Birendra

Birendra
Generasi Baru


__ADS_3

"Anak mamiiiiiiiii..........!!"


Teriak Arsy ketika melihat Arvan turun dari mobil yang di kendarai nya bersama sepupunya, Wahyu meminta Tarjo untuk mengantarkan Kian ke rumah Dad Ferdi, ya.. Dad Ferdi tinggal serumah dengan Rendra dan anak istri nya. Rendra tak pernah bisa meninggalkan rumah tersebut,dan membiarkan orang tua nya hidup hanya berdua, walhasil... setelah Acca dan Arra punya rumah sendiri-sendiri, Rendra tetep tinggal di rumah utama.


"Please Mi......Arvan udah gede!!" saut Arvan ketika Arsy menciumi pipi kanan dan kiri anaknya.


"Kenapa?..... Mami salah mencium anak sendiri?" tanya Arsy dengan gaya polosnya.


"aunty... Kian gak di cium?" tanya Kian yang turun setelah Arvan, Kian memang sesuka hati memanggil Arsy, kadang Mami sama dengan Arvan,kadang aunty.


"iihhh embul nya aunty.....sini dong...peluk dulu!" kata Arsy yang menyambut kedatangan Kian, Arvan yang melihat kemanjaan Kian pada Mami nya hanya memutar bola matanya sejenak. Sesi peluk-pelukan mereka berakhir ketika Tarjo buka suara dan pamit undur diri setelah mengantar mereka berdua, sedangkan Faash,dia sudah di antar terlebih dahulu ke rumah nya.


"Gimana liburan nya Kak?" tanya Thisa pada Arvan.


"Seru sih......dan menyenangkan!" kata Arvan.


"Kita mandi di sungai..... terus makan buah langsung dari pohonnya!! buuuanyak pohon rambutan!!" kali ini Kian yang antusias.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Thika yang baru saja bergabung.


Arsy nampak datang dengan nampan makanan dan juga jus segar, Kian langsung menghentikan cerita nya seputar perkampungan yang mereka singgahi. Dengan berbinar dia meraih jus segar yang dari tadi sudah melambai-lambai minta di minum.


"Enak kan Van di kampung?" tanya Arsy pada anak sulung nya.


"Hemmmm... lumayan!" kata Arvan.


"Mami dulu lebih susah Van, apa lagi di luar pulau masih sangat alami, kemanapun Mami harus jalan kaki dengan jarak yang cukup jauh...." kata Arsy sambil membayangkan masa kecilnya.


"Bermain dengan teman-teman, sangat menyenangkan!" lanjut Arsy.


"Tenang aunty, aku doain nanti aunty dapet mantu orang dari luar pulau" kata Kian sambil memasukkan kue ke dalam mulutnya.


"Aaaa.....so sweet deh Kian! iya..kita doain semoga Arvan dapat jodoh cewek dari luar pulau yang baik hati dan tidak sombong" kata Arsy dengan antusias.


Arvan yang mendengar nya hanya bisa melongo, sedangkan dua adik kembarnya sudah tertawa cekikikan di akhiri dengan kata Amin untuk jodoh sang Kakak. Dan bersamaan dengan itu, Rendra sang Papi masuk dan ikut bergabung dengan mereka.

__ADS_1


"Gak papa Van, dapat cewek dari kampung, mereka malah polos-polos gimana gitu" kata Rendra pada sang anak.


"Apa sih Pi!! sunat aja baru kemarin,pikir jodoh segala!"


Saut Arvan dengan bersungut-sungut.Dia kadang heran, kenapa Papi sama Mami nya rada-rada aneh, Arvan tau betul bagaimana gesrek nya sang Papi,dan bagaimana polosnya sang Mami, walaupun kadang-kadang membuat Arvan kesel sendiri.Namun begitu Arvan sangat menyayangi mereka.


"Van mau kemana?" tanya Rendra ketika melihat anaknya beranjak dari ruang keluarga dan meninggalkan mereka semua dengan muka kesal.


"Mau berdoa sama Tuhan!" saut Arvan kesal.


"Emang mau doa apa sayang?" tanya Arsy yang heran dengan sikap anak sulung nya itu.


''Berdoa semoga dapat jodoh kayak Mami, yang manis, yang polos, yang baik hati dari luar pulau'' dan kali ini bukan Arvan yang menjawab,namun Kian lah yang menjawab.


"Amiiiiin!" Rendra, Arsy dan si kembar serentak menjawab.


"Dasar gak sayang anak dan saudara!!!" sungut Arvan.

__ADS_1


Dan mereka hanya bisa tertawa dengan sikap kesal Arvan.Kali ini Kian yang paling bahagia, karena menang dari Sepupu yang selalu mengalahkan nya dalam segala hal.


bersambung


__ADS_2