
Pertarungan dingin antara Crisna dan Kiara berakhir, walaupun mereka benar-benar terlihat belum terlalu akur, namun kerja sama yang mereka kerjakan bersama membuat Crisna dan juga Kiara malah semakin dekat, walaupun perkataan tajam sering keluar dari mulut keduanya, namun kadang kala mereka terlihat sedikit kompak. ternyata Arvan sendiri yang turun tangan untuk acara ulang tahun perusahaan tersebut, dan memerintahkan Kian untuk mempersiapkan segalanya melalui sekretaris dan juga asistennya itu. Kian bahkan merekomendasikan hidangan untuk para tamu dari restoran sang papa,namun untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan camilan diserahkan ke toko kue Arsy.
Arvan,Dewo dan Kian sibuk mengelilingi hotel dan mencoba beberapa hidangan yang cocok untuk dijadikan hidangan untuk para tamu nantinya. dan keamanan untuk acara tersebut tentu saja diserahkan ke perusahaan Bram yang dipimpin langsung oleh Faash,lelakibyang terkenal dengan sebutan si kepala preman tersebut,ya julukan Faash kepala preman masih bertengger sampai sekarang, karena memang anak buah Faash,bukan hanya resmi yang bekerja di Perusahaan,namun juga beberapa preman yang tersebar di berbagai penjuru,Bram menjalankan perusahaan di bidang jasa Bodyguard, namun juga beberapa preman dari berbagai daerah mengenal siapa Bram tentunya, dan penerus nya yaitu Faash.
Bahkan perusahaan tersebut, sudah menyebar sampai ke beberapa negara tetangga, apabila mereka berkunjung atau memerlukan jasa Bodyguard, maka perusahaan Faash lah yang akan dipercaya untuk mengawal mereka, beberapa juga dari pejabat negara dan juga para pesohor negeri, seperti para artis dan juga yang lainnya.Memang perlu penanganan dan juga pelatihan khusus bila ingin menjadi bodyguard di perusahaan Faash, Namun bila mereka masih memerlukan atau membutuhkan kebebasan,maka Faash pun masih memberikan kelonggaran kepada mereka untuk tetap menjadi preman di manapun mereka berada, tanpa terikat dengan kontrak kerja di perusahaan,dan bila saat Faash membutuhkan bantuannya, maka mereka dengan segera akan melaksanakan tugas mereka.
Kini mereka sedang berkumpul di kantor Kian untuk membahas tentang penempatan beberapa Bodyguard serta menyelesaikan segala urusan tentang acara ulang tahun perusahaan, dengan Arvan dan juga Dewo. setelah hampir satu jam membicarakan tentang pekerjaan, akhirnya mereka berempat memutuskan untuk makan siang di restoran yang ada di hotel tersebut, tidak lupa Isna dan juga Kiara ikut serta dalam acara makan siang tersebut.
"Mau pesen apa ini?" tanya Dewo sambil memegang buku menu.
"Kalau Isna jangan makanan pedes Mas Dewo yang bikin meleleh, Isna gak suka" saut Chrisna dengan kemayu.
__ADS_1
"Gue gak nawarin eloe!!" saut Dewo yang memang suka menjahili si lelaki gemulai itu.
"Ihh mas Dewo bikin meleleh jahat deh!!" ucap Chrisna.
Kian yang sedari tadi di samping Kiara sudah memijit pelipisnya sendiri, dia benar-benar harus banyak bersabar bila berada di dekat sekertaris Arvan dan Dewo itu.
"Isna bisa gak sih diam dulu!! atau godain tuan Kian nih, biar aku dapat job-job an tambahan" saut Kiara dan mendapatkan tatapan tajam dari Tuan nya.
"Emang job-job an apaan Ki?" tanya Dewo penasaran.
"Mengusir Isna, lumayan transferan nya!" jawab Kiara.
__ADS_1
"Dasar cewek matre!! aku sumpahi kamu gak dapat jodoh!! kasihan jodoh kamu ntar,kalau ceweknya matre!!" saut Kian. Entah mengapa sebagai Bos dan sekertaris, Mereka juga tak begitu akur.
"Jangan gitu, ntar jodohnya kamu lho!" saut Faash
"Nggak mungkin!!" kata Kian dan Kiara bersamaan.
"Iihh kompak deh kalian!! bikin iri aja" kata Chrisna.
Baru saja Kiara mau menyahuti perkataan Krisna tiba-tiba ada seseorang yang menarik perhatiannya.
"Aluna!!!"
__ADS_1
bersambung...