
Waktu sebelum kejadian.....
"Nama kamu siapa?"
Tanya Rendra pada seorang wanita yang di bawa Roy ke hadapan nya, ya.... Roy sudah melaporkan segala sesuatu yang berhubungan dengan Bram dan Acca, bagaimana beberapa hari ini Acca yang terlihat mengutarakan perasaannya namun Bram seakan tak tersentuh sama sekali, bahkan Bram terlihat menghindari Acca.
"Niar tuan!"
kata Niar dengan gaya manjanya karena dia terpesona dengan ketampanan Rendra, Niar tak menyangkalnya bahwa Roy membawanya kepada Bos besarnya.
'' apa kau pacar Bram?"
tanya Rendra lagi tanpa mempedulikan Niar yang terlihat berusaha menggodanya.
"bukan Tuan!! Bram itu susah ditaklukan!!dia itu bener-bener seperti tembok yang tidak bisa di luluh kan, aku sudah hampir 3 tahun bersama nya! jangankan menjadi pacarnya! menciumnya saja aku bisa melakukannya kalau dia sedang mabuk kalau tidak aku tidak akan bisa menyentuhnya!"
kata Niar terus terang.
"kalau gitu aku ada tugas untukmu, kau akan mendapatkan bayaran yang cukup lumayan untuk itu,bagaimana?apakah kau menginginkan ruko yang berada di sebuah klub malam itu bukan kau akan mendapatkannya!!"
kata Rendra mengiming-imingi sejumlah uang pada Niar
"Apa Tuan!! benarkah?" kata Niar terlihat ragu
__ADS_1
"apa Tuan menginginkan aku bergoyang di atas ranjang? aku mau saja Tuan tapi jangan memintaku untuk menjadi artis porno,aku tidak mau!aku anti kalau dipublikasikan tapi kapanpun bila Tuan memintaku untuk memuaskan Tuan maka aku akan bergoyang sampai ahhh....mendesa*h seperti itu Tuan!!"
kata Niar dengan sangat percaya diri, Rendra hanya bisa memijit pelipisnya karena pusing dengan tingkah Niar.
"Darimana kau dapatkan wanita seperti ini Roy?'' kata Rendra dengan penuh penekanan kata.
"Bagaimana bisa kalian bermain-main dengan wanita seperti ini!!" lanjut Rendra
"Dia wanita yang setia kawan Tuan!'" bela Roy.
"Kau tau!! siapa nama mu tadi?" tanya Rendra
"Niar Tuan!" jawabnya di buah seindah mungkin.
ancam Rendra karena emosi, karena perbuatan Niar yang kadang berbicara sedikit mende*sah atau meliuk-liuk hanya sekedar untuk memindahkan kakinya saat duduk,mbuat Rendra kepingin segera pulang dan menghabisi istri nya di rumah.
"I-iya Tuan!! tuan hebat!! tipe setia!! padahal sekarang banyak lho laki-laki yang sopan di rumah tapi di luar seperti setan! hihihihihi!"
ucap Niar sambil cekikikan, Roy yang memang biasa bercanda dengan Niar nampak ikut cekikikan.
"Royyyyy!!!" panggil Rendra dengan menekan kan panggilan nama Roy.
"Jadi bisa tidak kamu membantu ku??" kata Rendra dengan ketus.
__ADS_1
"Siap Tuan!!! demi ruko eh demi tuan Rendra aku siap kehilangan bebeb Bram!!"
kata Niar dengan mantap.
Dan Setelah itu adalah kejadian ketika Niar datang ke rumah Bram, dengan drama yang sedikit di dramatis, membuat Acca berbuat nekad untuk melindungi Bram sang pujaan hati. Niar di buat pergi dari rumah Bram dengan kekesalan di ubun-ubun.
""Hahahahahaha Tante Lampir kalah!!" kata Acca melihat Niar berlalu dari sana.
"Sudah cukup bermainnya Nona!! sekarang menyingkir dari pangkuanku!!!" kata Bram penuh penekanan.
"Ups.....jangan galak-galak Kak! nanti anak kita kaget lho!" kata Acca sambil mengelus perutnya.
"Apa!!!!???" teriak seseorang yang membuat Acca dan Bram kaget dan menelan salivanya susah payah.
"Mampus gue!!" gumam Acca lirih.
"Tu-tuan besar!!! i-ini tidak seperti tuan dengar!''
kata Bram ketika melihat kilatan amarah Dad Ferdi.
"Keterlaluan kalian!!! menyesal aku menyetujui keputusan Rendra!!! aku kira kau lelaki baik-baik Bram!!!" teriak Dad Ferdi yang sangat geram mendengar apa yang dikatakan anak perempuan nya.
Acca kebingungan karena kepergok duduk di pangkuan Bram, padahal itu hanya acting saja untuk mengusir Niar
__ADS_1
bersambung....