Birendra

Birendra
Mendadak Mafia


__ADS_3

Kehebohan terjadi di rumah Bram, penyebab utamanya adalah bik Narsih yang super panik melihat Acca mau melahirkan, maklum selama ini bik Narsih tak pernah tau rasanya melahirkan ataupun melihat orang mau melahirkan,karena hidupnya di habiskan bersama sang suami dan orang-orang yang ada di rumah Bram, yang notabene nya Lelaki semuanya.


"Nona Acca mau melahirkan!!! siapkan mobil!!!" teriak bik Narsih panik, secepat angin Tarjo berlari ke arah depan rumah Bram di mana teman-teman nya berada.


"Nona Acca mau melahirkan!!! siapkan mobil!!!" teriak Tarjo sambil berlari mendekati mereka.


Mereka semua terlihat kaget, dengan secepat kilat mereka menyiapkan mobil, Tarjo kembali berlari ke dalam rumah dan membopong tubuh Acca setelah sebelumnya meminta ijin, BI Narsih menelpon Bram dengan kepanikan nya, Bram yang juga berada jauh dari rumah berkata akan segera ke rumah sakit.Acca tak mau ambil pusing dengan kehebohan yang ada, yang di rasakan saat ini adalah kontraksi yang semakin lama semakin sakit.Bram nampak menelpon salah satu anak buahnya yang memberikan ponselnya pada Acca.


"Maaasss......." rengek Acca, di sana Bram sedang mengepalkan tangannya menahan diri agar tak mengamuk, dia sungguh tak tega mendengar suara sang istri yang kesakitan.


"Sabar Ca....ini aku sedang ke sana, ingat ya....mereka anak kamu, mereka ingin bertemu dengan mu dan juga aku! sabar Ca!" kata Bram mencoba menenangkan Acca, dan setelah beberapa saat berbincang Bram memutuskan panggilan telepon nya.

__ADS_1


Braaakk........Suara ponsel milik Bram di banting, untuk saja ponsel itu mahal dan untungnya juga mengenai sofa terlebih dahulu baru ke bodi mobil


"Jangan seperti siput Deni!!! cepat percepat jalannya!!' teriak Bram, hingga membuat Deni gemetaran ketakutan.


"I-iya Tuan.....hiks....hiks....!" Deni bahkan dengan bodohnya sudah menangis karena ketakutan.


"Kau menangis???" tanya Bram heran bercampur geram


Bram hanya bisa memijit pelipisnya karena pusing dengan sikap Deni di tambah dia harus memikirkan tentang Acca istrinya yang mau melahirkan.


Sedang kan di sisi Acca, iring-iringan mobil pengantar Acca ke rumah sakit sudah seperti kampanye Pilkades saja, bagaimana tidak! Acca di barisan mobil paling depan dengan Tarjo, Om Surya dan bik Narsih, di bagian belakang ada 2 mobil dan beberapa sepeda motor yang mengikuti nya. Entah mengapa mereka semuanya di buat heboh oleh bik Narsih, bahkan beberapa dari mereka yang sudah pernah mengantarkan istri mereka lahiran mendadak ikut panik, mungkin bukan karena Acca melahirkan tapi karena mereka membayangkan kemarahan Bram yang nampak mengerikan bagi mereka.

__ADS_1


tin......tin.......tin......


Suara klakson mobil pengiring Acca datang..mereka seakan tak sabar memarkirkan mobilnya.


Acca di giring masuk ke dalam rumah sakit oleh bik Narsih, sedangkan di belakang Acca, ada hampir 15 preman dengan berbagai macam pakaian yang mereka kenakan, bahkan ada dua bodyguard suruhan Rendra yang di tempat kan di rumah Bram ikut berada di barisan paling depan .


"Di mana dokter nya!!!??? bawa ke sini!! cepat!!!'' teriak Tarjo sambil mencengkram krah baju seorang perawat lelaki yang sedang melintas, seorang suster bukannya membantu kawannya dia malah berlari masuk ke dalam.


"Ada apa?" tanya teman sesama suster.


"Ada Mafia masuk rumah sakit!!" pekiknya pelan, suster tersebut tak melihat Acca yang hamil besar dan kesakitan karena terhalang tinggi dan kekar tubuh bodyguard di depannya. Kehebohan berlanjut ke rumah sakit.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2