
Setelah menghajar mereka satu persatu, nafas tersengal nampak terlihat di ke lima begal tersebut, namun berbeda dengan Roy yang masih tegap di hadapan mereka dengan wajah penuh amarah.
"Siapa di antara kalian yang menembak Bos ku?" tanya Roy dengan seringai di wajahnya.
Para begal-begal itu mundur satu persatu karena tak mau mendapatkan keganasan Roy.
"Cepat katakan!!!" Teriak Roy
"Di-dia!!" tunjuk salah satu begal tersebut pada ketua begal.
Roy maju perlahan sambil membawa sebuah tongkat bisbol yang di bawa oleh anak buahnya. Si ketua begal yang sudah babak belur merasa ketakutan dengan tatapan mata Roy. Belum sempat Roy melayangkan pukulan tongkat bisbol nya, sebuah suara yang sangat di kenal nya menyapa.
"Roy....!'' panggil Rendra.
"Tuan!" saut Roy sambil berjalan menuju ke arah Rendra.
Dengan sigap seorang bodyguard Rendra mengambilkan sebuah kursi yang ada di gudang tua tersebut.
"Bagaimana Roy?" tanya Rendra duduk sambil menyilangkan kakinya.
__ADS_1
"Mereka para begal-begal itu Tuan!" jawab Roy.
Sekilas Rendra melihat ke arah tangan Roy yang terkena noda darah, Rendra yakin Roy baru saja menghajar ke lima begal tersebut, terlebih dia melihat juga di tangan Roy sebuah tongkat bisbol yang siap dia guna kan untuk menghajar mereka.
"Jangan buang tenaga mu Roy!! segera perintah kan anak buah mu untuk mengintrogasi mereka, paksa mereka untuk mengakui siapa dalang di balik ini semuanya!!" kata Rendra panjang dengan sangat tenang.
"Ampuni kami tuan-tuan, kami hanya butuh uang!!" kata salah satu dari mereka sambil bersujud di hadapan Rendra.
"Benar Tuan!! maafkan kami, asal di beri uang kami akan melakukan apapun!! jadi ampuni kami tuan-tuan, kami tak ada dendam pribadi dengan tuan-tuan sekalian!"
kata temannya lagi, mereka tak mau mati konyol bila masih bersikap sok berani.
Berbeda dengan ke tiga begal lainnya yang merasa tak terima teman-teman nya menyerah.Ketiga begal lainnya saling pandang, mereka seperti merencanakan sesuatu agar bisa kabur dari sana, bahkan si ketua begal sudah mengambil pistol miliknya dari tas yang tergantung di sisi tembok gudang.
tanya si ketua begal dengan senyuman licik nya,karena berhasil mengacungkan pistol nya ke arah Roy dan Rendra bergantian, Rendra menghela nafasnya pelan, kemudian dengan duduk tenang dia bertanya pada si ketua begal.
"Memang berapa Bos mu memberi kalian upah?" tanya Rendra dengan tenang.
"Apa urusanmu!!! kau pikir bisa memberikan lebih dari Bos kami?" tanya balik mereka pada Rendra.
__ADS_1
"Hahahahahaha.....kalian pikir aku miskin? seharusnya kalian mencari tau dulu siapa orang yang kalian sakiti!!" kata Rendra dengan gaya angkuhnya.
"Ciihh.....aku tak peduli kamu siapa!! katakan!! kau ingin ku pecahkan kepalamu atau aku hancurkan jantung mu!!" teriak si ketua begal tersebut.
"Ckc..... katakan siapa yang menyuruhmu!! dan aku akan membayar mu 3X lipat!!" kata Rendra.
"Omong kosong!!!" kata si begal lainnya.
Rendra mengangkat tangannya ke atas, dan seorang bodyguard nya tau pasti apa yang diinginkan Rendra, salah satu dari mereka mengambil koper yang berisi penuh dengan uang, Rendra sudah memperkirakan semua nya, begal-begal tersebut pasti telah diiming-imingi yang oleh seseorang.
Begitu bodyguard suruhannya Rendra membuka koper tersebut, mereka berlima seketika saling merapat dan terkejut dengan isi dari koper tersebut.
"Tas itu akan menjadi milik kalian, bila kalian memberi tahu siapa dalang di balik ini semua!" kata Rendra
"Apa dengan begitu kami bebas dari polisi!" tawar si ketua begal.
"Bangsaaat!!! berani kamu menawar!!!" teriak Roy yang emosi ketika si ketua begal seakan meminta di bebaskan dari jeratan polisi.
"Katakan dulu...siapa dia!" tanya Rendra
__ADS_1
"Nona Monica beserta kekasihnya, tuan Veri!"
bersambung