Birendra

Birendra
Hari apes Celia dan Rendra


__ADS_3

Celia masuk ke dalam kantor nya di hampir jam 12 siang, tadinya dia ingin sekali bolos kerja, namun ketika Eno mengatakan kalau dia sudah ijin pada Rendra agar Celia tak masuk kerja karena menginap di apartemennya, emosi Celia meluap seketika, dia dengan bergegas keluar dari apartemen Eno di jam 9.30 pagi setelah acara perdebatan antara dirinya dan Eno berlangsung cukup alot. Kali ini sasaran nya adalah Rendra, Bos gila nya itu! Celia tak tahu saja kalau Rendra juga sedang mengalami hal yang tidak baik, yaitu semalaman dia harus tidur sendirian di kasurnya sambil menunggu Arsy yang mengunci ruang ganti mereka, Arsy tidur tenang dan nyenyak di dalam sana, sedangkan Rendra bahkan tak bisa tidur karena memikirkan Mr Phoenix nya yang tidak pernah mau tidur malam tadi, terpaksa Rendra harus bersolo karir agak dia bisa menidurkan Mr Phoenix dan juga dirinya tentu.


"Pagi Abang sayang!"


sapa Arsy dengan sangat polos nya, tak lupa senyum sejuta Watt dia berikan pada sang suami. Rendra bahkan bener-bener sudah ingin melahap habis istrinya yang dengan cerianya mengatakan 'pagi abang sayang', Arsy tak tahu saja bahwa Rendra sekarang ini dalam mode sangat ngambek. Dengan bergegas l, setelah pintu ruang ganti baju itu terbuka, tanpa banyak bicara karena kesal dengan sang istri, Rendra segera mengambil baju sendiri dan setelah siap dia langsung nyelonong keluar kamar tanpa mempedulikan sang istri.


"Gak salim dulu bang? atau cium - cium kening gitu bang? gak pamit Abang?"


Arsy nyerocos saja tanpa di peduli oleh Rendra, namun anehnya Arsy senang dengan sikap Rendra, ngambek nya Rendra merupakan kesenangan tersendiri buat Arsy.


braaak!!!


suara pintu di banting oleh Rendra, Rendra berdiri sejenak di depan pintu, berharap Arsy mengejar nya karena Rendra terlihat mengabaikan Arsy pagi ini,


"kok gak di kejar sih??" gumam Rendra sambil mengetuk-ngetukkan kakinya di lantai marmer depan kamarnya.


"Huh!!! dasar istri lemot!!! gak peka!!"


ucap Rendra akhirnya pergi meninggalkan depan kamarnya, bahkan sesampainya di bawah dia hanya menyapa semuanya dan langsung berangkat ke kantor. Rendra yang ngambek tak tau bahwa Arsy sedang menari-nari di atas penderitaan nya.


"Gini amat ya, ngidam pengen suami ngambek!! yes...yes...!! huuuhh lega banget!" dengan santainya Arsy menuju kamar mandi dan berencana akan berendam air hangat, dia ingin merasa rileks, karena jujur saja badannya sedikit kaku, walaupun dia dulu sering tidur di lantai, namun selama setahun lebih menikah dengan Rendra dia terbiasa tidur di kasur empuk super mahal milik Rendra.


Kembali ke Celia, sekertaris cantik Rendra itu, sudah menyiapkan segala unek-unek nya, tentu saja Celia akan menyampaikan dengan cara elegan namun sadis menurut nya.


"Siang pak Farel" sapa Celia ketika melihat Farel yang membawa beberapa berkas di tangannya, dia sepertinya baru keluar dari ruangan nya.


" Oh Celia, kamu jadi masuk?" tanya Farel


"tentu saja pak Farel!! aku harus menyelesaikan sesuatu dengan bos Rendra!!" terdengar suara geram Celia, membuat Farel terkekeh sebentar, mana mungkin Celia berani protes pada singa yang sedang mengamuk saat ini.


"Dimana bos Rendra?" tanya Celia.

__ADS_1


" Mau ketemu dia?" tanya Farel.


" Tentu saja!! hidupku rumit gara-gara Bos gila itu!" bisik Celia, hal itu membuat tawa Farel pecah seketika.


"Kalau begitu ayo ikut aku!" kata Farel


Braaaakkk.....


