Birendra

Birendra
Rendra - Arsy


__ADS_3

"Sayaaang.....aku pulang!"


teriak Re ketika melihat sang istri sedang mendandani Arvan yang baru saja selesai mandi, kemudian Re mendekat dan Re langsung memeluk erat tubuh istri nya tanpa mempedulikan Arvan yang berdiri di depan Arsy dengan tatapan tajam nya.


"Ini bukan waktu Papi!! ini waktu Avan cama Mami?" ucap si anak rese'itu dengan ketus pada sang Papi.


"Kenapa?? ini istrinya Papi! suka-suka Papi dong!" kata Rendra yang mulai menggoda sang anak, bahkan Rendra sudah menciumi pipi Arsy berulang kali.


"Lepas Papi!!! ini Mami Avan!!!" rengek Avan ketika melihat Rendra menguasai sang Mami.


"Gak mau.....gak mau!!" Rendra berakting seakan-akan dia seumuran dengan Arvan.


"Wuhaaaaa..... Mami!!!! ini Mami Avan!!" teriak Arvan sambil menangis dan mencoba melepaskan tangan Rendra dari tubuh Arsy.


"Iiihhj diam dong!!! Abang!! jangan di goda terus dong anaknya" kata Arsy yang mulai tak sabar dengan perdebatan kecil ayah dan anak itu.


"Arvan sayang, diam dulu... Mami sedang makein baju kamu! lagian Papi cuma bercanda sayang, dari kemarin nyari Papi, giliran Papi nya datang eh malah di ajak berantem!" kata Arsy ada sang anak dengan nada yang tidak enak.


"Avan gak belantem Mami, ya kan Pi?" kata Arvan dengan imutnya, dia benar-benar sudah seperti Rendra dua yang pandai merayu ketika Mami nya mulai terlihat marah atau cemberut.

__ADS_1


"Iya rese' nya Papi!" kata Rendra sambil mencubit pipi tembem sang anak.


"No Papi!?! cakit!!" pekik Arvan dan sukses membuat Rendra tertawa.


"Sayang siapkan air mandiku setelah ini!" kata Rendra sambil keluar dari kamar anaknya.


"Papi masih di mandiin Mami?" rasa kepo Arvan mulai muncul.


"Ya...emang kenapa?" goda Rendra yang kembali balik badan.


"Udah ya bang! nanti bakal panjang urusan nya! udah sana, nanti aku nyusul"


Setelah selesai mendandani anaknya, Arvan di serahkan pada pengasuh nya untuk di jaga dan di ajak bermain.


"Bagaimana keadaan kak Bram bang?" tanya Arsy sambil mengeringkan rambut suami nya yang baru saja selesai mandi.


"Dia sudah melewati masa kritis, dan sekarang dalam masa pemulihan dan pengawasan dari dokter" jawab Rendra


"Apa kak Acca tidak ikut pulang Abang?" tanya Arsy lagi

__ADS_1


"Tidak, dia merasa bersalah pada Bram, jadi dia mau merawat Bram sampai sembuh"


"Bang....apa gak papa kalau mereka selalu bersama, apalagi mereka sama-sama single, kata Kak Arra bisa saja salah satu dari mereka baper nantinya"


kata Arsy mengingat pembicaraan nya dengan Arra beberapa waktu lalu, Arsy yang tak peka akan hal seperti itu tiba-tiba Ikut memikirkan isi pembicaraan nya dengan Arra.Rendra berbalik sambil menarik pinggang sang istri, mengecup sekilas bibir Arsy bahkan sedikit meluuumat bibir Arsy sebelum membalas perkataan istrinya tersebut.


"Bang!" pekik Arsy ketika Rendra mengambil kesempatan untuk mencumbu nya.


"Hehehehe maaf sayang, aku selalu gak tahan saat melihat kamu!" kata Rendra.


"Aku memang sengaja menempatkan Bram di samping Acca sayang, Aku memercayakan Arra pada Wahyu, dan sekarang aku ingin mempercayakan Acca pada Bram" lanjut Rendra.


"Benarkah?" tanya Arsy antusias, karena dia memang suka dengan sosok Bram walaupun dia terlihat datar dan cuek.


"Hemmm, tapi sepertinya Bram dan Acca sama-sama tidak merespon! moga-moga sakitnya Bram bisa menjadi jalan buat mereka!" kata Rendra.


"Walaupun mereka lebih terlihat seperti kucing dan anjing!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2