Birendra

Birendra
Badai untuk Arsy


__ADS_3

Hari berlalu dengan santai nya, Arsy sudah menjalani kuliah nya dan menghabiskan dua semester dengan sangat baik karena bantuan sahabat-sahabatnya.


Bagaimana perkembangan hubungan Eno dan Kalis? Nol besar!!! Eno belum bisa menaklukkan hati gadis tersebut, Bahkan Eno sudah mendekati papa Kalis Om Okan untuk di jadikan partner dalam mengambil hati Kalis. Begitu pun dengan hubungan Farel, Farel masih sama tak bisa mengungkapkan isi hatinya pada Kamilaa, bahkan setelah hubungan kerjasama antara perusahaan Rendra dan perusahaan di mana Mila bekerja yang membaut hubungan Farel dan Mila juga semakin dekat, namun tentu saja Mila yang lebih banyak mendekati Farel, Farel sendiri? jangan di tanya, setiap berdekatan dengan Mila, sapu tangan yang selalu dia simpan di saku jas nya selalu basah karena dipakai mengelap keringat yang selalu tiba-tiba ada di keningnya bila berdekatan dengan Mila.


Beberapa hari ini Rendra benar-benar sangat sibuk, dia benar-benar di buat kewalahan dengan proyek besar yang sedang di jalani nya, kesempatan besar untuk mengembangkan lebih besar lagi kerajaan bisnis nya, Rendra bahkan sampai lupa masih ada Arsy yang selalu menunggu nya pulang setiap malam, bahkan sudah hampir dua minggu ini Arsy tak bertemu langsung dengan Rendra. Setelah menjalani wisuda Rendra benar-benar menjadi CEO muda yang tak main-main sekarang.Akhir-akhir ini pukul 12 malam Rendra baru pulang, dan pagi sekali Rendra sudah berangkat ke kantor,kadang-kadang jam 6 dia sudah sampai kantor nya,Bahkan tak jarang Rendra yang sekarang mempunyai ruang kerja sendiri,di tempat itu tanpa mengetahui bahwa istrinya sedang menunggunya di kamar, Rendra malah tertidur di sana sampai menjelang pagi.


Ambisi besar seorang Birendra,membuatnya jauh dari istri setianya. Dad Ferdi dan Mom Raisya tak pernah tau bahwa Rendra dan Arsy jarang bertemu walaupun mereka satu kamar, Arsy semakin dewasa, pemikiran tak lagi sama seperti awal menikah dulu. Satu tahun bahtera rumah tangga telah di jalani Arsy, dan siapa yang menyangka bahwa hari ini adalah hari di mana peringatan kematian sang ayah, juga sebagai perayaan satu tahun pernikahan nya dengan Rendra.


Arsy sudah mulai terbiasa tanpa Rendra, dia sudah mempunyai kesibukan nya di bidang kuliner bersama Tante Rania, istri dari kakak mertuanya Mom Raisya yang memang mempunyai sebuah restoran,setelah menyelesaikan mata kuliah nya, Arsy bergegas ke pemakaman, sebelum sampai ke pemakaman dia mampir di sebuah toko bunga.

__ADS_1


"Sore mbak...ada yang bisa di bantu?" tanya seorang pelayan toko.


bukan pada Arsy namun pada seorang wanita yang ada di samping Arsy, Arsy hanya menunggu giliran sambil melihat-lihat bunga yang ada di sana.


"Aku mau bunga mawar putih, sebanyak 45 tangkai dan tolong di bungkus dengan ini!" kata seorang wanita dengan menunjukkan sebuah hiasan yang terlihat cantik. Akhirnya pelayan toko itu mengiyakan dan segera merangkai bunga tersebut.


"Kalau mbaknya?" tanya nya pada Arsy.


Bunga mawar sebagai tanda satu tahun dia menikah dengan Rendra, dan bunga tulip adalah bunga kesukaan sang ayah yang akan dia bawa ke pemakaman.

__ADS_1


"Baik lah mbak!"


Kembali Arsy melihat-lihat, sampai seorang pelayan memberikan rangkaian bunga mawar putih kepada wanita tadi yang menurut Arsy sangat cantik, dia melamun sambil membayangkan Rendra memberikan pada nya bunga mawar merah dengan rangkaian besar. hingga sebuah suara yang sangat dia kenal terdengar di telinga nya.


"Celia....apa sudah selesai!" tanya Rendra, ya lelaki itu adalah Rendra.


Arsy hanya menatap ke arah Rendra yang tidak menyadari keberadaan nya, dia sibuk dengan ponsel di tangannya, wanita tadi melewati Arsy sambil membawa bunga di tangannya. Mereka berlalu menuju sebuah mobil dengan tatapan penuh arti dari Arsy.Senyuman masam tiba-tiba terbit dari bibirnya.


"Apa saat nya Arsy pergi bang?" gumamnya lirih, dia ingat janjinya pada Rendra, bahwa jika Rendra bertemu dengan wanita yang bisa membuat nya jatuh cinta,maka saat itu juga Arsy harus menyerah.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2