
"Kalau Abang nanti sudah mencintai gadis lain, Ar siap berubah status!" kata Arsy
"Dari istri menjadi adik Abang!!" lanjut Arsy
Entah Mengapa mendengar kata-kata itu dari Arsy, darah Rendra mendidih, dia seakan tak terima dengan perkataan Arsy, dengan muka garangnya dia melepaskan seat belt miliknya dan sekarang menghadap ke arah Arsy, melihat tatapan Rendra yang galak, Arsy menunduk seketika,dia tak berani menatap mata tersebut.
"Apa kamu cinta sama Abang?" tanyanya dengan tegas dan sedikit menekan kata-kata nya.
"A-aku......!" Arsy gugup, entah mengapa dia tak bisa menjawab pertanyaan Rendra, padahal beberapa waktu lalu Kalis temannya sudah menjelaskan pada Arsy, bagaimana rasanya jatuh cinta, bagaimana rasanya patah hati dan segala hal tentang percintaan, karena ketika Kalis bertanya apa dia mencintai suaminya, Arsy hanya bilang senang berada di antara keluarga mereka.
"Apa kamu cinta sama Abang?jawab Ar!!!" tanya ulang Rendra sambil mencengkram bahu Arsy.
"Hiks.... hiks..... Abang kenapa galak banget hiks ..hiks ..!!" kata Arsy malah menangis, Rendra yang tadinya ingin marah tiba-tiba melembut.
"Bukan begitu Ar! Abang hanya.....!" Rendra memotong ucapan nya sendiri dengan mencium bibir istri nya, Rendra merasa gemas dengan Arsy yang menangis, ciuman singkat itu nyata nya membuat Rendra lupa tempat, dia semakin ganas menciuum sang istri.
tok...tok....tok.....
Suara ketukan di kaca mobil Rendra berulang kali terdengar hingga mengusik telinga Rendra.
__ADS_1
"Haiisshh!!! siap sih ganggu aja!!" ucap Rendra yang kesal,
Dan tanpa berpikir panjang dia membuka pintu kaca kemudinya.
"Ada apa sih!!??" tanya Rendra kesal tanpa menyadari sekelilingnya.
"Selamat siang!!" sapa seorang polisi,
Rendra heran dan segera keluar dari mobil,di susul oleh Arsy.
"Siang...ada apa ya pak?" tanya Rendra heran.
"Boleh lihat surat-surat nya mas?" tanya seorang polisi yang tertera nama Herman di dadanya.
kata Rendra penuh percaya diri, dia lupa saat ini yang dia bawa adalah mobil Eno, dia tak tau dimana Eno meletakkan surat mobilnya, bahkan di tempat yang biasa dia menaruh tak ada.
"Sebentar pak!" ucap Rendra mulai bingung.
"Ada mas?" tanya polisi Herman bertanya karena sudah lewat dari 10 menit, sedangkan temannya sudah terlihat berumur memandang penuh selidik ke pada Rendra.
__ADS_1
" Pak saya telpon sepupu saya dulu, ini mobil sepupu saya, saya tidak tau dimana dia meletakkan suratnya!" kata Rendra yang keluar dari mobil, dia memerintahkan Arsy telpon Eno.
"Udah Her, bawa ke kantor aja!" teriak teman polisi itu dari kejauhan.
"emang salah saya apa pak? ini cuma surat doang! ini juga lagi di telpon in yang punya mobil!" kilah Rendra, lelaki paru baya itu mendekat, lelaki bernama pak Suki itu langsung berkacak pinggang di depan Rendra, dilihatnya Rendra dari bawah sampai ke atas, kemudian dia menoleh ke arah Arsy.
"Kamu terkenal pasal 281 tentang tindakan asusila di tempat umum!! segera bawa ke kantor Herman!!" perintah si pak Suki.
"Pak saya gak salah kok!! masa' ciuman sama istri sendiri tindakan asusila? lagian saya nyium nya juga di dalam mobil!!" bantah Rendra.
"Mana KTP kamu!! kamu juga!!" pinta pak Suki pada Rendra dan Arsy
Bodohnya Rendra tak membawa KTP, yang dia bawa hanya kartu mahasiswa yang tentunya belum berganti status dari lajang menjadi suami orang, karena memang sebentar lagi lulus dan tak bermaksud memperpanjang nya.
"Mau mesum aja ngaku-ngaku sudah menikah!!! dasar anak jaman sekarang!!! bawa mereka Her!!" perintah pak Suki yang tak mau mendengarkan kata Rendra, baginya hukum harus di tegakkan.
Drt....drt.....drt.....
Ponsel Daddy Ferdi berdering ketika dia tengah meeting penting, karena berisik akhirnya dia mengangkat nya.
__ADS_1
"hallo.....!" jawab Dad Ferdi
"Apa?? kantor polisi!!!" pekiknya Dad Ferdi sambil memijat pelipisnya.