Birendra

Birendra
Bram terluka


__ADS_3

Ketegangan terjadi di sana ketika Bram dan satu anak buahnya mencoba melindungi Acca dari beberapa begal yang menghalangi jalan mereka, Bram dan Acca bahkan masih sempat berdebat karena Acca tak mau menuruti perintah Bram untuk pergi dari sana seorang diri, alasan Acca cukup baik sebenarnya, dia tak ingin meninggalkan Bram dan Roy, anak buah Bram yang dia bawa.Hingga pada akhirnya...


Dor


Dor


Suara tembakan terdengar menggema di telinga Acca, Acca hanya diam sambil menutup mulutnya, Bram mulai memegang dadanya dan melihat tangan nya yang dia pakai untuk meraba dadanya sendiri, tiba-tiba keseimbangan tubuh Bram mulai berkurang.


"Aaarghhh....Darah!!! Braaaammmmm!!"


teriak Acca histeris ketika melihat Bram tertembak di dadanya, dan perlahan Bram ambruk ke arah tubuh Acca.Acca menangkap tubuh tersebut, Roy yang melihat Bos nya tertembak segera menendang lawan nya dan berlari ke arah Acca dan Bram.


"Bos!!" teriak Roy.


Para begal tersebut terlihat cukup panik, apalagi sasaran mereka salah, harus nya Acca yang tertembak, namun peluru malah melesat menembus dada Bram.Mereka berlari masuk mobil mereka dan segera berlalu dari sana.

__ADS_1


"Aargghhhh..... jangan seperti Bram!!!"


bentak Acca pada tubuh Bram yang sudah tak sadarkan diri, darah menempel begitu banyak di baju Acca.Dengan sigap dan cepat Roy memasukkan Bram ke dalam mobil,dan melaju dengan kecepatan di atas rata-rata menuju rumah sakit tersebut.Setelah berjuang cukup memakan waktu, akhirnya mereka sampai ke depan sebuah rumah sakit.


"Dokter......tolong dia!!" teriak Acca sambil terus mengenggam tangan Bram.


Dokter meminta Acca untuk melepaskan genggaman tangannya pada Bram,karena mereka harus segera memasukkan Bram ke ruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang tembus di dadanya serta melihat seberapa berat peluru itu menembus dada Bram, akhirnya dengan berat hati dan penuh dengan kecemasan Acca membiarkan dokter membawa masuk ke ruang operasi.


Roy mengurusi administrasi di rumah sakit tersebut, dan selang beberapa saat, Roy datang dengan paper bag yang berisikan baju Acca, Roy tau baju Acca penuh dengan darah dari tubuh Bram.Acca akhirnya berganti baju di toilet yang berada tak jauh dari t


"apa perlu kita menghubungi Tuan Rendra nona?" tanya Roy ketika melihat Acca sudah selesai berganti baju.


"Ya ..lakukan saja!" saut Acca.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya dokter keluar dari ruang operasi dengan segera Acca berlari kecil menuju dokter tersebut dan menanyakan bagaimana keadaan Bram.

__ADS_1


"Ini cukup serius Nona, namun untungnya saja peluru tersebut meleset dari jantung pasien, sehingga pasien masih bisa bertahan hidup sampai sekarang, walaupun begitu pasien masih dalam masa kritis, jika beberapa jam pasien tidak bisa bangun kembali maka kami memprediksi hal terburuk yang akan di alami oleh pasien" jelas dokter pada Acca.


Acca hanya bisa manggut-manggut saja sedangkan Roy akhirnya yang lebih banyak bertanya tentang keadaan bram,bram masih berada di ruang ICU untuk memulihkan badannya pasca operasi dan Roy dan juga Acca menunggui yang sedang berjuang untuk hidup.


"Nona, sebaiknya anda istirahat, biar saya yang menunggu di sini!" tawar Roy.


"Gak....aku mau di sini!" tegas Acca.


"Tapi Nona.."


"Sudahlah Roy....aku akan menunggu nya di sini sampai dia sadarkan!"


Akhirnya Roy membiarkan Nona nya duduk di kursi tunggu di depan ruang ICU.Acca benar-benar berharap Bram bisa tersadar dari koma sementara nya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2