Birendra

Birendra
Kembar yang kompak


__ADS_3

Tiga bulan berlalu


"Hoek....Hoek.....Hoek......!"


Sudah yang ke empat kalinya Arsy keluar masuk kamar mandi, Rendra bahkan sudah tiga hari ini tidak masuk ke kantor, walhasil Deni dan Bram di buat sibuk sesibuk-sibuknya, bagaimana tidak, Rendra full mengurus sang istri yang mual di awal kehamilan nya, bukan hanya Rendra yang di sibukkan dengan kehamilan kedua istri nya saat ini, tapi Wahyu juga sama, apalagi Arra lebih manja dari biasanya, berbeda dengan kembarannya yaitu Acca, dia malah terlihat begitu segar, Acca menjadi bumil yang pemakan segalanya,bahkan jika Bram tidak menghabiskan makanannya maka Acca lah yang akan menjadi penampung nya.


''Mau apa pagi ini? biar aku sendiri yang bikin sarapan" bujuk Rendra agar sang istri mau makan.


"Bang...aku pengen makan bubur mutiara panas dengan santan kental" kata Arsy yang sudah duduk di sofa kelelahan karena bolak balik ke kamar mandi.


"Siap sayang!" kata Rendra dan beranjak pergi dari samping sang istri.


"Aku belum selesai ngomong bang!" kata Arsy menghentikan pergerakan Rendra.


"Trus?''

__ADS_1


Arsy tersenyum sangat manis,dan disini Arsy saat ini. Duduk manis dengan tenang di depan meja dapur yang terlihat seperti meja makan kecil, dari sana dia dapat melihat seseorang dengan keahlian nya memasak untuk nya.


Wahyu bersedekap memandang sahabat sekaligus Kakak ipar nya itu dengan sedikit cemberut.


"Kenapa sih Yuyu.... keren tau!!" kata Arsy sambil menunjuk kan dua jempol tangan nya ke arah Wahyu.


"Tapi gak lebay juga Ar!!" ucap Wahyu dengan nada gak suka.


Bagaimana Wahyu tidak cemberut, Arsy dengan tak tau dirinya meminta Wahyu memasak bubur mutiara dengan santan kental, tapi....hanya masak bubur saja Wahyu harus menggunakan pakaian kebesaran nya di restoran, andaikan saja semua chef dan asisten chef di restoran super mewahnya tau bahwa kepala chef dan pemilik restoran mereka memakai baju kebesaran nya hanya untuk memasak bubur mutiara di dapur rumah, sudah bisa di pastikan mereka pasti akan cekikikan dan tertawa tiada henti, contoh nyata adalah sang istri,Arra sudah cekikikan gak karuan di dekat Arsy, dia juga ingin menyaksikan aksi sang suami.


"Ayang...aku cuma mau lho...dua mangkuk dong!'' kata Arra dengan suara manjanya


"Pasti sweety....apa sih yang enggak buat kamu!" saut Wahyu yang tiba-tiba berubah dari mode cemberut ke mode tersenyum manis untuk istri nya.


"Sweety? memangnya Arra pakai popok bayi?" tanya Arsy dengan polos, sedangkan Arra hanya diam saja dengan wajah heran.

__ADS_1


Rendra yang mendengar kepolosan dan kelemotan istri nya sudah kembali tak bisa menahan tawanya.Mungkin Arra tak pernah tau soal merk popok yang di maksud oleh Arsy, karena nyatanya memang Arra hidup di dunia yang berbeda dengan Arsy.


"Huh!! dasar!! itu namanya romantis!!" saut Wahyu yang memang paham akan omongan Arsy.


"Udah dong! kapan matangnya! aku dah lapar!'' kata Arsy yang memang sudah tak sabar dengan bubur buatan Wahyu.


Belum juga selesai bubur nya, Bram datang dengan sang istri di pagi ini.


"Tumben pagi-pagi ke sini?" tanya Mom Raisya yang baru saja keluar dari kamar nya


"Acca pengen makan nasi goreng Pete buatan chef Wahyu ma" kata Bram


"Apa!!!!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2