
Acara pergosipan mereka terhenti ketika dengan tak tau dirinya, Bram datang dan menundukkan badannya ke arah Acca.Arsy dan Arra sampai melongo tak percaya ketika melihat Bram mencium bibir Acca dan sedikit meluuumat nya tepat di hadapan mereka berdua.
"Pulang yuk Ca, ayah minta di beliin bubur kacang ijo di tempat kang Asep" kata Bram
"Yang benar aja Kak!!! jangan mesum di sini dong!!" teriak Arra karena Bram seolah tak melihat Arra dan Arsy di sana saat mencium Acca.
"Oh... sorry Ra, Ar....aku gak lihat ada kalian" kata Bram dengan santai.
Acca cekikikan sendiri melihat wajah cemberut Arra, sedangkan Arsy hanya diam dengan senyuman manisnya.Acca juga tau bahwa Bram hanya bercanda dengan mengatakan Arsy dan Arra tak terlihat, karena pada kenyataannya ada siapapun,tak akan menghalangi kebucinan suaminya itu. Bram berubah menjadi sosok yang hangat pada Acca sejak menikah,ingat hanya pada Acca!! pada yang lainnya sikapnya tetap sama saja, cuma Arra tak setakut dulu bila berhadapan dengan Bram.
"Gak nginep mas?" tanya Acca
"Pengen nginep sini?" tanya Bram, dan di anggukin oleh Acca
"Ya udah, aku kabari Iqbal dulu" kata Bram berlalu dari sana.
Iqbal adalah sopir pribadi Bram saat ini, Roy menggantikan Bram menjadi asisten pribadi Rendra,dan bertugas mengurus semua urusan Rendra, jadi Bram tak bisa seenaknya meminta bantuan Roy seperti dulu.Sedangkan Deni asisten Bram yang berhubungan dengan urusan kantor.
__ADS_1
"Bal...tolong belikan ayah bubur kacang ijo di tempat kang Asep, bilang juga Acca minta menginap,jadi kami tidak pulang malam ini!" kata Bram yang menghampiri Iqbal di tempat para pelayan istirahat.
" Siap Bos!"
"Besok aku telpon untuk menjemput ke sini lagi!" kata Bram lagi
"Siap Bos! kalau gitu saya pulang dulu Bos" kata Iqbal.
"hemmm!"
"Hati-hati Van!" kata Dad Ferdi
"Dari mana anak Mami nih?" tanya Arsy yang melihat Arvan mandi keringat sambil menenteng bola di tangannya.
"Main bola Mi!" jawabannya sambil ngos-ngosan.
"Waduuuhh capek banget!! aktif benar deh Ar anak kamu!" kata Dad Ferdi yang juga bermandi keringat.
__ADS_1
Wahyu bergegas mengambil air minum untuk mertuanya itu.
"Opa payah Mi..... masa' di minta Avan nendang bola aja gak kuat!" kata Arvan yang sedang mengadukan sang Opa
"Mana ada Opa seperti itu!kamu aja yang terlalu bersemangat!" kilah Dad Ferdi.
"Iya Opa yang payah" kata Arvan gak mau kalah.
"Ya kamu yang ngajak Opa lari-lari ke taman dulu baru main bola, ya mana Opa kuat Arvan! Opa sudah tua" kata Dad Ferdi
"Tuh kan Opa mengakui kalau udah gak kuat! udah tua" kata Arvan semakin menjadi karena merasa menang berdebat dengan Opa nya.
"Iya...ya.... Rendra banget deh nih anak!! gak mau kalah!" kata Dad Ferdi.
Semua yang ada di sana hanya bisa cekikikan melihat perdebatan kecil cucu dan Opa nya itu.Walau sering berdebat tapi Arvan sangat menyayangi Opa nya, bahkan kalau Dad Ferdi berdebat kecil dengan Rendra,maka Arvan akan tetap berada di kubu Opa nya tersebut.
bersambung
__ADS_1