Birendra

Birendra
Benih-benih cinta


__ADS_3

"Tidaaaaakk!!!? teriak Rendra membuat Farel melonjak di tempat.


"Berani ya loe ngobalin istri gue!!!" Rendra sudah seperti orang gila dimata farel, bagaimana tidak, dia sedang berdebat dengan ponsel ditangannya,hanya karena mendengar percakapan Arsy istrinya dengan seorang lelaki yang di duga farel sebagai teman kuliah Arsy.


"Haissshh... seperti gue musti nganter jemput Arsy!! biar laki-laki resek itu gak gangguin dia!!" gumam Rendra.


" trus jadi bodyguardnya aja! biar bisa ngikutin dia kemana aja!" kata Farel yang belum disadari kehadiran oleh Rendra.


" benar juga!" kata Rendra berdiri dari tempatnya dan baru menyadari keberadaan farel, Rendra sangat kaget dengan keberadaan farel di ruangannya.


"Hahahahahahaha.... dasar suami bucin!!!" tawa farel meledak ketika melihat wajah kaget dari Rendra, Ceo nya yang terlihat cool di depan karyawan dan anak buahnya itu ternyata bisa gila juga hanya karena istrinya berkenalan dan di gombal i oleh teman kuliah istri nya.


"Ngapain loe di sini?" tanya Rendra kembali ke model cool nya, sebenarnya Rendra sosok yang mempunyai jiwa beragam, sifat sang Daddy dan Mommy lebih mendominasi, namun gaya cool dan jaimnya serta tegasnya bila berhadapan dengan kolega ataupun karyawannya dia dapat dari sang Opa, Kenzo Hardiansyah.


"Ckc......ada klien yang ingin bertemu masa kamu sendiri,dia ingin bisa bertemu dengan Ceo perusahaan yang akan kerja sama dengannya!" jelas Farel.


"Kapan? bukannya kita ada meeting sebelum makan siang nanti?" tanya Rendra kembali sibuk dengan berkas-berkas dihadapannya.

__ADS_1


"Meeting itu minta di tunda jam 3 sore!"


"Heh!!! baiklah!!" Rendra menghela nafasnya pelan, padahal dia berencana untuk menyusul sang istri ke kampus nya, semuanya gagal sudah sekarang, pekerjaan lebih penting bagi Rendra saat ini, perusahaan yang dibangun nya belum terlalu besar, ambisinya untuk bisa menyaingi perusahaan sang Opa Kenan,yang sekarang di pegang Daddy nya singgu besar, hingga tanpa lelah Rendra mengerjakan dan memikirkan berbagai strategi dalam mengembangkan perusahaan nya.


Sedangkan di kampusnya, Arsy sudah berada di kelas, dengan sangat teliti Arsy mengikuti kuliah hari ini, disampingnya juga ada temen barunya yaitu Wahyu yang juga sangat antusias menyimak penjelasan dari sang dosen.


"Baiklah! di pertemuan kita Minggu depan akan mencoba mempraktekkan pelajaran hari ini!'' kata dosen


"Buat tim menjadi 4 bagian, okay!! cari tim kalian masing-masing!"


"Ar kamu satu kelompok sama aku ya?" kata Wahyu


"Siap...!!! eh bukannya satu kelompok 4 orang ya?" tanya Arsy pada Wahyu.


"Kita ikut dong!!" kata Rania dan Kalis bersama.


"Cocok!!!" kata Wahyu karena Wahyu tau siapa mereka, mereka adalah teman satu sekolah dengan Wahyu.

__ADS_1


Akhirnya mereka sepakat akan bertemu dengan lagi Minggu ini untuk membeli bahan dan perlengkapan yang di pakai untuk praktek, Arsy merasa senang karena selama tiga tahun ke depan dia mempunyai teman-teman yang baik.Hingga akhirnya seorang sopir menjemput Arsy sesampainya di rumah setelah menyapa ibu mertua nya yang memang saat ini hanya ada Mom Raisya, Arsy segera masuk ke dalam kamarnya berencana hendak mandi, dengan sangat percaya diri, Arsy melepaskan kancing kemeja yang dia pakai hingga menyisakan penutup kedua buah dadanya, serta melepaskan celana panjangnya,namun masih menyisakan celana ketat hitam yang menutupi setengah paha mulusnya.


"Mau menggodaku?" ucap Rendra sambil menyandarkan diri di pintu ruang ganti.


"Eh Abang udah pulang?" tanya Arsy balik, dia benar-benar lupa keadaannya saat ini, Rendra hanya mengerutkan keningnya saja.


"kenapa bang?"


"Ukuran berapa dadanya itu?" tanya Rendra sambil menunjuk ke arah dada Arsy.


"Ukuran?....0hh ini ukuran tiga en-.....huaaaaaaaa!!" Arsy berlari ke arah kamar mandi begitu menyadari kalau dia sudah setengah telanjang.


"Hahahahahahaha!!!! polos sekali istriku!! bikin gemes aja!!'' ucap Rendra.


"Eit...eit.....eit....Mr.P...!!! jangan macam-macam ya!! dia masih balita!!!'" lanjut Rendra yang dengan absurd nya berbicara dengan sejata pamungkas miliknya,yang di rasa mulai membesar dari ukuran normalnya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2