Celia!!!??? huaaaaaa haaaaa!! dia sangat seksi!!! Abang milih dia? Abang jahat!!!" kata Arsy sambil menangis keras


"Ma-mana ada pelakor Ar!!"


lagi-lagi Rendra gugup, dia malah sudah mengutuk dirinya sendiri kenapa di saat Arsy marah dia terlihat seperti Farel yang takut pada Kamilaa. Dad Ferdi bahkan sudah mengulum bibir nya sendiri menahan tawanya, entah mengapa dia begitu senang melihat Rendra bernyali ciut di depan Arsy yang sedang terbakar cemburu. Dan sialnya Rendra melihat itu, dia terlihat melihat tajam sang Daddy yang posisinya di belakang Arsy.


'Abang bisa jelaskan semuanya!!!" kata Rendra berdiri dan berniat menarik Arsy ke dalam kamar pribadi mereka.


"Gak mau!!! Arsy mau di sini aja!!!" kata Arsy sambil mengibaskan tangannya Rendra.


"Kita ke kamar!! Abang akan jelaskan semuanya!!" ajak Rendra.


"Gak mau!!! kalau di kamar Arsy gak mau nanti Arsy di -enak-enak in- sana Abang!!" ucap Arsy vulgar, Acca dan Arra sampai melongo mendengar nya, sedangkan Dad Ferdi sudah tak tahan lagi ingin tertawa.


"Huahahahahhahaha!! udah Ar, jangan di jatah Re sebulan penuh!!" ucap Dad Ferdi yang sudah tau gelagat Rendra,dia berlalu begitu saja dari sana, dia tau ini pasti hanya salah paham saja, menantunya itu memang gadis yang ajaib.


" Daddy!!!!!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2