
Imbas dari pembuatan Faash, Arvan, Kian dan Dewo, rupanya hari ini langsung di rasakan oleh Faash, Bram rupanya tak main-main dengan perkataan nya, dan saat ini Faash sedang duduk manis di depan seorang gadis, gadis yang sedari tadi sudah salah tingkah karena di tatap sedemikian rupa oleh Faash.
"Anak manja, anak rumahan, sok anggun dan tentu saja dia pasti anak Mama!!!"
Batin Faash menilai gadis yang ada di hadapannya saat ini.Gadis yang masih duduk di bangku kuliah itu, adalah anak bungsu dari salah satu pejabat, klien Bram.Gadis yang berusia kisaran 20 tahun itu, nampak duduk dengan manis dan anggun di depan Faash. Faash memang buka pribadi yang wellcome pada kenalan baru, sosok Faash akan berbanding terbalik, sosok yang ceria dan ramah bila di sekitaran keluarga dan sahabatnya, namun bila berkenalan dengan orang baru, dia akan menjadi sosok yang datar dan dingin, sama halnya dengan sang Papa.
"Siapa namamu?" tanya Faash dengan nada datar nya.
"Camelia " jawab gadis itu pelan, bahkan hampir saja Faash tidak mendengarkan nya.
"Kamu tau kenapa kita bertemu?" tanya Faash lagi
__ADS_1
"Iya.... Mama bilang buat perkenalan sama kamu" jawab Camelia sambil menunduk kan wajahnya.
"Apa lagi selain itu?" tanya Faash lagi, sekarang bahkan dia Meraka seperti main tebak-tebakan dengan gadis di depannya.
"Mama bilang belajar mengenal jauh dengan kamu" jawab Camelia
"Trus apa lagi?" tanya Faash lagi dan lagi.
"Mama kamu bilang tidak kalau kamu harus nurut sama aku?" kata Faash,dan kali ini Camelia menganguk sebagai jawaban nya. Faash memperlihatkan senyum seringai nya.
"Lumayan buat hiburan nih! kalau bawa dia pasti bisa keluar rumah!!" seru Faash dalam hati, karena ulahnya, Bram menerapkan hukuman sebagai tahanan rumah, yang artinya Faash tak bisa kemana-mana,dia boleh keluar rumah sesuai hari di mana Arvan selesai cuti nya.
__ADS_1
Camelia, gadis yang memang selalu menuruti apa kata sang Mama, gadis yang di besarkan di kalangan atas, ayah nya seorang pejabat pemerintah, namun jauh sebelum itu, sang Ayah adalah seorang pengusaha sukses secara turun temurun, tentunya kekayaan nya tak hanya dari gaji sebagai pejabat,namun juga dari berbagai usaha yang dia miliki.Sehingga menyebabkan Camelia hidup dengan kekayaan sang Ayah tanpa kurang suatu apapun.Entahlah apa yang saat ini di rencanakan olehnya Faash.
Di sisi lain, Kian sedang merengek pada sang Mama, bergelayut manja di lengan Mama nya ketika mereka berada di rumah sang Opa. Hukuman tersebut ternyata berlaku juga pada Kian, beberapa saat yang lalu, para orang tua memang sedang berdiskusi tentang perbuatan keempat anak mereka, hal-hal yang tak diinginkan oleh orang tua mereka berempat,membuat mereka sepakat untuk menikahkan anak-anak mereka, pasalnya setelah di pikir- pikir, mereka berempat memang tak pernah menjalin hubungan dengan lawan jenis selama ini, mereka hanya takut kalau anak-anak bertindak di luar batas.
"Mama sayang... Kian kan masih kecil, kok di kawinin sih?" tanya Kian sambil merayu sang Mama, agar terhindar dari permintaan Papa dan Opa nya yang ingin menikahkan nya.
"Kecil dari mana? badan kamu aja yang sekarang kecil!! lagi diet ketat ya?" kali ini sang papi yang berseru.Entah mengapa Wahyu lebih suka anaknya berisi, lucu kata Wahyu, namun anaknya sekarang berubah menjadi sosok yang ideal dan tampan.
"Itu sudah keputusan papa dan Opa kamu! salah sendiri kalian berulah, siapa yang bisa menjamin kalau kalian gak akan ikutan praktek, apalagi Arvan yang sudah menikah, pasti dia sudah unboxing istrinya saat ini,nah kalian berempat kan sama-sama resek gitu, bisa jadi kalian mengikuti perbuatan Arvan, kalau Arvan sih enak sudah halal dengan istrinya,enak praktek nya, nah kalian bertiga mau praktek sama siapa? sudah itu yang bikin meresahkan kita semua,jadi Papa akan carikan calon istri untuk kamu!!"
"Gaaaaaaakkk!!?"
__ADS_1
bersambung..