Birendra

Birendra
Kemalangan Wahyu kembali


__ADS_3

"Maaf pak, saya tidak bermaksud meninggalkan teman saya di sini, ini sebagai pembayaran dari uang bakso yang di makan teman saya tadi" kata Farel dengan sopan,


Farel memang jagonya dalam segala situasi untuk menyelesaikan masalah, dan saat ini, Farel dan Mila sedang berada di warung bakso yang ternyata sudah hampir tutup.Mereka sengaja naik taksi agar nanti bisa pulang barengan dengan Wahyu, sedangkan Eno masih menunggu di rumah sakit bersama dengan Rendra.


"Ah tidak mengapa mas, bapak senang ada yang bantuin, lihat ini,... dagangan bapak habis sebelum waktunya" kata si bapak dengan ramah, Si bapak tukang bakso memang biasanya di bantu anak dan istrinya, namun karena sang istri tak enak badan, jadi terpaksa anaknya menjaga sang ibunda di rumah, walhasil si bapak berjualan sendirian.


Wahyu sampai melongo mendengar penuturan si bapak, tadi saja saat berbicara dengan dia, si bapak ketus dan suka main perintah! kenapa dengan Farel dia begitu ramah dan lembut. Wahyu seketika memanyunkan bibirnya, dia terlihat sangat dongkol. Mila yang melihat ekspresi muka Wahyu,hanya bisa menahan tawanya agar tak meledak, rasanya tak sopan bila Mila tertawa keras di depan si bapak tukang bakso tersebut.


"Udah ya pak, utang saya lunas!!" ucap Wahyu dengan gerakan tangannya yang menyilang huruf 'x' di depan dadanya.


"Iya, lain kali kalau mau makan bakso di lihat dulu dompet nya, mobil aja mentereng, tapi isi kantong nya nol!!" kata si bapak


"Eh pak! aku bukannya enggak bisa bayar pak! tapi dompet saya ketinggalan pak, bapak sih dari tadi nggak mau ngerti!! saya benar-benar niat bayar pak" kata Wahyu yang gak mau kalah


"Iya....iya...gak usah nyolot juga dong sama orang tua"

__ADS_1


"Saya gak nyolot pak, cuma mau melompat'' ucap Wahyu dengan kesel, si bapak malah melengos ke samping, dan Farel juga Mila cekikikan melihat wajah mereka berdua.


"Untungnya bukan mantu sama mertua ya, bisa berabe kalau gak cocok terus" kata Mila, yang tentu saja masih bisa didengar semua orang yang ada di sana,si bapak tukang bakso langsung saja menoleh kembali ke arah Wahyu hingga mereka berdua bertatapan.


"Bapak ogah punya mantu kayak dia Neng!" kata si bapak


"Emang aku juga mau pak!! aku itu......''


belum juga omongan Wahyu selesai,masuk seseorang yang membuat mereka berhenti berdebat.


"Udah habis mbak sayang" ucap Wahyu ramah.


Demi apapun, Farel dan Mila ingin muntah saja melihat Wahyu sok lembut dan ramah, sedangkan si bapak heran dengan perkataan Wahyu, gadis itu pun juga merasa heran dengan tingkah Wahyu, Wahyu tak berkedip memandang gadis hitam manis dengan lesung pipi diwajahnya saat tadi tersenyum.


Jleebb..... seperti sebuah panah menusuk hati Wahyu, dia benar-benar mengalami yang biasa orang katakan cinta pada pandangan pertama, Wahyu sedikit berjalan ke hadapan gadis itu,

__ADS_1


"Bakso nya habis mbak sayang, besok aja kemari lagi ya, atau tinggal kan nomor telepon mbak sayang, nanti biar saya hubungi kalau udah siap baksonya" ucap Wahyu dengan percaya diri bak pemilik warung bakso tersebut.


"Ayah punya pegawai baru?" tanya si gadis malah memandang ke arah lelaki yang ada di belakang Wahyu.


"Eh Ayah????" kata Wahyu heran


krik....


krik....


krik....


beberapa detik kemudian.....huahahhahahahahahaaha rawa Mila sudah tak bisa dia bendung, kesopanan yang dia pertahanan dari tadi sudah tidak bisa dia tahan lagi.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2