Suara gebrakan meja di ruang rapat yang di datangi Farel dan Celia, membuat rasa kepo dalam dirinya langsung keluar, Celia berlahan-lahan mendekat, di sana Celia melihat sendiri Rendra sedang mengamuk dengan beberapa karyawan nya yang entah apa masalah nya, Celia tak tau pasti. Farel hanya memperhatikan gadis tersebut, dia yakin nyali Celia sekarang kembali ciut, dan benar saja perkiraan Farel, Celia perlahan mundur,dia akhirnya memutuskan untuk libur kerja sesuai ijin dari Eno tadi pagi, namun dengan teganya, Farel membuka pintu ruangan rapat tersebut


"Bos....ada sekertaris Celia disini!" kata Farel


Hal itu membuat Celia yang mengendap-endap berhenti seketika, dia melirik tajam ke arah Farel.


"Kebetulan sekali sekertaris Celia!!" ucap si singa tersebut.


"Ikuti aku!!! dan kalian....kerja yang bener!! Buyar!!!!" kata Rendra menghardik seluruh karyawan yang ada di ruangan itu.


Celia dan Farel mengikuti Rendra ke ruangan nya, Dan di sinilah Celia dan Farel, berdiri di hadapan Rendra. Celia merasa gugup dengan BB tatapan mata tajam Bos nya, ambyar sudah susunan kata-kata protes yang tadinya akan di layangkan untuk Rendra.


"Iya Bos!!" kata Celia


"terpaksa!" lanjut Celia namun hanya dalam hatinya saja.


"Baiklah!! Farel! berikan semua berkas di tanganmu pada sekertaris Celia, dan kau sudah melewati 4 jam waktu kerjamu yang harus nya di mulai jam 8 pagi!! jadi....."


kata Rendra sambil menyinggung kan senyum nya.


"Jadi??? jadi apa Bos?" kata Celia sudah terlihat ketar-ketir


"Tambahkan 4 jam waktu kerjamu di mulai dari jam pulang kantor!!! dan ingat sekertaris Celia!! itu bukan termasuk jam lembur!" kata Rendra penuh penekanan dan tentu saja penuh kemenangan.

__ADS_1


"Aargghhhh.......Bos sialaaaannn!!!!! Bos gilaaaaa!!!"


Teriak Celia ketika dia sampai di rooftop kantor yang biasa dia datangi saat suntuk di jam makan siang.


"Aku sumpahi kau tak akan di beri jatah sama istri muuuuuu!!!"


"Dasar Bos labil!!!"


"Bos tidak punya hati!!!"


"Bos sialaaaannn!!!!!" umpat Celia dengan menggebu-gebu.


"Okey....cut!!!"


Suara seorang yang sangat di kenal oleh Celia, ternyata di sana ada Eno yang merekam semua kelakuan Celia di rooftop kantor tersebut, entah sejak kapan Eno tiba-tiba ada di tempat yang sama dengan Celia. Celia sangat geram dengan apa yang di lakukan Eno.


"Dasar Lelaki gila!!" umpat Celia,


Celia segera berlalu dari sana, namun sebuah suara dari ponsel Eno membuat Celia membalikkan badannya. Suara teriakan dan umpatannya untuk Rendra di rekam dengan jelas oleh Eno.


"Siniin!!!" pinta Celia, dia ingin menghapus video yang ada di ponsel Eno. Namun Eno menaikkan ponselnya, tinggi badan Eno yang jauh dari Celia membuat gadis itu bersusah payah mengambilnya, karena kurang hati-hati, saat dia melompat untuk menggapai ponsel milik Eno, bibir nya malah bertabrakan dengan bibir Eno yang tiba-tiba melihat ke bawah, karena awalnya Eno mengangkat tangan agar Celia tak bisa mengambil ponselnya dan mendongak kan wajahnya ke atas.


"Aargghhhh.....sakit!!!" ucap Celia, bibirnya sedikit berdarah.


"Kamu gak papa kan sayang?" tanya Eno dengan manis.


"Sayang... sayang...pala loe petang!!" ucap Celia ketus sambil berlalu dari sana dengan memengangi bibir nya yang mulai bengkak di ujung. Eno mengejar Celia


"Saayaang....biar aku obati bibirnya!" teriak Eno


Sontak hal itu membuat Celia sangat malu, teman-teman yang di temui nya di koridor kantor,saling berbisik melihat mereka berdua.

__ADS_1


"Apes!!!! apes banget gue!!!" jerit Celia dalam hatinya.


bersambung.....


__ADS_2