Birendra

Birendra
Arsy bersantai


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan begitu saja, dan beberapa hari lagi adalah acara pernikahan Farel dan Kamilaa, ya Krisna yang merasa anaknya cukup umur untuk menikah, akhirnya mendesak Farel untuk segera melamar Kamilaa. dan beberapa hari yang lalu, Rika dan Jhon,selaku orang tua Farel melamar Kamila secara resmi. Mereka menentukan sekalian tanggal pernikahan anak-anak mereka.


Kehamilan Arsy sudah menginjak bulan ke 7 dan Rendra yang tak tega melihat sang istri wira-wiri dari rumah ke kampus, akhirnya memutuskan untuk cuti kuliahnya, namun Arsy menentang keras, baginya kuliah nya tak menganggu kehamilan nya sama sekali, apalagi dia masih punya Wahyu dan Rania, dua sahabatnya, Kalis sudah tak lagi bersama mereka, Kalis sudah ikut bersama ayahnya kembali ke kampung halaman sang ayah,dan berita baik juga baru dua minggu yang lalu mereka dapat, bahwa Kalis baru saja menikah dengan tetangga yang juga anak dari teman ayahnya. Arsy, Wahyu dan Rania hanya bisa menghubungi lewat telepon saja, Namun berita buruk datang dari Wahyu, lelaki itu di tolak mentah-mentah oleh pak Komar karena Kara, anak si tukang bakso itu akan di nikahkan dengan seorang ustadz, bahkan pak Komar sebagai ayah'nya Kara sudah menerima lamaran dari ustadz tersebut. Eno dan Wahyu yang masih gagal dalam misi mendapatkan cewek idaman nya akhirnya sering nongkrong bareng dengan Rendra dan Farel, walau pun Wahyu paling muda di antara mereka.


"Sayang......baju aku mana?"


teriak Rendra dari dalam kamar, Arsy sedang berada di dapur menyiapkan camilan untuk Rendra yang libur di weekend ini. Arsy dan Rendra sekarang tinggal di lantai satu rumah keluarga besarnya, karena perut Arsy yang semakin besar tidak memungkinkan untuk Arsy naik turun tangga.


"Sudah ada di atas kasur bang! pakai itu aja" jawab Arsy sambil berteriak juga,tapi dia berjalan menuju teras belakang yang memperlihatkan pemandangan kebun bunga dan sayuran.


"Bang... Ar tunggu di teras belakang ya" kata Arsy.


"Sini Abang bawain!" kata Rendra yang ternyata sudah selesai ganti baju.


"Iihhh suamiku kok ganteng banget sih!" ucap Arsy sambil mencubit pipi Rendra dan menggoyangkan pelan karena gemas.


"Gemes ya?" tanya Rendra dan di jawab anggukan kepala oleh Arsy


"Gemesnya di kamar aja yuk!" ajak Rendra sambil menarik pelan istrinya, Arsy yang tau betul apa yang ada di pikiran suaminya, memukul pelan lengan Rendra.


"Bang!! udah ah, aku mau duduk di teras belakang, aku lagi nunggu Rania dan Wahyu" seru Arsy.


"aku sudah bilang aja cuti saja kuliahnya,sekarang saja" pinta Rendra.

__ADS_1


"Gak mau! pokoknya aku mau cuti kuliah setelah menyelesaikan semester ini bang, kan 1 bulan lagi ujian semester, nanggung kan" bantah Arsy


Rendra hanya menghela nafasnya kasar, sejak hamil Rendra lebih sering menuruti kemauan sang istri daripada sang istri yang menuruti kemauan nya.padahal dulu apapun yang di katakan Rendra,Arsy selalu saja menurut tanpa membantah. beberapa saat kemudian Rania dan Wahyu benar-benar datang ke sana,mereka sengaja datang untuk mendiskusikan beberapa mata kuliah dengan Arsy karena mereka tahu satu bulan lagi setelah ujian semester,Arsy akan mengajukan cuti kuliah,Wahyu sekarang sudah mulai mengelola restoran milik kedua orang tuanya dan Rania sudah mulai bekerja paruh waktu di sebuah hotel,Rania menjadi asisten koki di sana, Rania banyak belajar dan praktek langsung di sana, dan orang-orang di sana juga sangat welcome pada Rania.


setelah menyelesaikan diskusi mereka Rania pamit undur diri terlebih dahulu karena dia harus masuk kerja, sedangkan Wahyu menunggu kedatangan Eno karena mereka sudah ada janji berdua.


