
"Kalian memang harus di hukum!!"
ucap Tarjo penuh penekanan, Kakek dan nenek Kian hanya bisa diam ketika Tarjo terlihat geram dengan ketiga bocil di hadapannya.Bagaimana tidak! batu dua hari di sana, mereka sudah mendapatkan teman bermain, namun permasalahannya bukan karena itu!. Masalah nya adalah bersama dengan teman barunya itu.. Kian, Faash dan Arvan itu, dengan tampang tak berdosanya tertangkap basah menghabiskan satu pohon buah rambutan yang berada di pinggir sawah,Mereka bisa lepas dari pengawasan Budi setelah mengelabui bodyguard suruhannya Tarjo itu.
"Bagaimana kalau orang tua kalian tau,kalau kalian jadi pencuri!!" sentak Tarjo, dia benar-benar dalam masalah.
"Kami tidak mencuri Om! Dia bilang,itu pohon rambutan miliknya! dan bahkan Kian membayarnya"
kilah Arvan sambil menunjuk ke arah teman baru mereka, Tentu saja Arvan tak mau di sebut pencuri, dia bersikeras pada pendiriannya, seperti yang di ajarkan sang Mami,dia tak boleh berbuat hal-hal yang tidak baik, beberapa waktu lalu Faash yang dengan sengaja mencuri mangga tetangga nya karena membantu Tarjo yang sedang pdkt saja, Arvan ngomel-ngomel pada Faash, gak mungkin saat ini dia akan melakukan hal yang sama.Sedangkan si pemilik rambutan, sudah berdiri di dekat ke empat Bocil itu sambil melipat tangannya di dadanya.
"Heh Dewo.....benar kamu bilang kalau ini pohon rambutan kamu?" kata si pemilik pohon pada tetangga nya sangat di tunjuk Arvan sebagai teman barunya tadi.
"Ya kan bener pak Komar,....ini pohon milik Dewo" kata si anak yang terlihat seumuran Arvan.
__ADS_1
"Tuh kan benar!" saut Faash.
"Gimana cerita nya Dewoooo!!!!... itu pohon di tanah bapak! bapak yang tanam!! jelas punya bapak!!" kata si pak Komar dengan geram.
"Kan kemarin sudah bapak berikan sama Dewo!" kata si anak itu.
Pak Komar nampak berpikir, kapan dia memberikan pohon rambutan itu pada Dewo, anak yang memang terkenal sangat jahil namun sangat pekerja keras, dia anak yatim-piatu yang di asuh oleh kakek dan kakak perempuan nya.Seketika pak Komar teringat dengan percakapan nya dengan Dewo dua hari yang lalu.
"Pak Komar, bagi rambutan nya boleh?" kata Dewo
"Trus kapan Dewo boleh minta pak?" tanya Dewo
''Aduuh Dewoooo....bapak masih sibuk ini,.... besok-besok deh kamu ambil, sekalian sama pohon-pohon nya....ambil saja!!" kata pak Komar lalu sibuk dengan keponakan nya lagi.
__ADS_1
Pak Komar langsung menepuk jidatnya sendiri, Dewo memang seperti anak ajaib, apa yang di katakan orang,dia telan mentah-mentah.Tarjo yang melihat wajah pak Komar sedikit heran.
"Ada apa Pak?" tanya Tarjo
"Begini...tuan....!" kata pak Komar menjelaskan duduk perkaranya, Mengapa Dewo mengklaim itu adalah pohon rambutan miliknya, dan akhirnya Tarjo pun paham dengan apa yang di katakan pak Komar.
"Tuh kan Om!! benar.....Mana mungkin, remaja sekece dan sekeren aku jadi pencuri!! kalau Faash mungkin iya!" kata Arvan dengan gaya songong nya.
"Enak aja!!! aku udah tobat ya!!!" saut Faash gak mau di kalahkan.
"Ya...udah ...kan udah di bayar juga buahnya!....bagi dua aja pak!" kata Kian dengan mulut yang penuh dengan buah rambutan.
"Kiandra!!!!......buang buahnya dari mulut mu!!! kalau tidak!!!!" ucap Tarjo penuh penekanan, dia tak ingin Kian memakannya lebih banyak lagi, tentu saja, Tarjo tak ingin kesusahan dengan sakitnya Kiandra bila di biarkan memakan buah rambutan terlalu banyak.
__ADS_1
"Heheheheh peace Om" ucap Kian sambil melepehkan buah yang ada di mulut nya.Tarjo hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka berempat, karena tiga bocil itu menambahkan satu personil di dalam pertemanan mereka.
bersambung...