
"Abaaang....pelan ih.....baang!!"
suara rengekan Arsy,ketika Rendra dengan rakus nya melahap tubuh sang istri dimulai dari leher dan bagian dadanya.
"Abang stop dulu!!"
kata Arsy, namun tak di hiraukan oleh Rendra, Rendra sudah sangat rindu untuk bergulat dengan istrinya saat ini, sudah cukup dia menahan 3 hari untuk tidak menyentuh Arsy bahkan melihat wajahnya pun dia tidak bisa, Arsy benar-benar dikurung di rumah opa Kenan.
"Diam sayang.....aku rindu sama kamu!"
bisik Rendra sambil bermain-main dia area telinga Arsy dan sesekali menggigit leher sang istri hingga meninggalkan bekas merah keperluan Arsy hanya bisa mendesah karena merasa geli akan perlakuan sang suami.Karena terbuai dnegan perlakuan lembut suaminya, Arsy lupa apa yang akaan dia katakan pada Rendra.
Dengan lihainya, Rendra sudah menanggalkan piyama atasan milik Arsy, dia bermain-main dengan dua bola squishi milik Arsy, bahkan tempat itu adalah tempat favorit Rendra bila sedang bergulat dengan sang istri.
setelah mendapatkan pelepasan nya karena perlakuan Rendra, Arsy baru mengingat apa yang akan dia katakan pada Rendra.
"Abang!! berhenti dulu!!!" pekik Arsy
"Apa sih Ar, Abang udah di ubun-ubun ini has*ratnya!?" kata Rendra.
"Arsy lupa bang!!!" kata Arsy
__ADS_1
"lupa apa? kunci pintu? udah kok udah aman! kamar Abang ini juga kedap suara Ar!" kata Rendra yang benar-benar sudah tak tahan lagi.
"Tapi bendera Ar lagi merah bang!" ucap Arsy sambil tertunduk.
Otak jenius Rendra tak mengerti akan apa yang dikatakan oleh Arsy
"maksud kamu apa Ar? Abang nggak paham!" kata Rendra heran.
"Arsy lagi datang bulan!" bisik Arsy di telinga Rendra.
krik...
krik...
krik...
Jedaaar......
"Apa Ar?.... tunggu..... tunggu...coba ulangi lagi!" kata Rendra dengan tampang bloonnya.
"Arsy lagi datang bulan bang!"
__ADS_1
"Ohh...ehh apa??" teriak Rendra sambil terduduk di samping Arsy, Arsy pun ikut duduk dan membenahi piyamanya.
"Maaf bang! kan tadi Ar sudah bilang stop dulu bang!! Abang gak dengerin Arsy sih!!"
"Oohh Tuhan!!! Arsyyyyyyyylaaaaa!!!" ucap Rendra dengan penuh penekanan.
"Maaf bang!!!"
Gagal sudah acara pemasukan Mr Phoenix ke sarangnya, bahkan di bagian bawah tubuh Rendra sudah minta di pijit-pijit, sesuatu yang sedari tadi sudah ingin di ledakan tiba-tiba terhenti karena perkataan Arsy, Rendra hanya bisa memijit pelipisnya yang terasa pusing karena tertunda nya pelepasan dirinya.
"Abang!" panggil Arsy pelan, ketika melihat Rendra yang memijit pelipisnya.
Rendra hanya diam saja,
"Mau Arsy praktek in cara lain gak bang? biar Abang juga gak pusing!" kata Arsy malu-malu, namun Rendra malah tak tau menahu dengan pemikiran dan perkataan Arsy.Arsy menepis semua rasa malunya, setelah melakukan malam pertama dengan Rendra dan setelahnya di pisah kan oleh Daddy nya, Arsy hanya diam saja di kamar setelah membantu Oma nya, Arsy banyak belajar melalui sosmed tentang hubungan suami istri.
Dengan cepat Arsy bangun dan membalikkan tubuh Rendra, Rendra merasa kaget karena baru saja Arsy bilang bahwa dia sedang datang bulan, lalu kenapa dia malah menggoda Rendra,pikir nya. Rendra hanya diam saja ketika Arsy dengan wajah memerah karena malu, mulai membuka boxer milik Rendra, karena hanya tinggal itu yang tersisa di tubuh Rendra. Arsy mulai mencari tali rambutnya, menyatukan rambutnya hingga ke atas, dengan cepat dia naik ke atas tubuh Rendra.
"Ar....jangan!!! kamu gak bisa bikin Mr Phoenix tidur!!" kata Rendra ketika Arsy sudah menciumi perut Rendra.
"Tapi Arsy bisa karaoke bang!!" kata Arsy malu-malu, sambil memegang Mr Phoenix.
__ADS_1
Blank!!!!...otak Rendra blank seketika!!!
bersambung....