Birendra

Birendra
kemalangan Wahyu 2


__ADS_3

Wahyu yang masih belum bisa membaca keadaan,hanya diam mematung sambil memandang teman-temannya yang sednag berlarian.


"Lhoo...lho....kok??!!" ucap Wahyu yang masih bingung dengan keadaan yang ada, seketika kesadaran nya kembali, dan Wahyu langsung berlari ke arah keluar warung, namun...


"Eiit.....kemana mas?" kata si tukang bakso


"Enak aja mau lari! bayar dulu" lanjut si tukang bakso


"Iya pak..tapi bentar teman saya keracunan bakso bapak itu!" kata Wahyu berkilah,


Wahyu tak tau harus bagaimana lagi, yang penting bagi Wahyu adalah mendapatkan uang dulu dari Eno, Rendra ataupun Farel untuk kembali lagi ke warung bakso tersebut dan membayar bakso yang sudah dimakan Arsy dan juga dirinya,namun berbagai alasan yang diberikan Wahyu tidak diterima dengan mudah oleh bapak tukang bakso tersebut, hingga hasilnya Wahyu harus mencuci semua bakso kotor yang ada di warung bakso tersebut dan Wahyu diharuskan untuk membantu bapak tukang bakso tersebut sampai dagangannya habis,karena kunci mobil yang dipegang oleh si tukang bakso membuat Wahyu harus mau menerima perintah dari si tukang bakso,sampai paling tidak dia menunggu kabar dari Rendra tentang keadaan Arsy dan meminta Farel atau Mila untuk kembali ke warung tersebut membawa uang.

__ADS_1


Wahyu sedang meratapi nasibnya sedangkan Rendra dan kawan-kawannya yang membawa Arsy ke sebuah rumah sakit yang tak terlalu besar di daerah tersebut,daerah yang lebih dekat dengan warung bakso di mana Arsy memakan 4 mangkok bakso tadi. sesampainya di parkiran rumah sakit Farel segera keluar dari mobil dan membuka pintu belakang di mana hal itu mempermudah Rendra untuk membawa Arsy keluar dari mobil mereka berlima berlari menuju ke IGD untuk memastikan keadaan Arsy, Arsy terus mengaduh dan sesekali menangis karena perutnya yang terasa sangat melilit.


"dokter....suster......tolong.... tolong periksa istri saya,perutnya melilit.... perut nya.…..dia bilang perutnya sangat sakit" ucap Rendra di tengah-tengah kepanikan nya.Seorang suster berlari ke arah mereka dan mencoba menghubungi dokter jaga ruang UGD.


"Maaf mas...bisa minggir sedikit?" kata si suster dengan sopan karena dia kesulitan memeriksa keadaan pasien dengan pasien yang di kelilingi oleh beberapa orang di samping kanan dan kiri Arsy.


"Tidak!! istri ku butuh aku di sini sus, bagaimana bisa suster meminta saya pergi??!" karena kalut, Rendra sampai lupa dia sedang berada di mana, Eno yang tiba-tiba melihat sekeliling nya merasa bodoh sendiri, akhirnya dia menyeret lengan Farel yang di rasa Eno juga tak sadar sedang berada di mana, farel juga sama paniknya dengan Rendra.


Rendra akhirnya menuruti Eno yang membawanya keluar dari UGD,akhirnya Rendra Eno, Farel dan juga Mila keluar dari ruangan tersebut dan beberapa saat kemudian dokter berlari masuk kedalam UGD, Rendra hanya mondar-mandir di depan pintu UGD dengan wajah panik dan cemas yang sangat jelas sedangkan Eno hanya dia memainkan ponselnya karena beberapa saat yang lalu hasilnya terus saja berbunyi dan benar saja itu panggilan dari Wahyu, Namun karena sedang menyetir dia mengabaikan panggilan dari Wahyu tersebut, hingga dia membaca sebuah pesan singkat dari Wahyu yang mengatakan dia sedang diperbudak oleh tukang bakso, hal itu membuat Eno tersenyum tipis, dia merasa kasihan juga dengan teman baru Rendra yang berstatus sebagai sahabat Arsy istrinya.


ceklek....... pintu UGD terbuka dan seorang dokter keluar dari sana, Rendra buru-buru menghampiri dokter tersebut dan bertanya tentang keadaan sang istri.

__ADS_1


"Bagaimana istri saya dok?" tanya Rendra cemas


"Jadi anda suaminya?" tanya si dokter.


"Anda sangat lalai tuan! seharusnya anda menjaga istri dan calon bayinya dengan baik!" kata si dokter sedikit ketus.


"Baiklah dok, saya akan menjaga mereka dengan baik" kata Rendra, tapi tunggu!!!_


"Eh.. mereka??.....bayi?" tanya Rendra sambil bertatapan dengan Eno,farel dan Mila.


"Bayi????!!!!" teriak mereka berempat serempak.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2