Birendra

Birendra
status berubah


__ADS_3

Rendra sudah bersiap-siap untuk pulang, setelah beberapa waktu lalu dia meminta Farel untuk menyuruh seseorang mengantarkan baju ganti Rendra dan Arsy, kini Rendra sudah siap dan bahkan sudah memesan makanan untuk nya dan Arsy.


"Ar.... ngapain sih di dalam? lama amat!" tanya Rendra


Ceklek.....


pintu kamar mandi terbuka menampakkan wajah cemberutnya Arsy pagi ini. Arsy sangat dongkol pada Rendra, gara-gara Rendra yang sudah mengempurnya habis-habisan semalam, dengan dalih mempraktekkan ilmu biologi nya untuk membuat anak, Arsy akhirnya tak bisa pergi ke kampus pagi ini karena bangun yang kesiangan juga bagian sensitif nya masih terasa perih, walau pun Rendra sudah mengoleskan obat di sana.


"Kenap sih? cemberut aja!! gak baik tau! pagi-pagi cemberut sama suami!"


Kata Rendra sambil menyendok kan sarapan nya ke dalam mulutnya.


"Pokoknya aku gak mau tidurnya sama Abang malam ini!! aku mau tidur sama kak Acca aja!" ancam Arsy


"Ehh gak bisa ya!! emang suami kamu siapa? Acca??" kata Rendra yang tak suka dengan ancaman Arsy.


"Abang bikin sakit Ar!!" ucapnya lagi


"Tapi Abang juga bikin enak kamu juga!! iya gak?" kata Rendra santai.


"Iya sih!!" kata Arsy yang membuat Rendra tersenyum


"Tapi rasa enaknya udah abis!! tinggal sakit nya!!" lanjut Arsy


Perdebatan absrud mereka benar-benar membuat Arsy lapar, hingga makanan yang ada di meja tak ada yang tersisa, dan mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Dad Ferdi.

__ADS_1


Diperjalanan, Rendra memikirkan untuk mengajak Arsy pindah ke rumahnya sendiri, dia gak mau nantinya di ganggu Acca atau Arra atau bahkan kedua orangtuanya bila sedang acara enak-enak bersama sang istri.


"Kita pindah ke apartemen gimana Ar?" tanya Rendra


" Gak ah! ntar aku kesepian!! Abang kan kalau udah kerja kayak orang gila!! gak ada aturan!!" kata Arsy yang emang suka bicara apa adanya.


"Ya nanti Abang pulang nya cepet! kemarin barengan sama skripsi Ar, jadi sibuk! sekarang skripsi nya udah selesai!! Abang tinggal nunggu wisuda aja!" kata Rendra.


"Beneran?"


"Iya Ar...!" kata Rendra mencoba melembut agar Arsy mau.


"Iya deh boleh!!" kata Arsy


"Yes!!!! kena loe Ar, tunggu aja sayang, kita akan mencoba berbagai gaya dan tempat di apartemen!!! aduuhhh udah gak tahan nih!!" batin Rendra dengan senyum liciknya.


"Mana ada Abang seperti itu!! Ge-er banget kamu?!" kata Rendra di buat se ketus mungkin.


"Abang....!"


"Hemmm.....!"


"Abang.....!"


"hemmm....!"

__ADS_1


"Abang cinta gak sama Ar?" pertanyaan spontan di lancarkan Arsy kepada Rendra.


"Hah????"


ciiiitttt...... Rendra tiba-tiba mengerem mendadak mendapatkan pertanyaan dari Arsy,dia seketika menoleh pada wajah polos sang istri, Rendra diam sambil menatap lekat mata polos istri nya itu.


"Jelas gue cinta sama loe Ar!" batin Rendra, tak mungkin dia mengatakan semua nya saat ini, gengsinya masih terlalu tinggi, dia tak mau di katakan bucin pada istrinya itu.


"Kenapa diam bang?" tanya Arsy lagi.


"Gak cinta ya bang?" lanjut Arsy, namun beberapa detik kemudian Arsy tersenyum, senyuman yang sangat tulus menurut Rendra.


"Gak papa kok gak cinta!! asal Abang jangan suruh Ar keluar dari keluarga ini!"


pikiran picik Arsy yang lemot masih saja sama, dia masih terus dan terus berpikir suatu saat nanti akan di depak keluar dari keluarga Daddy Ferdi kalau Rendra sudah menemukan wanita yang di cintai nya.


"Arsy sayang sama Abang...sama Daddy, mommy dan kak Acca juga kak Arra,!"


kata Arsy yang tiba-tiba melankolis, jujur saat ini dia rindu dengan sang ayah, hanya karena melihat seorang ayah bercanda ria dengan anaknya di lobby hotel tadi, saat menunggu Rendra membayar sewa kamar.


"Kalau Abang nanti sudah mencintai gadis lain, Ar siap berubah status!"


kata Arsy lagi, entah mengapa Rendra hanya diam saja mendengar penuturan dari istri nya yang tiba-tiba terlihat bijak.


"Dari istri menjadi adik Abang!!"

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2