"Loe gak ikut Re?" tanya Wahyu.


"Emang mau kemana?" tanya Rendra


"Biasa nongkrong jomblo!" kata Wahyu memang kebetulan ini adalah hari Sabtu.


"Cck.....gue bukan jomblo lagi! gue mending nongkrong di kamar aja sama istri gue!" saut Rendra.


"Kalah saing gue!! dia hafalan Qur'an 30 juz...nah gue!! Ayat kursi aja baru mau di hafalin!" curhat Wahyu beberapa minggu yang lalu. Dan pupus juga harapan Wahyu menjadi menantu tukang bakso, menjadi kekasih gadis berlesung pipi itu.


"Ar.....ini aku bawakan apa buat kamu coba?!!" teriak Arra sambil berlari ke arah Arsy yang duduk santai di teras belakang.


"Apa ini kak?" tanya Arsy berbinar


"Ini Manisan salak, mangga dan ini ada manisan leccy! kamu kan kemarin pesen! enak banget tau! coba ya?" kata Arra


"Boleh kak"

__ADS_1


dan akhirnya seorang pelayan membawakan beberapa mangkuk kecil yang bisa digunakan untuk mencicipi manisan- manisan yang dibawa oleh Arra, dengan antusias Arsy mengicipi setiap buah yang dibawa oleh Arra,Arra baru saja keluar kota karena ada kegiatan kuliah nya dan sebelum pulang dia menelpon Arsy menanyakan meminta oleh-oleh apa untuk Arsy. tak lupa Arsy menuangkan beberapa buah dalam mangkuk dan diberikan kepada Wahyu dan juga Rendra, kebetulan sekali Eno baru saja datang dan Eno pun mendapat bagian dari Arsy,namun Eno menolaknya,karena dia tahu bagaimana rasa manisan tersebut,dengan sedikit drama menyedihkan atau lebih tepatnya pura-pura sedih akhirnya Eno harus menuruti kemauan Arsy untuk memakan manisan buah tersebut.


"Oh Tuhan..sayang...aku gak kuat!" kata Rendra meletakkan mangkuk yang masih berisi sisa manisan tersebut.


"Stop!!! aku nyerah Ar! ingat....jangan paksa aku lagi" seru Eno yang bahkan hanya memakan seujung potongan buah salak saja.


"Payah kalian!! manisan enak gini kok" kata Arra yang menemani Arsy makan manisan tersebut.


"Gimana Wahyu?" tanya Arsy antuasias, yang melihat Wahyu memakan Manisan tersebut dengan lahapnya.


"Manis kok!" saut Wahyu, Eno dan Rendra bahkan sudah mengerutkan kening mereka mendengar penuturan dari Wahyu.


" Benarkah?" tanya Arra yang juga terlihat senang, oleh-oleh darinya di makan habis oleh Wahyu, dia merasa di hargai.


"Benar kok! kan aku makannya sambil lihatin wajah kamu yang manis dan cantik! jadi buahnya ke bawa ikut manis!" kata Wahyu sambil memandang wajah Arra yang melotot sempurna.


pleeetak......


"Loe mau gombalin adik gue!?!" hardik Rendra setelah menjitak kepalanya Wahyu


"Awwow sakit Re!!! bukan mau gombalin kok! lagi usaha!!" kata Wahyu terang-terangan, beberapa kali bertemu Arra, sebenarnya dia sudah ada rasa, namun merasa tak terjangkau dia membelok kan hatinya pada gadis lain.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2