Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 22


__ADS_3

" Ini masakan aku lho mas,enak tau....aku belajar dari Tante Dewi" kata Thisa dengan antusias, dia bahkan tak peduli dengan wajah datar Dewo.


"Selesai makan aku akan antar pulang kamu!" saut Dewo sambil memulai acara makan nya.


"Aku gak akan pulang!" kata Thisa sambil memanyunkan bibirnya.


Mereka hanya berdua di meja makan, karena Dewi harus ke toko kue Arsy, dia masih bekerja di sana sampai saat ini, sedangkan Tarjo yang bekerja sebagai asisten Bram,sudah berangkat sedari tadi.Dewo nampak memperhatikan wajah manyun gadis yang ada di hadapannya itu.


"Astaga!!! ngemesin banget sih!!" batin Dewo.


Sebenarnya Dewo salah tingkah banget, bagaimana tidak, Thisa melihat dia makan dengan memangku dagunya dengan kedua tangan nya, Dewo menelan makanan nya dengan susah payah, Selama ini Dewo memang menyukai segala tindak tanduk Thisa, namun dia benar-benar harus memastikan hatinya, benarkah dia menyukai Thisa sebagai seorang wanita,atau hanya menyayangi nya sebagai adik dari sahabat sekaligus bos nya.Pasalnya, mereka memang sudah dekat sejak kecil, seperti halnya Faisha, adik kembar Faash yang sudah dia anggap adiknya sendiri.


"Aku gak mau tau!! kamu harus pulang!" kata Dewo

__ADS_1


"Gawat kalau berduaan sama dia di rumah ini! bisa-bisa malam pertama Arvan pindah ke kamar gue!" lanjut Dewo namun hanya dalam hati saja.


"Astaghfirullah!!" seru nya sambil memejamkan matanya.


"Kenapa?" tanya Thisa


Dewo segera membuka matanya,dan alangkah terkejutnya dia mendapati wajah Thisa hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya, Thisa bahkan terlihat mengedip-ngedipkan matanya menunggu jawaban dari Dewo.


cup....


Spontan dan cepat Thisa mengecup bibir Dewo, kemudian dia berlari ke kamar mandi yang ada di dapur, sambil berlari dia berseru.


"Selesaikan sarapan mu dan antar aku!"

__ADS_1


Dewo bukan nya tak dengar apa yang di katakan Thisa, hanya saja dia sibuk dengan detak jantung nya yang di rasakan sudah tidak normal lagi, dia sampai menjatuhkan sendok nya dan spontan memegang dadanya.


"Oh Tuhan!!! dia sangat meresahkan!! dia sudah berani bertindak lebih jauh!!" gumam Dewo terlihat cemas, sambil memegang bibirnya yang baru saja di kecup oleh Thisa.


Hatinya masih bimbang dengan perasaan yang ada di hatinya untuk Thisa, jadi Dewo belum memikirkan bagaimana cara menghadapi Thisa, Dewo hanya takut kalau-kalau hatinya hanya menyayangi Thisa layaknya Faisha, sekedar adik saja, Dewo takut menyakiti Thisa, bila dia bertindak lebih dulu, maka dari itu Dewo selalu menjaga jarak dan bersikap datar pada Thisa.


Sedangkan Thisa sedang jingkrak - jingkrak senang di dalam kamar mandi, curhat nya pada sang Oma,yaitu Mom Raisya sangat berguna, ya.... beberapa waktu lalu, Thisa berkeluh-kesah tentang Dewo, lelaki yang dicintainya, dan saran dari sang Oma yang berkata bahwa Thisa harus bisa memastikan bagaimana perasaan Dewo padanya, jika Dewo menunjukkan reaksi-reaksi yang seperti sang Oma katanya, melalui ekspresi wajahnya saat Thisa melakukan aksinya,maka itu artinya Thisa masih punya harapan, namun sebaliknya, makan Oma Raisya meminta Thisa mundur teratur.


"Apa gue bilang!!! Dewo pasti juga punya perasaan sama gue!?" pekik Thisa tertahan, karena tak ingin Dewo mendengar pekikan nya.


"Selangkah lagi!!! maka aku pastikan!! kau akan menjadi nyonya Dewo!" ucap Thisa di depan cermin pada pantulan wajah Nya sendiri


bersambung

__ADS_1


__ADS_2