
"Aaaaaaaaa......dasar wanita bar-bar!!"
"Jelas gue gak akan kalah dari loe ulet keket!!"
"Dasar pelakor!!!" Teriak Chrisna tak terima
"Berani loe teriak pelakor?!!! dasar wanita jadi-jadian!!"
Kian hanya berdiri menjadi penonton di antara dua orang yang sedang saling menjambak di depannya, koridor yang tadinya sangat sepi,karena memang hanya ada ruang CEO, wakil CEO dan juga asisten wakil CEO, mendadak rame dengan suara mereka berdua.
Kiara yang memang sedikit bar-bar, mencoba melindungi sang Bos, awalnya,Kiara ingin mengerjai Kian, Bos yang super menyebalkan,Namun tiba-tiba, Kian berbisik dengan sangat menggoda di telinga Kiara, kalimat keramat yang sangat di sukai Kiara.
"Kalau kamu bisa mengusir dia agar tak mengganggu ku, aku akan langsung transfer 20 juta ke rekening mu!" bisik Kian.
Ya...bagi Kiara yang memang dari kalangan biasa, 20 juta sangat lah banyak, Apalagi hanya untuk melawan lelaki gemulai di hadapannya, bodyguard kekar saja akan dia lawan kalau untuk melindungi Bos nya, lebih tepatnya melindungi sumber uang nya dan iming-iming imbalannya yang tak sedikit.
__ADS_1
Ketika mendengar kalimat keramat bagi nya itu, Kiara hanya menoleh sebentar ke arah Kian yang ada di hadapannya, tentu saja Kian tau maksudnya, dan dengan cepat Kian mengambil ponselnya dan mentransfer uang setelah menanyakan nomor rekening Kiara.
Kian akhirnya terbawa suasana perdebatan diantara mereka,dan tentu saja dia membela Kiara, sang bodyguard dadakan.
"Terus Ki......Jambak dia!!!" perintah Kian, benar-benar Kian lupa akan kehormatannya sebagai seorang lelaki dan lelaki dari kalangan atas.Entah mengapa dia tertular virus bar-bar Kiara.
"Aaahh imuuuut!! kenapa kamu membela pelakor ini!!!iiihhhh" rengek Chrisna di sela-sela pertengkaran dengan Kiara.
"Oh Astaga!!....aku benar-benar merinding!!" gumam Kian sambil mengelus dada nya sendiri.Seketika dia berhenti menyemangati Kiara.
"Lepas gak!! wanita bar-bar!!" ucap Chrisna
"Dasar wanita gila!!"
"Apa??? dasar ulet keket!!!.....Sini biar gue tarik tuh buntut loe!! Biar loe gak jadi wanita jadi-jadian lagi!!!sekalian aja loe gak ada buntut nya!!" ancam Kiara.
__ADS_1
Seketika Chrisna melepaskan jambakan di rambut Kiara,dan segera memegangi burung perkutut nya yang di balut rapi dengan celana kerjanya, dia masih sayang dengan aset berharga nya.
"Dasar wanita gila!!" gerutunya.
Siapa yang mengira,bahwa tiga orang tersebut sudah di amati oleh Rendra, Arvan dan Dewo, mendengar keributan, Rendra yang berada di ruangan sang anak merasa terganggu dan keluar dari ruangan tersebut, dan tentu saja Dewo dan Arvan mengikuti nya.
"Astaga Pi!! mereka ngapain?" tanya Arvan yang melihat Kiara dan Chrisna sedang menjambak rambut masing-masing.Rendra hanya mendesah pelan melihat mereka, apalagi sang keponakan malah memberikan semangat pada sekertaris nya, yaitu Kiara.
"Itu kan sekertaris baru Kian? emang mereka rebutan Kian?" tanya Dewo entah pada siapa,karena tak ada yang menyaut sama sekali antara anak dan ayah di samping nya, mereka hanya sibuk menatap ke arah mereka,hingga acara jambak menjambak selesai di iringi dengan ancaman Kiara.
"Kian!!!" panggil Rendra.
Seketika mereka bertiga menoleh ke arah suara, dan detik berikutnya...
"Tuan Rendraaaa" rengek Chrisna manja.
__ADS_1
"Astaghfirullah....!!! Dapat dari mana model beginian!!" seru Dewo dan Arvan bersamaan, pertanyaan yang sejati nya di tujukan pada Rendra oleh mereka berdua.
bersambung