
Aluna mundur teratur ketika sudah terlempar di atas ranjang.
A-aku mau sarapan!! aku lapar!" ucap Aluna sambil berusaha turun dari ranjang.
"Ssstttt.......aku sarapan kamu dulu!! baru kamu boleh sarapan!" ucap Arvan sambil melepaskan kaos polos nya, dan jangan tanyakan bagaimana jantung Aluna, dia benar-benar sangat cemas saat ini.
"Dasar Sumanto!!!" teriak Aluna.
"Sumanto? siapa itu? mantan kekasih mu?" tanya Arvan dengan heran.
Rasa cemas Aluna seketika hilang mendengar pertanyaan dari suaminya, dia benar-benar lupa siapa Arvan, anak terlanjur kaya itu pasti tak begitu memperhatikan berita dalam negeri yang memang terkadang kurang bermutu, apalagi Sumanto, seorang lelaki yang pernah memakan daging manusia itu adalah berita yang sudah cukup lama,dan viral pada jamannya.
"Siapa dia jawab?" tanya Arvan penuh penekanan, Aluna sampai tak sadar kalau sekarang sang suami sudah berada di hadapannya dan satu ranjang dengan nya.
"Arvan!! mundur!" perintah Aluna.
__ADS_1
Sayangnya dia memegang sesuatu yang tidak seharusnya dia pegang, Arvan memejamkan mata nya ketika tangan lembut Aluna mendarat di dada polosnya.Aluna yang menyadari itu segera menjauhkan tangan nya, sayang nya insting Arvan lebih tajam, walaupun matanya terpejam,dia tau tindakan Aluna,dan seketika memegang tangan tersebut agar tak menjauh dari dadanya.
"Kamu sudah siap aku makan?" bisik Arvan,
Dia yang sedari awal tak mau menyentuh Aluna,namun demi kemenangan nya atas Aluna,dia meminta hak nya sebagai suami pagi ini, menggoda Aluna berulangkali, hingga wajah merona Aluna membuat hati Arvan puas. Melihat wajah Aluna dari dekat membuat sesuatu di bawah sana tiba-tiba berubah ukuran, Arvan yang tadinya hanya ingin menakut-nakuti Aluna,kini seakan senjata makan tuan, dia menginginkan sang istri lebih dari sekedar menggoda nya.
"Sial.....sial..!!! ini namanya senjata makan Tuan!!" gerutu Arvan dalam hati.
Arvan secara perlahan membenamkan bibirnya ke bibir ranum Aluna, Aluna nampak terkejut dengan apa yang di lakukan Arvan, hingga dia hanya bisa diam saja.
Merasakan Aluna yang tak membalas ciiiuman nya, Arvan semakin memperdalam ciiiuman nya, saat ini bahkan dia sudah menahan tengkuk belakang Aluna, Begitu pandai nya Arvan membuat sang istri akhirnya terbawa suasana, perlahan Aluna memejamkan matanya, walaupun balasan nya tak begitu pandai, namun dia berusaha mengimbangi permainan suaminya. Dari bibir, Arvan meluncurkan ke bawah, menikmati leher jenjang Aluna yang nampak mulus dan putih, sedikit gigitan di sana hingga Aluna memekik pelan karena rasa sakit dan nikmat yang datang bersama.
"Boleh?"
tanya Arvan dengan nafas yang mulai memburu, tangannya bahkan sudah membuka satu kancing dress yang di pakai Aluna.
__ADS_1
"Ma-mas a-aku...." Aluna bahkan tak bisa meneruskan ucapannya,dia delima saat ini, jujur dia belum siap menjadi istri yang seutuhnya untuk Arvan, bahkan rasa cinta untuk suami nya pun belum tumbuh, menikahpun karena permintaan wanita yang sangat dia sayangi,yaitu Arsy, sang mertua, Namun melihat wajah Arvan yang di penuhi kabut gaiirah,membuat Aluna tak tega, toh dia adalah suaminya, setidaknya begitulah cara Aluna menenangkan hatinya.Sedangkan Arvan tak mempedulikan kata-kata Aluna, dirinya yang sudah terbakar gaiiirah, Arvan kembali melanjutkan aksinya.Hingga beberapa saat kemudian, mereka sudah benar-benar dalam keadaan polos di dalam selimut tebal milik mereka.
"Maasss.....iiihhh sakit!" rengek Aluna ketika Arvan memcoba menerobos gawang pertahanan sang istri.
Arvan hanya diam saja, dia sedang konsentrasi dengan si dedek gemes milik nya yang berusaha masuk ke dalam gua sang istri.
"Aaarghhh.....hiks....hiks....Arvan!!" pekik Aluna ketika Arvan sudah berhasil.
"Bentar Lun!! nanggung ini!" ucap Arvan sambil mencari kenyamanan dirinya dan Aluna.
"Cabut Van!! cabut!!" pinta Aluna sedikit merengek.
"Eh apanya yang dicabut?" tanya Arvan sok bodoh, dia kemudian mulai bergerak maju mundur, membuat suasana panas semakin panas! Aluna yang tadinya kesakitan,kini terlihat lebih menikmati.Aluna di bawa terbang melintasi cakrawala, menikmati sesuatu yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya.
bersambung.....
__ADS_1