Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 32


__ADS_3

Nyatanya pertemuan mereka berempat sama sekali tidak mendapatkan hasil, mereka bertiga yaitu Kian, Faash dan juga Dewo, malah lebih sering mendapatkan ejekan dari si anak terlanjur kaya yaitu Arvan Arvan bahkan memamerkan kehidupan rumah tangganya bersama Aluna,walaupun Alvan benar-benar belum merasa betah tinggal di rumah tersebut bersama Aluna,namun memanjakan dirinya saat malam hari merupakan sebuah obat tersendiri bagi Arvan untuk mengisi rasa tak nyaman nya di rumah tersebut, Arvan jadi mempunyai semangat untuk pulang ke rumah saat pekerjaan di perusahaannya selesai.


Jari ini adalah akhir pekan,Aluna sengaja tidak pergi ke toko kue milik sang mertua yang sekarang dipegang olehnya,dia sengaja menemani Arvan untuk liburan di rumah saja karena itu adalah permintaan dari Arvan. pagi ini Aluna ingin memasak-masakan favoritnya, dan tentu saja itu bukan makan favorit Arvan.Arvan bahkan cenderung tidak pernah menyukai menu-menu sederhana yang selalu dimasak oleh Aluna, Aluna selalu saja mengatakan bahwa Arvan belum terbiasa saja, tapi setelah beberapa hari menikah pun, Arvan tetap tak bisa menyesuaikan diri.


"Mau kemana?" tanya Arvan dengan suara serak kas orang bangun tidur namun matanya masih tertutup rapat sambil menarik Aluna masuk ke dalam dekapan nya lagi.


"Ar minggir! aku mau bangun!" ucap Aluna sedikit memberontak.


Arvan menulikan telinga nya, dia masih setia dengan dekapan nya di perut Aluna, Entah mengapa mereka tak bisa akur, walaupun mereka sudah sering melakukan malam panas bersama, Namun nampaknya mereka hanya akur di atas ranjang saja saat mereka melakukan kegiatan suami istri,selebihnya mereka tetap akan cekcok di setiap kesempatan.


"Ar... lepaskan!! keburu tukang sayurnya pergi Ar!!" ucap Aluna dengan sedikit kesal.


Semalaman Aluna tak bisa melarikan diri dari jeratan sang suami, berdalih Rendra, Papi nya yang segera ingin menimang cucu, membuat Arvan gencar membuat sang istri lemas di atas ranjang.Dengan kesalnya, Aluna mengigit lengan Arvan, seketika Arvan terbangun.


"Aaarghhh..... Luna!!! dasar vampir!!" pekik Arvan sambil mengibaskan tangannya yang terkena gigitan Luna.


"Salah sendiri nemplok kayak cicak! aku harus masak Ar, bukan main-main terus sama kamu!" ucap Aluna dengan santainya meninggalkan Arvan yang masih manyun di atas ranjang nya.

__ADS_1


Aluna segera membersihkan diri dan berganti pakaian, dia dengan cepat menyambar dompet yang ada di meja kamarnya. Berjalan dengan cepat ke arah pintu keluar dan membuka pintu.


"Sayuuuuuuuur....buk-ibuk..... sayuuuuuuuur!!!"


Terdengar teriakan tukang sayur keliling langganan Aluna dan ibu-ibu sekitar rumah nya, Aluna tak perlu berjalan terlalu jauh karena tukang sayur selalu berhenti di depan rumah tetangga sebelahnya. jam menunjukkan pukul 05.30 pagi, namun sudah begitu banyak ibu-ibu yang mengantri di tukang sayur.


"Eh neng Aluna,.....masak apa hari ini neng?" tanya tukang sayur yang terlihat sangat ramah, kebetulan mereka seumuran.


"Bang Kodir...ada Pete gak?" tanya Aluna sambil mencari-cari apa yang di inginkan.


"Waduh neng, lagi gak musim, ada juga mahal banget" seru si tukang sayur yang di panggil bang Kodir itu.


"Ah Bu Karjo, biasa Bu...udah 2 hari gak keramas...jadi sekalian!" ucap Aluna, walaupun tergolong baru di sana, namun Aluna hafal belum siapa Bu Karjo.


"Udah 3 Minggu lho mbak Aluna, suaminya gak pernah nongol di mari, kenapa? malu ya? apa jangan-jangan suami mbak Aluna kurang good looking ya?" tanya Bu Karjo sedikit mengejek.


"Eh.... suaminya masih muda kok Bu" saut salah satu pembeli yang pernah melihat Arvan.

__ADS_1


"Masa' sih" ucap Bu Karjo dengan sedikit senyum mengejek nya.


"Eh Bu Karjo, neng Aluna, saya juga penasaran.... ganteng mana sama saya...." si bang Kodir sok pede yang ikutan kepo, terus terang saja, memang dia tak pernah melihat suami Aluna.


Ketika semua orang sedang membicarakan nya, Arvan dengan bertelanjang dada serta bercelana pendek dengan santainya berdiri di teras rumah, menggosok rambut basah nya dengan handuk kecil, Sayup-sayup dia mendengar perbincangan mereka walaupun tak begitu lengkap.


"Suami ku agak pemalu ibu-ibu, bang Kodir" jawab Aluna yang tak mau panjang lebar.


"Luna sayang......" panggil Arvan.


Spontan semua mata menuju ke arah suara, dan betapa terkejutnya mereka melihat wajah tampan seorang Arvan, bahkan Bu Karjo sudah nemplok ke dagangan bang Kodir sambil mengelus-elus sayur kangkung yang panjang.


"Itu suaminya?.....bagai dewa turun dari langit!" Kata salah satu ibu-ibu.


"waaahhh mau dong jadi madu nya mbak Luna" seru yang lain yang hanya berbeda beberapa tahun dari Aluna.


"itu perut nya aahhh.....pengen ngelus-ngelus-!" pekik Bu Karjo sambil terus mengelus sayur kangkung nya, tanpa dia sadari pak Karjo sudah berada di belakang nya sambil berkacak pinggang.

__ADS_1


"Bu!! ingat umur!!....pulang!!?"


bersambung


__ADS_2