Birendra

Birendra
ambisi Birendra


__ADS_3

flash back


Saat ini Rendra hendak ke kantor Dad Ferdi, di usianya yang ke-15 dia sudah menyelesaikan sekolah SMA nya tentu saja dengan berbekal kejeniusan otaknya. hari ini Rendra dapat jatah untuk pergi ke kantor sang Daddy, selain mengantarkan makan siang yang dibikinkan oleh mommy nya, dia juga punya misi untuk ikut menyelesaikan pekerjaan sang Daddy. Dengan di anter oleh sopir sang mommy, Rendra akhirnya sampai ke perusahaan Opa Kenan. Tak banyak yang tau wajah Rendra, dia hobi sekali memakai masker bila masuk ke perusahaan Sang Daddy, bukan apa-apa! Rendra hanya tak mau banyak di kenal sebagai anak Daddy Ferdi yang berkuasa itu, menghindari penjilat! begitulah pikir Birendra.


Sayangnya Rendra harus menunggu terlebih dahulu di ruangan sang Daddy karena Dad Ferdi sedang mengikuti rapat dengan beberapa pemegang saham yang lain, walaupun pemegang saham utama keluarga Hardiansyah namun semuanya tak sepenuhnya 100%.Keluarga memiliki 75% saham, sedangkan 25% di miliki oleh orang lain yang terbagi 3 orang. perusahaan Hardiansyah yang utama dipegang oleh Opa Keenan namun Opa Kenzo yang sudah mempunyai perusahaan sendiri tetap membiarkan Kenan untuk mengurusi perusahaan tersebut,sahamnya pun sudah dialihkan ke tangan Opa Kenan karena beberapa puluh tahun yang lalu Opa Kenan memberikan bantuan dengan membeli saham Opa Kenzo untuk membangun perusahaan Opa Kenzo yang baru.


karena bosan berada di ruangan sang Daddy akhirnya Birendra menelusuri setiap lorong di perusahaan tersebut untuk mengetahui seluk-beluk perusahaan. dia berhenti di sebuah ruangan dengan pintu yang terbuka sedikit karena ada beberapa orang yang sedang membicarakan sesuatu yang menyebut nama sang Daddy, karena penasaran Rendra akhirnya diam-diam mengintip dan mendengarkan pembicaraan mereka.

__ADS_1


"aku juga tahu kalau anaknya Tuan Ferdi itu sangat jenius tapi bukankah dia tidak punya hak atas perusahaan ini!" kata si A


"aku pun berfikir sama!!! ya kami kita memang harus menghormati Tuan Ferdi yang selama ini sudah membesarkan perusahaan ini sehingga keuntungan kita sebagai pemegang saham setiap tahun naik secara signifikan,tetapi untuk kepemimpinan selanjutnya saya rasa anak sulung Tuan Ferdi tidak pantas untuk berada di posisi tersebut!" kata si B


"ya aku rasa tuan Eno lah yang lebih berhak untuk duduk di kursi Kepimpinan menggantikan Tuan Ferdi karena Tuan Eno adalah cucu kandung dari tuan Kenan Hardiansyah"!. saut si A lagi.


Rendra merasa heran, mereka bertiga seolah mempertarungkan antara Rendra dan Eno siapakah yang berhak memimpin perusahaan Keenan Hardiansyah, Padahal di antara Eno dan juga Rendra sama sekali tidak ada perselisihan dalam kepemimpinan perusahaan tersebut! bahkan Rendra tak ingin memimpin perusahaan yang sekarang dipimpin oleh sang Daddy. mendengarkan perkataan mereka timbul ambisi Di dada Rendra untuk membangun perusahaannya sendiri, nama belakangnya memang menyandang nama Hardiansyah namun dia tak ingin hidup dalam bayang-bayang keluarga Hardiansyah!! dia ingin membangun perusahaannya sendiri dengan namanya sendiri!?? Birendra!!!.

__ADS_1


sejak saat itu untuk mewujudkan segala ambisi dalam hidupnya Rendra berusaha untuk mendapatkan uang dengan cara yang cepat,Namun bukan berarti dia melakukannya dengan cara yang tidak baik. kala itu orang yang terdekat diantara di keluarganya adalah Eno dan gak mungkin saat itu dia meminta bantuan Eno!!maka orang yang dituju pertama kali adalah Farel anak dari uncle Jhon Kakak dari Om Haris istri Tante Kayla adik sang Daddy.


Farel memberikan informasi untuk bermain di bursa saham, Karena bila keberuntungan berpihak maka bursa saham akan menjadi penghasilan yang terbesar dan mempercepat ambisi Rendra untuk mendapatkan perusahaannya sendiri.


dan sejak saat itulah Rendra mulai bekerja keras memeras otaknya, selain bermain di bursa saham dia pun melakukan hal yang lain agar perusahaannya dapat dengan cepat bisa didirikan,walaupun tak bisa menyaingi perusahaan besar milik Kenan Hardiansyah.


flashback off

__ADS_1


bersambung


__ADS_2