Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 27


__ADS_3

Kian memasuki hotel dengan wajah cemberut nya, dia benar-benar tak habis pikir, bagaimana bisa sang Papa begitu antusias menjodohkannya dengan seorang gadis, dan dengan seenaknya, Wahyu,sang Papa,meminta Kian menaklukkan sendiri gadis tersebut.Apa jawabannya? tentu saja Kian tak bersedia, dia tak akan mempertaruhkan harga dirinya demi mendapatkan gadis yang sama sekali tak dia cintai, namun sang Papa bersikeras untuk meminta Kian melakukannya,Wahyu beralasan bahwa itu adalah hukuman untuk Kian, dia harus merayu gadis itu sampai mau menikah dengannya apapun caranya.


Tentu saja Wahyu bukan asal menyodorkan seorang gadis untuk Kian, sudah sekian lama dia mengidamkan gadis itu untuk menjadi menantunya, mendampingi anak semata wayangnya, seumur hidupnya hanya gadis itulah yang Wahyu inginkan,hingga berbagai cara dilakukan Wahyu agar bisa mendekatkan Kian dengan gadis tersebut,dan untuk masalah pernikahan Wahyu belum mempunyai cara untuk memintanya kepada Kian,dan setelah peristiwa di pernikahan Arvan,Wahyu seakan mendapatkan jawaban dari setiap apa yang dia utarakan kepada Tuhan. kesalahan yang Kian, Faash, Dewo dan juga Arvan lakukan bagaikan angin segar untuk Wahyu agar bisa memuluskan keinginannya mendapatkan menantu idamannya, sang istri hanya mengikuti apa yang diinginkan oleh Wahyu saja, karena dia juga merasa cocok dengan gadis tersebut.


Dan kali ini Wahyu benar-benar tak main-main, dibantu oleh Dad Ferdi,Wahyu seakan mendapatkan jalan tol untuk menuju ke keinginannya mendapatkan menantu gadis tersebut, dan Kian mau tak mau menuruti keinginan Sang Papa seperti biasa, Mama dan Papanya akan berpura-pura sangat sedih,bahkan Wahyu beberapa kali batuk untuk meyakinkan sang anak bahwa dia sedang tak baik-baik saja bila Kian tidak mau menuruti keinginannya. Kian yang begitu mencintai dan menyayangi Papa serta Mamanya akhirnya hanya bisa pasrah walaupun hatinya benar-benar tidak menginginkan semuanya.


Dan di sinilah Kian berada sekarang, duduk manis di kursi kebesarannya di kantor hotel yang dia kelola,dia menyorot tajam gadis yang ada di hadapannya, sedangkan gadis tersebut hanya berdiri dengan notebook di tangannya sambil memperhatikan wajah seram Kian yang menatapnya tajam, gadis tersebut tidak tahu apa kesalahannya di pagi-pagi seperti ini, Pagi ini mood Kian sudah tidak bagus. ya gadis itu adalah Kiara,asisten sekaligus sekretarisnya, dan kali ini merangkap sebagai gadis yang harus Kian rayu untuk mau menikah dengannya,sedangkan Kiara, dia benar-benar tidak tahu apa-apa mengenai rencana keluarga Kian tersebut,Kiara tak pernah tahu ada bahaya yang mengancam kesejahteraan hidupnya, Kiara tak pernah tahu bahwa ke depannya dia akan berurusan dengan keluarga majikannya tersebut, apalagi Kiara tak pernah tahu kalau dia dijadikan target menantu oleh Wahyu,dan kali ini Kian harus ikut mewujudkan keinginan Wahyu.

__ADS_1


"Apa Tuan baik-baik saja?" tanya Kiara karena setelah sekian lama, Kian hanya terdiam sambil menatap tajam dirinya.


"Apa kau punya kenalan dukun pelet?" tanya Kian serius.


"Ya??" Kiara nampak kaget dengan pertanyaan Kian.


"aku tanya sekali lagi,apa kau punya kenangan dukun pelet?" tanya Kian lagi.

__ADS_1


"Jangan Tuan! setahu saya pengaruh dukun pelet itu akan luntur dalam 40 hari! jadi lebih baik yang alami saja Tuan" lanjut Kiara.


"Bagaimana cara alami nya?" tanya Kian


"Tuan langsung bilang saja kepada gadis yang Tuan inginkan, maukah kau menikah denganku? maukah kau berkencan denganku? hanya itu saja" saut Kiara mengajari Kian.


"baiklah.... Anissa Nur Kiara..maukah kamu menikah dengan ku?"

__ADS_1


"Hah???!!!"


bersambung


__ADS_2