
"Aku tidak bisa menolak Mama"
"Biarkan aku menuruti kata Mama ku, dan aku akan melepaskan mu ketika kamu bertemu dengan orang yang kamu cintai"
Faash masih terngiang dengan perkataan dari Camelia. Sebegitu penurutnya gadis tersebut pada sang Mama, sampai-sampai masalah teman hidup nya pun di atur sedemikian rupa oleh kedua orang tua nya. Kali ini Faash sedang duduk sambil menikmati kopinya, di cafe mini yang pernah dia datangi bersama Camelia untuk pertama kalinya dulu.
"Lagi suntuk?" tanya Arga, si pemilik cafe sambil menyodorkan sebuah rokok di depan Faash, Faash mengangkat tangannya tanda menolaknya, dan Arga pun akhirnya menemani Faash yang sedang termenung sendiri sambil menikmati kopi sore di pinggir pantai.
"Kenapa lagi Bos?" tanya Arga lagi, dia gak pernah sekalipun melihat Faash terlihat gusar, Namun Faash hanya memandang sekilas ke arah Arga,dan kembali mengarahkan pandangannya ke laut lepas.
"Masalah cewek yang Bos bawa kemari itu?" tanya Arga yang tak kunjung mendapatkan jawaban atas pertanyaan nya.
__ADS_1
Mendapat pertanyaan itu Faash spontan memutar badannya menghadap ke Arga,beberapa waktu yang lalu dia sempat curhat kepada teman-temannya, namun dari sekian temannya, jawabannya tetap sama, sudah berbagai cara dilakukan Faash untuk menolaknya, dan tetap saja Camelia teguh pada pendirinya, untuk menerima perjodohan tersebut, dan kali ini Faash akan meminta bantuan atau berbicara dengan Arga mengenai Camelia.
"menurut loe, apa motif seorang gadis yang begitu menuruti keinginan kedua orang tuanya, tanpa menolak satupun dari permintaan orang tuanya,menurutmu apa motif dibalik itu semuanya?" tanya Faash dengan serius.
"berbakti mungkin, dia mungkin seorang gadis yang ingin berbakti kepada orang tuanya, dan kemungkinan juga orang tuanya menyerahkan seluruh kasih sayang dan perhatiannya kepada gadis tersebut,hingga gadis itu berpikir untuk membalas budi kepada kedua orang tuanya, dengan menuruti segala keinginan orang tuanya, mungkin seperti itu" jawab Arga panjang.
"Sepertinya begitu " ucap Faash lirih, nafasnya berhembus cukup berat.
Karena itu,bila pada akhirnya mereka memutuskan harus menikah,maka mereka berdua harus memutuskan untuk saling jatuh cinta,karena kita tidak pernah tahu akan takdir kita kedepannya, bisa saja dengan kebersamaan mereka menimbulkan rasa cinta pada diri Camelia maupun pada dirinya sendiri,dan jika harus dipaksa untuk berpisah rasanya itu sangat egois bagi masing-masing dari mereka.
"Kenapa tidak mencobanya saja Bos?" tanya Arga membuyarkan lamunan Faash.
__ADS_1
"Hah? mencoba apa?" tanya Faash seperti orang bego'.
"Mencoba menjalin hubungan dengan Nona Camelia, ya....di awali dengan sering jalan bareng mungkin" kata Arga.
"Kita sudah sering jalan bareng, malah di atur waktu dan tempat nya kadang sama Mama" ucap Faash sambil menyeruput kopi nya.
"Tapi kan waktu itu tanpa perasaan Bos, coba Bos ajak dia kencan, anggap saja pdkt.....di jamin rasanya beda!" kata Arga antusias.
"Emang kencan ada rasa apa aja??" tanya Faash dengan bego nya.
Dan Arga hanya bisa menepuk jidatnya sendiri, dia lupa,big Bos nya ini tidak pernah berkencan dengan gadis manapun, yang dia kencani hanya teman-teman premannya.
__ADS_1
bersambung