
Para begal itu mencoba mempertimbangkan tawaran dari Rendra, sekoper uang tersebut jelas sangat mengiurkan bagi ke lima orang tersebut, bahkan salah satu di antara nya sudah berbisik pada si ketua begal.
"Katakan ...siapa dia!" tanya Rendra pada mereka, Rendra selalu bersikap tenang walaupun pistol itu masih mengarah ke arahnya dan juga Roy secara bergantian.
"Nona Monica beserta kekasihnya, tuan Veri!" seru salah satu temannya.
"Ceck...sudah ku duga!! ternyata aku terlalu lama memberikan ampun pada sampah itu, aku kira dia bisa bertaubat!! nyatanya dia membuat onar!!" gumam Rendra pelan.
"Katakan di mana mereka menginap?" tanya Roy yang sudah tak sabar
"Di motel cempaka putih kamar 303" kata si ketua, karena hanya dia yang bertemu dengan Veri untuk negosiasi sebelumnya.
"Waooow.....orang sekaya Veri ternyata memilih motel yang di bawah standar orang kaya!! apa kau tidak bohong?" tanya Rendra penuh curiga.
"Tidak Tuan! saya tidak berbohong!!"
"Apa ada lagi anak buahnya selain kalian?" tanya Rendra lagi.
__ADS_1
"Tidak! Nona Monica hanya kami yang di kenalnya!" kata mereka.
"Aku mau pistol yang kau pegang! kita tukar dengan koper ini bagaimana?" kata Rendra
Mereka nampak saling berpandangan, si ketua begal pun seakan-akan tak rela, pistol kesayangan nya di ambil alih Rendra, dia belum mengenal Rendra,bisa saja Rendra lebih licik dari dugaan nya.
"Bos...sudah terima saja, daripada kita masuk penjara! lumayan bos dapat duit se gebok juga!" kata si A
"Iya Bos, aku yakin kita gak akan di apa-apain!" kata si B
"Waspada Bos!! kita tak pernah mengenal mereka, lihat anak buahnya itu, matanya seakan mau menelan kita hidup-hidup!!" kata si C sambil melihat ke arah Roy.
"Bagaimana? kalian terlalu lama berdiskusi!! buruan ku keburu kabur!!" kata Rendra tak suka.
"Baiklah!! lempar kan koper itu terlebih dahulu!" kata si ketua begal
Sreeekk.....suara gesekan koper dengan lantai gudang yang berlantai kasar, seketika si begal melempar pistol miliknya ke arah Rendra.
__ADS_1
"Bos kita kaya!!" kata si A
"Roy, perintahkan anak buah mu untuk mengurung mereka di sini sampai Bram bisa melewati masa kritis!!" kata Rendra berlalu dari sana.
Semua begal tersebut nampak tercengang dengan ucapan Rendra, mereka tak menyangka kalau Rendra akan mengurung mereka di gedung tua tersebut.
"Bos ku masih sekarat di rumah sakit karena ulah kalian, berdoa saja kalau dia akan baik-baik saja!! kalau sampai terjadi apa-apa pada Bos ku!! maka kalian akan merasakan juga apa yang terjadi padanya!!"
ancam Roy sebelum pergi dari sana dan memberikan perintah pada anak buahnya untuk mengurung mereka di dalam gudang yang hanya mempunyai satu pintu itu. Para begal itu pun hanya bisa pasrah, jelas mereka kalah dari lawan yang lebih dari 8 orang tersebut, sedangkan Rendra hanya pergi bersama Roy dan ke empat anak buahnya.
Di sebuah kamar motel....
"Sayang...kapan kita kembali, aku takut kalau Rendra tau keberadaan kita!!" ajak Monica pada Veri.
"Dengar kan aku sayang, aku sudah menyewa motel ini, Rendra tak akan pernah menyangka kalau aku ada di kota ini,bahkan di motel murahan seperti ini, lagian kerja mereka bagus dan bodyguard Acca sudah kritis di rumah sakit, setelah mereka lengah, aku akan menyuruh mereka melenyapkan Acca sekaligus!" kata Veri yang sakit hati dengan tingkah laku Acca padanya.
Mereka tak tau saja bahwa bahaya sudah mengintai mereka berdua.
__ADS_1
bersambung