Birendra

Birendra
Keputusan Bram


__ADS_3

Rendra nampak menjelaskan semuanya pada Bram, semuanya keinginan nya kepada Bram, Bram dirasa cukup mampu melakukan itu, karena selama beberapa tahun ini, Bram ikut membantu pekerjaan mereka.


"gue mau loe menggantikan posisi kak farel sebagai wakil CEO di perusahaan gue, karena Kak Farel mulai minggu depan akan memimpin perusahaannya dengan resmi,selama ini dia selalu bergantian mengurus perusahaan disini dan perusahaan nya sendiri, bagaimana Bram?" jelas Rendra


"Bos!!! ini sedikit keterlaluan, aku menolak!" kata Bram dengan tegas.


"Gue tau loe mikir apa Bram, ini bukan soal loe calon adik ipar gue! tapi ini soal kemampuan loe yang pasti udah loe buktikan selama ini, loe bukan hanya bodyguard suruhan gue yang jago pukul, loe udah banyak berubah Bram! dan loe pantas buat kedudukan itu!"


kata Rendra mencoba menyakinkan Bram, memang beberapa tahun lalu, Rendra memaksa Bram untuk kuliah, Rendra tau kecerdasan otaknya,dan dengan terpaksa Bram melakukan kuliah nya, namun ketika Bram di minta terjun ke dunia bisnis, Bram menolak,dia lebih nyaman dengan posisi nya saat itu.


"Bos..bukan begitu.....aku hanya takut tidak sesuai dengan harapan mu Bos!"

__ADS_1


kata Bram masih saja menolak, dia yang tak bisa memanggil nama Rendra saja sesuai permintaan Rendra pada akhirnya membubuhi kata 'bos' di depan nama Rendra.


"Mana tau kalau belum kamu coba Bram?....Deni yang akan jadi asisten mu! bagaimana? dia cukup bisa di andalkan!" kata Rendra lagi.


"BoS yakin?"


"1000% Bram!!"


Perbincangan mereka berhenti tatkala mendengar suara ponsel Bram, Bram meletakkan ponsel nya di atas meja, terlihat dengan jelas oleh Rendra nama Acca terlihat di layar ponsel.


"Dia minta di jemput!"

__ADS_1


"Bagaimana Bram, deal??" tanya Rendra sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


akhirnya Bram menerima jabat tangan dari Rendra dan senyum Rendra tampak terlihat merekah,arti dari uluran tangan Rendra dia menerima permintaan dari Rendra yaitu menjadi wakil CEO perusahaannya.Dan Bram nampak pasrah dengan keputusan yang diambil saat ini, Bram juga merasa bahwa mungkin ini adalah titik awal kehidupannya bersama Acca, Bram sadar betul Acca dari golongan orang-orang yang cukup mampu dan tidak mungkin Bram meminta atau membatasi segala bentuk keinginan dan juga gerak-gerik hidup Acca walaupun dia tahu benar Acca bukanlah sosok wanita yang suka menghambur-hamburkan uang.


Acca bukan Arra yang suka membeli barang-barang mewah namun dalam batas yang masih bisa dimaklumi, berbeda dari Arra, Acca lebih suka mempunyai 1 sampai 2 barang saja dan digunakan secara bergantian. jadi Bram merasa cukup yakin bahwa Acca bisa mengimbangi kehidupan yang dia jalani selama ini. Dan hari ini Rendra menawarkan sebuah posisi yang cukup tinggi di perusahaannya,tentu saja hal ini membuat Bram merasa tidak pantas mendapatkannya, prasangka Bram buruk pada Rendra awalnya, dia melakukannya hanya karena Bram adalah calon adik iparnya, Namun ternyata Apa yang dipikirkan Bram salah,sudah sejak lama Rendra mengawasi gerak-gerik dan juga kemampuan dari Bram hingga dia memberanikan diri meminta Bram untuk menggantikan Farel.


"lama banget ngangkat telepon aku!! sedang di mana sih?"


kata Acca dengan nada ketus karena beberapa panggilan teleponnya diabaikan oleh Bram.


"Aku sedang bersama Rendra, sebentar lagi aku akan menjemputmu"

__ADS_1


tanpa basa-basi Bram langsung mematikan teleponnya tanpa mendengar jawaban dari Acca sedangkan di seberang sana Acca sedang mengumpat karena benar-benar lelaki itu tak ada romantis-romantisnya terhadap dirinya.


bersambung


__ADS_2