Birendra

Birendra
Penyelesaian masalah


__ADS_3

"Aku rasa ini akan cocok menjadi pelajaran untuk anda yang sudah menikah bos!!"


kata Bram dengan memegang kancing baju Dewi.Dewi sudah sangat ketakutan,dia berulang kali melihat ke arah Heru meminta pertolongan, berharap Om nya itu akan memberi tahu dimana dia menyimpan uang tersebut. Bram menatap manik mata Dewi yang ketakutan, mantan laki-laki berandal itu seperti di beri kesempatan oleh sang Bos untuk menikmati wajah manis Dewi.


"Tidaaaaakk....aku mohon!!!" ucap Dewi ketika tangan kekar Bram sudah membelai wajahnya.


"Di rumah Om Heru di Semarang!!" teriak Dewi.


"Dewi!!!" hardik Heru.


"Dasar Gadis tak tau di untung!!! penghianat!!!'' umpat Heru pada keponakannya itu.


memberi isyarat Bram untuk melepaskan Dewi, tapi dasar Bram yang memang sudah terlanjur menikmati perannya,sekali lagi dia melumaat kembali bibir Dewi sebelumnya benar-benar melepaskan nya.


"Jangan sampai kita berjumpa lagi!! karena di pertemuan kedua...aku akan membawamu ke ranjang ku!!" bisik Bram, seketika Dewi menjauh, dia berdiri tak jauh dari Farel yang dari tadi menyaksikan peristiwa itu di hadapannya.

__ADS_1


"Bram! bawa dia ke Semarang! dan pastikan semua keluarga nya di sana tidak tau kepulangan nya! pastikan uang ku kembali ke tangan ku Bram!" perintah Rendra.


"Bagaimana si cantik ini Bos?" tanya Bram sambil menatap Dewi, di mata Dewi Bram bagai binatang yang siap menerkamnya.


"Suruh anak buahmu mengantar dia ke rumahnya!! mulai hari ini dia akan menjadi tahanan rumah! Awasi dia!!" kata Rendra.


Akhirnya urusan penghianat di perusahaannya terselesaikan, Rendra sengaja tak menjebloskan Heru ke penjara dengan berbagai pertimbangan, dan akhirnya itu di sepakati oleh Heru,Heru beranggapan bahwa nama baiknya akan di pertaruhan kan bila dia berani melawan Birendra.


"Gila loe Re!!!"


" bener-bener bajingaaan banget dia!! menang banyak dia hahhahahah!!"


pertanyaan Farel beruntun tak terbendung,dia benar-benar penasaran dari mana Rendra mengenal Bram dan nampak sekali Bram begitu menuruti kemauan dan perintah dari Rendra.


"Siapkan rapat!! kumpulkan semua karyawan!! aku ingin mereka tau bahwa aku tak main-main bila ada penghianat di perusahaan ku!!" perintah Rendra pada Farel.

__ADS_1


Semua karyawan bertanya-tanya mengapa mereka di kumpulkan di lobby perusahaan yang memang sangat luas, semua karyawan bingung kenapa mereka di kumpulkan, Rendra berjalan ke atas podium yang memang sudah ada di sana, Rendra yang memang tak pernah banyak berinteraksi dengan karyawan nya hingga tidak banyak yang tau siapa dia. Bisik-bisik dari beberapa karyawan yang bertanya-tanya siapa dia dan bahkan ada terkagum-kagum dengan ketampanan Rendra.


Farel yang berbicara terlebih dahulu dan memperkenalkan bahwa Rendra lah Ceo pemilik perusahaan mereka yang sebenarnya, suasana seketika ramai, banyak yang tak percaya bahwa lelaki muda di hadapan mereka adalah CEO mereka,hanya para pemimpin devisi saja yang terlihat biasa saja karena memang sudah tau sebelumnya. farel juga mengumumkan dan memberikan berita tentang penghianat dari Heru, namun dia tak menyebut nama Dewi karena memang Dewi melakukan semuanya di bawa ancaman Heru.


"Aku tak akan menolerir jika terjadi penghianat di perusahaan ku!!'' ucap Rendra tegas, dingin dan nampak berwibawa.


Setelah berkata seperti itu, Rendra langsung meninggalkan podium dan berlalu dari sana.


"Gue pergi dulu kak....gue mau jemput Arsy!" kata Rendra sambil berlalu dari perusahaan nya dan berada di parkiran an.


"Woyy.....kerjaan loe masih banyak Re!!" Teriak Farel


Rendra tak mempedulikan teriakan Farel,dia hanya mengangkat tangan kanannya.


"Dasar bucin!!!" teriak Farel lagi.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2