Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 5


__ADS_3

Arvan dengan mata elangnya menatap lelaki gemulai yang baru saja beberapa saat lalu menghadang nya di lobby, apalagi lelaki gemulai itu berani bergelayut manja di lengannya.


"Tidak mungkin!!" seru Arvan tak percaya begitu mendengar pernyataan dari Isna, lelaki bernama asli Chrisna yang minta di panggil Isna oleh semua orang.


"Ihh gak suka deh van-van....kalau gak percaya gini" ucap Isna dengan gaya gemulainya.


"Emang kalian kenal?" tanya Dewo yang terlihat belum memahami situasi.


"Aduh mas Dewo yang bikin meleleh.... Van-van ini temen ekey.....temen SMA dulu....ya kan Van-van?" saut Isna.


"Jijik gue?!" seru Arvan.


"Ih apa sih!!" saut Isna.


"Cris loe kesambet setan dari mana sih?...di tinggal beberapa tahun aja jadi letoy gitu!??" tanya Arvan tak suka, Arvan ingat sekali,bahwa salah satu teman baiknya waktu sekolah dulu, rasanya normal semua, wajar saja kalau Arvan tak mengenali Chrisna yang sekarang sudah berubah menjadi wanita jadi-jadian.

__ADS_1


"Bos kenal?" tanya Dewo heran.


"Kenal lah mas Dewo yang bikin meleleh!! kan aku dulu mantannya!" kata Isna tanpa dosa, Arvan menatap tajam ke arah Isna.


"Eh busyet.....bisa gak sih, panggil mas Dewo aja! gak perlu embel-embel yang bikin meleleh segala!" ucap Dewo tak suka.


"Ihh suka-suka ekey dong....mulut ekey sendiri ini!" jawab Isna.


"keluar!" perintah Arvan pada Isna.


"Eh...gak bisa bos....kan aku sekertaris kalian berdua" jawab Isna.


Kepala Arvan seketika pusing, sedangkan Dewo tak percaya, bagaimana bisa Chrisna yang beberapa waktu lalu berada di divisi lain tiba-tiba harus menjadi sekertaris mereka berdua, Dewo mengira bahwa mereka hanya akan berdua, Arvan menjadi wakil CEO dan dia akan menjadi asisten sekaligus sekertaris Arvan, dan setelah di telusuri, ternyata Rendra lah yang menjadikan Chrisna sebagai sekertaris mereka berdua.


Didepan ruang Dewo dan Arvan yang bersebelahan, terdapat meja kerja milik Chrisna, Chrisna tepat berada di tengah-tengah ruangan tersebut.

__ADS_1


"Oh Tuhan bisa setres aku ngadepi lelaki gemulai itu!!" ucap Dewo sambil menyodorkan beberapa berkas yang harus di pelajari oleh Arvan.


"Bagaimana kerja nya? kalau tidak beres aku bisa minta Papi supaya ganti dengan yang baru" kata Arvan sambil membuka salah satu dari tumpukan berkas yang di bawa Dewo.


"Kerjaan aman sih Bos, jantung ku yang gak aman!" saut Dewo cepat.


Ya..... beberapa saat lalu, Chrisna masuk ke ruangan Dewo dengan membawakan secangkir kopi, namun cara penyajian nya yang bikin Dewo merinding. Chrisna sedikit membungkukkan badannya di depan meja Dewo dengan gaya sensual nya.


"Mas Dewo..kopi nyhaaaa!" ucap Chrisna sedikit mendesah di akhir kalimat.


"Oh Tuhan!!!! hemmm.... keluar!" ucap Dewo dengan wajah sedikit takut, takut Chrisna khilaf padanya, Jujur saja, mungkin karena baru beberapa jam berinteraksi dengan Chrisna, hingga membuat Dewo belum terbiasa.Dewo yang sedang asyik membahas pekerjaan dengan Arvan di dalam tidak tau bahwa kedua sahabatnya sedang berjalan menuju ke ruangan mereka. Faash dan Kian yang sengaja datang akan mengucapkan selamat pada Arvan di hari pertama kerja nya.


Dua orang tersebut berjalan dengan gagah nya di koridor gedung di mana ruang CEO berada. Faash dan Kian menghampiri meja dengan tulisan sekertaris wakil CEO.Karena melihat ada orang yang sedang jongkok di samping meja, Kian memajukan wajahnya berniat untuk memanggil sekertaris Arvan, namun tiba-tiba Chrisna mendongak ke atas. Chrisna baru saja mencoba lipstik dan bulu mata baru.


"Ada yang bisa di bantu Mas.....eh.... imut nya....." ucap Chrisna sambil berkedip manja.

__ADS_1


"Eh ladalah!! ada banci kaleng!!.....ups....sorry..." kata Kian keceplosan sambil menutup mulutnya.


bersambung


__ADS_2