Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 29


__ADS_3

Meninggalkan Kian yang tengah di sidang oleh si gemulai Chrisna yang kebetulan datang ke hotel karena ada kaitannya dengan pekerjaan nya, Serta Wahyu sang Papa yang tak sengaja melihat Kian dan Kiara saling menempel, padahal itu semuanya tak seperti yang Wahyu pikirkan, kian hanya menggertak Kiara saja, namun berujung pada kesalahan pahaman Papa nya.Kini beralih pada Faash yang punya senjata untuk keluar dari rumah, dia benar-benar ingin bertemu dengan teman-temannya saat ini.


"Lumayan buat hiburan nih! kalau bawa dia pasti bisa keluar rumah!!" ucap Faash lirih sampai-sampai Camelia tidak bisa mendengarnya.


"Kita mau kemana?" tanya Camelia, pasalnya dia harus mengabari sang Mama ketika berada di suatu tempat.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Faash.


"aku harus mengabari Mama kita sedang berada di mana, karena begitu pesan mama" jawab Lia.


"Gawat!! kalau sampai dia ngabari Mama nya, bisa sampai ke Papa beritanya!" batin Faash.


"Kabari Mama kamu kita ke pantai " jawab Faash bohong.


"Dan jangan lupa matikan ponsel nya, aku gak mau kedekatan kita terganggu " lanjutnya.


Si polos Camelia menuruti apa kata Faash, dan tentu saja untuk mengantisipasi ponselnya di nyalakan kembali, Faash meminta Lia untuk meletakkan ponsel di dashboard. Dengan santainya Lia menikmati pemandangan sepanjang jalan menuju pantai, dia benar-benar melihat pantai yang indah, Namun ternyata Faash tidak menghentikan mobilnya di sana, pantai tersebut hanya dilewatinya saja, Camelia yang merasa heran namun hanya bisa terdiam melihat ke arah Faash yang konsentrasi menyetir, Faash menyetir seakan-akan tidak ada Camelia disampingnya, begitu santai tanpa memperhatikan Camelia sama sekali,dia bahkan tak berniat of mengajaknya untuk mengobrol.

__ADS_1


"pantainya terlewat Ash" kata Lia karena penasaran hendak ke mana Faash membawanya.


"Kita ke tempat temenku dulu" jawab Faash santai.


Pada akhirnya Faash sampai di sebuah cafe kecil, lebih tepatnya sebuah warung yang biasa di gunakan oleh anak-anak muda nongkrong sambil minum kopi, pemandangan nya cukup indah, berada di sebuah pinggir pantai namun tak bersentuhan langsung dengan bibir pantai, Lia nampak ragu-ragu ketika melihat Faash turun dari mobilnya, sungguh pakaian yang dia kenakan saat ini bertolak belakang dengan tempat yang dia datangi.Gaun cantik tanpa lengan, high heels dan tas cantik yang berada di tangannya, dan Jangan lupakan polesan makeup di wajahnya, sama sekali tidak cocok jika dia hanya nongkrong di sebuah warung pinggir jalan.


"Waahh tukang traktir datang nih"


"Inspirasi gue datang nih!"


"Sini Bos! gabung!"


"Wwwiihhh Bos!!! lama gak datang? kemana aja Bos?"


tanya Arga,si pemilik warung yang melihat kedatangan Faash, bahkan Arga sedikit mengerutkan kening nya karena melihat Faash yang tumben-tumbenan membawa mobil mewah, biasanya juga Faash membawa motor sport nya.


"Biasalah! banyak urusan! gue kan pengangguran banyak acara!" saut Faash.

__ADS_1


"Kopi hitam satu!....dan loe Li?" lanjut Faash, namun ketika menoleh ke arah belakang dia tak menemukan Camelia.


"Lia...keluar!! ngapain di dalam?" teriak Faash ketika mengetahui bahwa Lia masih di dalam mobil.


Semua cowok yang kira-kira berjumlah 9 orang, seketika menoleh ke arah mobil Faash, Dengan ragu-ragu, Lia membuka pintu mobilnya, dan para cowok yang penasaran dengan siapa orang yang di bawa Faash, masih setia menoleh ke arah mobil.Lia mengeluarkan kaki nya terlebih dahulu, karena memakai gaun selutut, membuat kaki mulus Lia menarik perhatian mereka.


"Waahhh mulus!"


"Gila!!!"


"Penasaran nih!"


"Loe bawa sapi Ash!!! putih amat!"


Celetuk demi celetuk tak bermoral dari para cowok seperti tak pernah melihat kaki mulut seorang gadis, begitu Lia sempurna keluar dari mobil, serempak mereka berkata sambil terkagum- kagum.


"Bidadari.....bangsaaat!!!!"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2