Birendra

Birendra
Tentang Acca


__ADS_3

Rendra melenggang masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamarnya,siang ini dia pulang terlebih dahulu karena gagal makan siang bersama Farel di restoran Wahyu akibat melihat ulah Wahyu dan Arra, di saat membuka pintu kamar ternyata Arsy sedang menyusui Arvan anak gembul kesayangannya.


"Sayang......sedang apa nih anak Papi?" tanya Rendra pada Arvan, bayi itu seolah tau apa yang di tanyakan Rendra.Dia mengerakkan tangannya ke dada Arsy.


"Oo lagi mimik ya....? bagi dong!"


kata Rendra yang mulai gesrek, apalagi dia sudah usil menjauhkan bibir Arvan dari pabrik susu milik istrinya.


Spontan Arvan mengeliat kecil, dia mencari-cari pabrik susu miliknya karena memang dia kehausan.


"Bang...jangan di ganggu! dia pengen minum nih!" kata Arsy.


"Gak mau! biarin dulu....aku pengen dia nangis"


"kok gitu sih bang!"


"Abis aku iri sama dia Ar, aku aja harus puasa sebulan lebih!! eh dia enak-enak an menikmati pabrik susu milik Papinya!!''

__ADS_1


Arsy yang sudah hafal betul bagaimana suaminya,hanya memutar bola matanya saja melihat ulah Rendra yang masih saja menjahili anaknya sampai akhir nya, Arvan hampir menangis, dengan cepat Arsy mengarahkan pabrik susu nya ke mulut Arvan,dan seketika Arvan kembali menikmati nya.


"Tuh kan Ar, nikmat banget dia!! aaahhh aku pengen Ar!" rengek Rendra


"Abang diam!!" sentak Arsy karena tangan Rendra sudah menjamah pabrik susu yang satunya, meremas sedikit bahkan memainkan Coco chip dari pabrik susu tersebut.


"Tuh kan bang!! basah!"


kata Arsy dengan kesal, karena ulah Rendra memainkan nya seenaknya saja, membuat pabrik susu itu mengeluarkan airnya,dan tentu saja baju Arsy basah karena ulah Rendra.


"Kok bisa basah?" tanya Rendra


Rendra bukannya Tak tahu hanya saja dia sangat senang menggoda Arsy, setelah melahirkan dia benar-benar harus puasa untuk tidak menjahili istrinya tersebut di atas ranjang, dia harus benar-benar mengalah dengan anaknya Arvan dan lagi setelah melahirkan memang Rendra diharuskan untuk berpuasa karena Arsy harus melewati masa nifasnya.


Meninggalkan dua pasangan yang tengah berbahagia dengan bayinya tersebut, Farel sudah nampak keluar dari restoran di mana dia makan siang bersama dengan Wahyu, perutnya nampak sangat kenyang, Entah mengapa beberapa hari ini dia sangat suka makan bahkan porsi makannya melebihi porsi makanan yang biasa dia makan.


"Okey Yu, thanks buat makan siang nya!" pamit Farel

__ADS_1


"Iya...kakak bisa jalan?" goda Wahyu melihat Farel yang terlihat kekenyangan.


"Sialan loe!! ya bisa lah!! kapan-kapan gue aja Mila ke sini... makanan nya enak!"


"Siiiap Kak!! dan jangan lupa bantu gue buat meluluhkan hati Rendra!" lanjut Wahyu.


Farel akhirnya meninggalkan restoran tersebut dan menuju ke kantor nya, di tengah jalan di melihat Acca nampak bertengkar dengan seseorang, Farel memelankan laju kendaraan nya, dia masih melihat Acca yang bertengkar dengan seorang lelaki.


"Apa Acca punya pacar?" tanya Farel sendiri.


Acca nampak sangat marah, namun seorang gadis keluar dari mobil tersebut dan seperti memohon pada Acca untuk masuk ke dalam mobil, saat Farel hendak menghentikan mobilnya, Acca dengan kesal masuk ke dalam mobil bersama gadis dan lelaki tersebut.


Akhirnya Farel hanya membiarkan mereka saja, yang melesat lebih dulu sebelum Farel.


"Rendra harus tau ini!" gumam Farel


dan akhirnya dia pun pergi tanpa mengikuti kemana arah mobil yang di tumpangi Acca.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2